Merayakan Kemerdekaan Menjaga NKRI

Merayakan Kemerdekaan Menjaga NKRI

  Rabu, 17 Agustus 2016 10:27

Berita Terkait

PONTIANAK - Forum Bela Negara Kalbar mengadakan Safari Merah Putih di wilayah Tapal Batas Indonesia, di Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, 15-17 Agustus 2016. Momentum peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia dimanfaatkan komponen Bela Negara, ormas, dan warga di perbatasan Kalbar untuk mengaplikasikan rasa nasionalisme di wajah Indonesia.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono yang melepas rombongan di Kantor Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Baret Merah, Senin (15/8) sore menyampaikan kebanggannya. Forum Bela Negara Kalbar yang terdiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kalbar bersatu padu melangkah nyata, melihat langsung perbatasan Indonesia.

“Era modern sekarang mungkin penguasaan secara langsung tidak dirasa, tapi yang ditempuh adalah model perang psikologi dengan merusak sendiri mental spiritualitas untuk menguasai pusat perekonomian, dan sebagainya. Ini harus dilawan dengan kekompakan bersama,” ujar Edi.

Penguasaan semacam itu jauh lebih berbahaya. Apalagi jika terjadi di wilayah perbatasan yang masih jadi sengketa Indonesia dan Malaysia. Bukan tidak mungkin pula ada upaya perluasan wilayah yang dilakukan Malaysia. Karenanya semangat bela negara harus dilakukan bersama.

“Kalau di perbatasan miskin dan kurang terdidik, tentu mereka akan mudah tertarik. Kemerdekaan sekarang adalah memerangi kemiskinan dan kebodohan dengan memberdayakan masyarakat dan adanya pembangunan dengan ikhlas dan serius, tidak sesaat,” jabarnya.

Sementara, Koordinator Pelaksana Safari Merah Putih Mirwanto menjelaskan kegiatan ini didasari adanya potensi ancaman, gangguan, dan hambatan terhadap upaya pembangunan, keamanan dan keutuhan dan kedaulatan NKRI. Oleh karenanya penting meningkatkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, mempererat persatuan dan berpartisipasi membantu aparat keamanan dan pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kita ingin hal ini meningkatkan solidaritas, nasionalisme dan persatuan ormas, bela negara, masyarakat dan pemuda dalam menciptakan ipoleksosbudhankam di Kalbar. Jangan sampai ada yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” terangnya.

Safari Merah Putih yang baru pertama kali digelar ini rencananya akan mengibarkan Merah Putih di area patok A-88 dengan melibatkan 71 orang. Namun, Mirwanto mengatakan jumlah itu agaknya akan bertambah melihat antusias ormas yang bergabung.

“Dengan menancapkan Merah Putih di sana kita ingin menunjukan kalau wilayah itu adalah batas politik, hukum dan kedaulatan Indonesia. Tak bisa ditawar-tawar,” pungkasnya.

Sementara itu, DPRD Kalimantan Barat mengajak seluruh kalangan masyarakat memaknai kembali arti kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diraih sejak 71 tahun silam.

"Dengan usia 71 tahun, Indonesia harus semakin  dewasa dalam berbagai pencapaian. Baik dalam pembangunan di segala sektor maupun perkembangan di bidang lainnya," kata Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah, Selasa (16/8).

Menurut dia, salah satu memaknai ialah dengan mengikuti upacara HUT Kemerdekaan, dan meresapi kembali nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan terdahulu. Momentum peringatan 17 Agustus juga harus menjadi bahan renungan bagi seluruh masyarakat agar lebih menghormati dan menghargai makna perjuangan.

"Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, mari terus kita jaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dia juga berharap generasi muda bisa menjadi generasi terbaik. Apalagi, kalangan veteran selama ini sudah memberikan semangat kepada rakyat. Generasi penerus harus mampu menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang merebutkan kemerdekaan. Selain itu, generasi muda harus bisa mewujudkan cita-cita perjuangan dengan membuat program-program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Suriansyah mengajak kepada seluruh elemen masyarakat supaya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana perenungan dan introspeksi diri. Sehingga ke depan mampu menjadi motivasi dalam melanjutkan pembangunan juga cita-cita perjuangan para pejuang. Sudah sepantasnya perjuangan para pahlawan menjadi bahan pembahasan serius bagi generasi muda.

"Perjuangan harus dihargai. Sebab, ini bukan hanya mengorbankan harta dan keluarga korban, tapi nyawa dan darah taruhannya dalam mencapai kemerdekaan negeri ini,"  ucapnya.

Suriansyah melanjutkan bahwa kemerdekaan juga merupakan momentum pencerahan alam pikir segenap komponen bangsa. Proklamasi kemerdekaan merupakan jembatan emas yang diperjuangkan founding fathers bagi rakyat guna merefleksikan permasalahan bangsa secara kekinian di sekitar kita. Masyarakat saat ini berharap adanya stabilitas sosial dan ekonomi dan pencapaian pemerintah dalam mewujudkan dan menggenapkan hak dasar warga negara, yakni pendidikan, kesehatan, dan keterjaminan selaras dengan agenda Pilkada nantinya.

Suyanto Tanjung, anggota DPRD Kalbar yang juga ketua Partai Hanura Kalbar memaknai kemerdekaan adalah bagaimana infrastruktur di wilayah pedalaman, perhuluan atau perbatasan dapat terbangun dengan baik. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di ujung Kalbar juga merasakan dampak arti kemerdekaan tersebut. “Itu makna kemerdekaan bagi saya. Rakyat di perhuluan Kalbar menikmati segala fasilitas negara,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, makna kemerdekaan ialah bagaimana harga kebutuhan pokok di daerah perhuluan, pedalaman dan perbatasan Kalbar dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Artinya merdeka bagi masyarakat di sana membeli beras dan kebutuhan lainnya dengan harga murah meriah,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah membangun negeri menjadi lebih mandiri dan besar sehingga akan berdampak positif bagi warganya. Khususnya di Depok, apa yang harus dilakukan agar warga Depok maju dalam pendidikan, sosial budaya, dan agama. Itu yang harus dibangun dan dikembangkan.

“Membangun negeri artinya membangun rakyatnya, jangan hanya negeri yang merdeka, rakyatnya juga harus merdeka. Itulah makna kemerdekaan,” pungkasnya.(bar/den)

Berita Terkait