Merdeka Muda Berkarya

Merdeka Muda Berkarya

  Rabu, 17 Agustus 2016 10:04

Berita Terkait

Beny Thanheri, Pendiri President Kreatif

“Jangan lupa untuk membangun jiwa entrepreneurship dan mengembangkannya. Para pemuda harus terus berkarya secara positif dan produktif. Indonesia membutuhkan karya-karya nyata”

 

Ferry Hadary, Dosen Untan

“Kemerdekaan berinovasi akan terus menciptakan kreasi-kreasi bermanfaat untuk masyarakat”

 

Sutarmidji, Wali Kota Pontianak

“Tentu jauh lebih mulia generasi muda yang mau bekerja di sawah misalnya, dibanding mereka yang melakukan hal-hal negatif”

 

Eddy Suratman, Dekan Fakultas Ekonomi Untan

Mari membangun negeri ini, dan semua akan menjadi bukti kecintaan terhadap negara

 

PONTIANAK - Usia 71 tahun bukanlah waktu yang singkat. Negeri ini ditantang mampu berkiprah di mata dunia. Mengikuti arus zaman dengan kemajuan teknologi informasi yang nyaris tanpa batas. Terutama bagi generasi muda penerus bangsa, diharapkan bisa mengisi kemerdekaan dengan karya dan inovasi tanpa henti.

Beny Thanheri, Penggagas Gerakan Senyum Kapuas, memaknai peringatan kemerdekaan Indonesia sebagai momentum untuk melangkah menjadi lebih baik dalam hidupnya. Baik dalam hidup bernegara serta lingkungan bermasyarakat.

Pemuda yang aktif dalam gerakan peduli lingkungan itu menyampaikan, dalam memaknai kemerdekaan sebagai pemuda, seharusnya terus memperbanyak karya-karya nyata yang bermanfaat untuk banyak orang. “Dan perkuat jiwa nasionalisme dalam diri kita masing-masing di segala sektor kehidupan,” tegasnya kepada Pontianak Post kemarin.

Dia pun mengajak para pemuda untuk bergerak, terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Di mana, lingkungan akan menjadi faktor penting dalam berkehidupan. “Apalah artinya merdeka jika lingkungan  tidak dijaga secara semestinya untuk menikmati kemerdekaan tersebut,” ucap pendiri President Kreatif itu.

Yang tak kalah penting, menurutnya ialah dengan berbagi kepada sesama dalam kemanusiaan. “Jangan lupa untuk membangun jiwa entrepreneurship dan mengembangkannya,” ujar Bang beny, panggilan karibnya.

Setelah itu, lanjut dia para pemuda selayaknya lebih mencintai produk Indonesia. “Ialah contoh yang bisa kita lakukan terutama untuk kalangan pemuda,” tambahnya lagi. Bang Beny, pun berharap, para pemuda terus berkarya secara positif dan produktif. “Seperti dikatakan sebelumnya, Indonesia membutuhkan karya-karya nyata,” kata.

Menurutnya berkarya tidaklah mesti besar. Cukup dengan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat tetapi rutin dengan pondasi keikhlasan. “Insyallah itu bisa memberi perubahan yang lebih baik untuk Indonesia khususnya Kota Pontianak ini,” harapnya.

Berbagai cara pun diekspresikan untuk memaknai hari kemerdekaan ke-71 RI tahun ini. Bagi seorang Dr Eng Ferry Hadary, ST M Eng misalnya, kemerdekaan adalah diberikannya wadah kreativitas agar bisa mengembangkan diri untuk terus berinovasi.

“Makna kemerdekaan bagi saya adalah ketika seseorang, apakah ia dalam posisinya sebagai pendidik atau pun mahasiswa, diberikan kemerdekaan berupa wadah kreativitas untuk mengeksistensikan dirinya di panggung besar yang bernama Indonesia. Tentunya panggung itu akan diisi oleh aktor-aktor akademik yang memiliki gagasan luar biasa untuk memajukan negara tercinta,” kata Dosen Fakultas Teknik Untan ini.

Dia juga berpesan kepada mahasiswa, agar memaknai kemerdekaan dengan cara giat belajar dan berinovasi, menerapkan teori yang sudah didapat di bangku kuliah, diaplikasikan dalam sebuah karya.

“Kemerdekaan berinovasi yang tentunya dengan bingkai akhlak dan budi pekerti luhur serta tanggungjawab intelektual dari pelakunya, dosen ataukah mahasiswa akan terus menciptakan kreasi-kreasi bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmdiji mengungkapkan, dengan usia NKRI yang ke-71 tahun, dimana kemerdekaan diperoleh dari hasil perjuangan, pengorbanan dan darah para syuhada, hendaknya semua yang lahir, besar dan beranak pinak dibumi NKRI semakin cinta akan negeri ini.

“Kita jangan sekali-kali melupakan para pejuang dan wujud dari semua itu kita harus semakin bangga menjadi orang Indonesia, selalu menghormati para pahlawan, syuhada bangsa,” ucapnya.

Dia berpesan kepada generasi muda agar jangan mudah tergiur dengan apa yang ada di negeri orang, yang kadang justru membuat orang rela mengorbankan jati diri bahkan kewarganegaraannya. “Mari membangun negeri ini, dan semua akan menjadi bukti kecintaan terhadap negara,” ajaknya.

Orang nomor satu di Pemkot Pontianak ini juga mengajak semua pihak menjaga keberagaman dalam etnis, suku dan agama. Karena dengan demikian NKRI akan tetap kokoh walaupun diterpa badai perubahan dalam demokrasi dan pemahaman konsep negara modern. “Ayo jaga NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Sementara itu, akademisi Untan Prof Dr Eddy Suratman berpendapat, peringatan kemerdekaan selayaknya dimaknai dengan terbebasnya seluruh warga negara dari kemiskinan dan kebodohan. Sebagai akademisi sekaligus dosen yang mengajar generasi penerus bangsa, dirinya memang bertugas mewujudkan dua hal tersebut.

"Tugas mendidik agar mereka (anak didik)  lebih cerdas. Dalam hal ini saya mengajar ilmu ekonomi, artinya dengan ilmu yang didapatkan itu mereka harus dapat membebaskan diri dari kemiskinan," ucapnya.

Menurutnya selain masuk dalam generasi emas, Indoneisa memiliki bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Struktur penduduk saat ini hingga ke depan sangat menguntungkan dari sisi pembangunan, karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar. "Oleh karena itu angkatan muda tidak boleh diatur oleh teknologi informasi, sehingga mereka lupa waktu untuk meningkatkan kapasitasnya," ujarnya.

Anak-anak muda harus terus diarahkan berpikir dan bekerja, untuk disiapkan menjadi generasi yang produktif dan inovatif. Diharapkan kaum muda tidak malu melakukan sesuatu meskipun hanya hal-hal yang sederhana. "Tentu jauh lebih mulia generasi muda yang mau bekerja di sawah misalnya, dibanding mereka yang melakukan hal-hal negatif," pungkasnya. (mif/bar/gus)   

Berita Terkait