Merantau? Siapa Takut

Merantau? Siapa Takut

  Rabu, 27 July 2016 09:58

Berita Terkait

Nggak banyak sobat Z yang suka dan mau hidup di kota perantauan. Tapi jika demi menuntut ilmu, perasaan berat meninggalkan tanah kelahiran, jauh dari keluarga bahkan takut menghadapi hidup sendiri pun harus segera disingkirkan. Wajar jika diperlukan keberanian dan tekad yang kuat dalam mengambil keputusan untuk merantau. Seperti curhatan sobat Z di bawah ini.

By : Ghea Lidyaza Safitri

From NTT to Kalbar

Maria Yersiana Ngguali

Mahasiswi FKIP Kimia Untan asal NTT

“Sebenarnya aku udah mulai merantau kurang lebih selama 7 tahun, sejak masih duduk di bangku SMP. Karena rumahku itu jauh dari kabupaten, jadi udah terbiasa ngekos. Tapi pilihan untuk merantau melanjutkan kuliah di Kalimantan sebenarnya bukan pilihan utama, hanya saja aku menghormati pilihan ortu, khususnya om yang mengajak aku ke Kalimantan. Merantau di Kalimantan udah aku jalani selama setahun, belum ada keinginan pulang sih, rencananya pulang setelah selesai kuliah aja. Sejauh merantau, hal yang paling aku rindukan adalah kebersamaan bareng keluarga. Menjadi anak rantau mengajarkanku untuk lebih mandiri, bisa mengatur keuangan dan memanfaatkan waktu dengan bijak. Anak yang memilih merantau lebih ke keras kepala, rajin, apa adanya, hemat, suka menolong dan nggak malu bergaul sama siapa saja.”

From Kalbar to Jogja

Fikri Aulia

Mahasiswi Hukum UMY asal Kalbar

 “Awal memilih kuliah di luar Kalbar sebenarnya hasil rekomendasi dari ortu, soalnya ortu jelasin dengan rinci gimana kondisi kuliah di luar Kalimantan baik dari segi fasilitas, atmosfir belajarnya sampai semangat orang-orangnya buat belajar. Tapi semakin kesini aku makin sadar kalau sebenarnya kuliah dimanapun sama aja. Dukanya merantau amat aku rasakan, seperti masalah makan. Dulu bisa langsung makan karena udah tersedia. Kalau di perantauan aku harus cari dulu ke luar. But, berhubung udah merantau selama 3 tahun sudah makin terbiasa. Sukanya sih aku banyak dapat pengetahuan baru di luar daerah, apalagi di kampusku ini teman-temannya nggak hanya dari pulau Jawa aja, melainkan dari Sabang hingga Merauke. Kebayang dong banyak banget pertukaran budaya yang bisa dipelajari. Buatku anak yang memilih merantau termasuk anak yang berani karena bisa jauh dari ortu.”

Berita Terkait