Merawat Gigi Anak

Merawat Gigi Anak

  Minggu, 7 February 2016 08:19

Berita Terkait

Konsultasi Kesehatan Gigi

Tanya:

Dokter bagaimana ya merawat kesehatan gigi anak-anak saya yang sudah mulai berganti gigi dengan gigi dewasa, maklumlah Dok mereka makan jenis makanan yang dapat merusak gigi misalnya coklat, eskrim, snack, dll, tolong ya Dok?

 

K, Pontianak

 

Jawab:

Bila Anda memiliki anak-anak, tentunya Anda menyadari betapa pentingnya merawat gigi mereka bagi kesehatan mereka... dan biayanya bisa sangat mahal.Kadang kala, anak-anak kecil membutuhkan perawatan gigi secara khusus. Dokter gigi khusus anak-anak biasanya merancang tempat praktek serta pendekatan mereka dengan tujuan membuat anak-anak merasa aman dan nyaman.

Orthondentia (pelurusan gigi) bagi anak kecil dalam situasi tertentu dapat meringankan atau menghilangkan kebutuhan akan pekerjaan yang lebih kompleks di kemudian hari. Sering juga disebut "orthodontic interseptif," perawatan ini dapat membantu gigi dewasa yang akan tumbuh untuk berada di posisi yang seharusnya.

Perlukah Gigi Di Foto X-Ray? Sebelum para dokter gigi mampu mengembangkan kemampuan untuk melihat seperti Superman dengan pandangan x-raynya agar mampu melihat di antara gigi dan lapisan gusi, maka jawabannya adalah "Ya."

Banyak bentuk penyakit gigi yang tidak terlihat dengan mata telanjang lepas dari pengamatan dan berakhir dengan tanggalnya gigi atau bahkan jiwa seseorang. Contohnya, lubang di pinggiran gigi, infeksi pada tulang sekitar akar gigi dan kista serta tumor pada rahang.

Jumlah dan jenis film x-ray yang dibutuhkan ditentukan menurut kondisi yang ada, seperti usia, sejarah kesehatan giginya, simtom yang dialami dan resiko penyakit gigi yang dihadapi. Pasien baru mungkin membutuhkan sejumlah pengambilan x-ray untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang area-area tersembunyi di dalam mulut; bila Anda telah menjadi langganan dokter gigi Anda, mungkin pengambilan x-ray Anda hanya akan dilakukan secara berkala. Dokter gigi Anda yang akan menentukan hal ini setelah mulut dan gigi Anda diperiksa dan kebutuhan kesehatan gigi Anda dipertimbangkan.

Banyak orang merasa takut akan kontak langsung dengan radiasi. Pengambilan film x-ray lengkap (21) mengantarkan sekitar 13 millilrem, sama dengan 16 hari kontak langsung dengan sumber-sumber radiasi natural yang ada di lingkungan kita. Secara umum, karena tingkat kontak langsung yang rendah, kegunaan penggunaan x-ray melampaui resiko kesehatan yang mungkin terjadi. Tetapi bila Anda merasa khawatir, bicarakanlah dengan dokter gigi Anda. Ingatlah, uang yang dikeluarkan untuk langkah pencegahan dan pemeriksaan seperti pengambilan x-ray akan menghasilkan penghematan biaya, yang mungkin akan dikeluarkan bila terjadi sesuatu kelak.

Rambut adalah mahkota, gigi adalah mutiara, ini merupakan pemberian Tuhan yang harus kita pelihara. Kalau kita melihat gadis cantik, rambut, wajah dan semuanya serasi, tetapi begitu tersenyum atau tertawa, wah ada gigi depan yang hitam/berlubang atau ompong tentu saja menjadi kurang menarik.

Ditambah hal-hal tersebut dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Karenanya seseorang akan menjadi rendah diri, kurang percaya diri dan tentu akan menjadi kendala di dalam pergaulan di manapun. Memang harus diakui masyarakat pada umumnya takut datang ke dokter gigi. Bahkan kadang-kadang sudah terjadi rasa sakit yang amat sangat atau sudah bengkak, cenderung diobati sendiri karena sedemikian takutnya datang ke dokter gigi.

Karena banyak mendengar omongan-omongan orang yang tidak benar dan tidak ada dasarnya. Misalnya, kalau cabut gigi atas bisa menyebabkan mata buta. Hal ini tidak benar. Sebaliknya gigi rusak dapat menimbulkan macam-macam penyakit seperti kanker, jantung, reumatik, eksim, migrain, kelainan pada otak dan paru-paru, serta masih banyak lainnya.

Gigi rusak merupakan “Focal Infeksi”, artinya infeksi pada gigi tapi menyebabkan sakit pada bagian tubuh yang lain, misalnya gigi rusak, tapi sakit sebagai akibat dirasakan di tempat lain misalnya encok pada persendian. Perlu diterangkan juga sebagai sumber infeksi, tidak usah gigi itu rusak atau berlubang. Gigi yang kelihatan sehat tidak berlubang, tapi setelah diselidiki di bawah giginya ada ‘pocket’nya (kantung) di gusi, dapat menyebabkan sumber infeksi juga. Sayang masyarakat kita tak biasa menempuh tindakan pencegahan yang sebenarnya hanya dengan menyikat gigi secara baik dan teratur, malah cenderung menyepelekannya.

Prinsipnya lebih baik mencegah karena biayanya lebih murah daripada harus berobat gigi apalagi kalau harus menjalankan proses rehabilitatif dengan pembuatan gigi palsu misalnya. kita akan tidak merasa sakit kalaupun harus dilakukan perawatan pada gigi. Maka itu jangan takut berkunjung ke dokter gigi baik untuk pemeriksaan rutin ataupun pengobatan. Kita harus sadar bahwa kesehatan gigi penting dan marilah kita memasyarakatkan kesehatan gigi.

Bagaimana cara merawat gigi yang baik, Menyikat gigi dengan baik dan teratur, untuk ini ada 3 faktor yang harus diperhatikan:
Pemilihan sikat gigi

Bulu sikat jangan terlalu keras/lembek/jarang. Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi ada bagian gigi yang tidak tersikat. Ini biasanya pada gigi geraham bungsu.

Cara/gerakan sikat gigi. Vertikal dari arah gusi ke ujung gigi. Untuk rahang atas dari atas ke bawah. Untuk rahang bawah ke atas. Bagian luar, dalam dan permukaan gigi yang untuk mengunyah disikat dengan teliti, tidak usah terlalu keras, tapi mantap. Gusi harus tersikat agar sisa-sisa makanan lunak yang ada di leher gigi hilang dan juga kita secara tidak sadar melakukan massage (pijatan) pada gusi, sehingga gusi sehat, kenyal dan tidak mudah berdarah. Dan lagi kita mencegah terjadinya karang gigi.

Frekuensi sikat gigi. Dua kali sehari, pagi dan malam. Yang paling penting malam hari sebelum tidur. Tentu saja sebaiknya sikat gigi dengan odol yang mengandung fluor yang dapat menguatkan email. Kontrol rutin ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali.(diasuh drg multi juto bhatarrendro)
 

Berita Terkait