Merajut Cinta di Bulan Asyura

Merajut Cinta di Bulan Asyura

  Selasa, 27 Oktober 2015 13:40

Oleh: Rahmat Yadawa

Pembaca yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wata’ala, tak terasa roda waktu berputar dengan cepatnya, sehigga sadar atau tidaknya kita saat ini, semuanya telah sampai pada bulan Muharram dalam tahun hijriah. Yang menandakan awal tahun baru bagi kita umat Islam di dunia, sebagian orang mungkin tidak menyadari betapa mulianya bulan Muharam ini. Sering kita dengar Muharam juga disebut bulan Asyura. Bulan yang menurut penulis merupakan bulan penuh cinta kasih, terutama cinta Yang Kuasa kepada umatnya.

Dari sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas Radhiayyalahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura yakni tanggal 10 bulan Muharram, maka Allah Ta’ala akan memberi pahala kepadanya pahala 10.000 malaikat. Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura maka ia akan diberi pahala 10.000 orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, serta 10.000 orang mati syahid. Barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat pada setiap rambut. Barangsiapa memberi buka puasa seorang mukmin pada malam Asyura, maka seolah-olah  ia memberi buka dan mengenyangkan perut segenap umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam,”.

Ketika melihat Hadits di atas, maka yang terbersit pertama kali di dalam pikiran pembaca adalah, mengapa Allah Subhanahu wata’ala sangat mengistimewakan bulan Asyura ini. Mengapa begitu banyak kebaikan dan rahmat yang dilimpahkan, mengapa Allah begitu menampakkan cintanya yang begitu besar kepada umatnya, maka itu akan terjawab pada lanjutan Hadist di atas.

Pertanyaan-pertanyaa seperti itu juga diutarakan oleh para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wassallam ketika menyampaikan sabdanya. Nah, pada saat sahabat bertanya pada baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, Ia menjawab “Ya, Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi pada hari Asyura. Dia menciptakan gunung pada hari Asyura, menciptakan lauh dan qalam pada hari Asyura, menciptakan Hawa pada hari Asyura, menciptakan surga dan memasukkan Nabi Adam ke dalam surga pada hari Asyura, nabi Ibrahim lahir pada hari Asyura.

Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api pada hari Asyura, menenggelamkan Fir’aun pada hari Asyura, menghilangkan cobaan dari Ayyub pada hari Asyura, menerima tobat dari Nabi Adam pada hari Asyura, mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura, Nabi Isa dilahirkan pada hari Asyura, Allah mengangkat derajat Nabi Idris dan mengangkat Nabi Isa ke langit pada hari Asyura, dan hari kiamat nanti jatuh pada hari Asyura,” jawab Rasul Shallallahu ‘alaihi wassallam dalam Hadistnya.

Subhanallah, betapa besar kemuliaan di bulan ini, inilah saatnya menunjukkan betapa besar rasa cinta kita kepada Sang Pencipta, marih kita lepaskan sejenak hubungan dengan dunia, dan bermanunggal dengan sang Maha Cinta. Asyura sejatinya berasal dari bahasa arab yang artinya sepuluh. Ada perbedaan ulama tentang penamaan Asyura ini. Sebagian ulama berpendapat Asyura itu jatuh pada tanggal sepuluh di bulan Muharram ini, tetapi ada juga yang beranggapan bahwa Allah memberi sepuluh kehormatan, kepada sepuluh Nabi.

Ada satu hal yang sering dilakukan Rasul Shallallahu ‘alaihi wassallam  pada bulan ini untuk menunjukkan rasa cinta beliau pada Kekasihnya yaitu Allah, dengan cara berpuasa. Diriwayatkan dari Aisya Radhiayyalahu ‘Anha: “Hari Asyura adalah hari di mana orang-orang Quraisy berpuasa pada zaman jahiliyah. Sewaktu di Mekkah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam selalu berpuasa pada hari itu. Ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam datang di Madinah, puasa pada bulan Ramadhan itu diwajibkan, lantas Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam mengatakan aku dahulu memerintahkan kamu untuk berpuasa pada hari Asyura. Kini siapa yang mau, boleh berpuasa, dan siapa yang mau boleh meninggalkannya,”.

Alangkah indahnya sebagai umat Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, kita semua mengikuti jejak beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam, yani berpuasa pada hari Asyura 10 Muharram itu, untuk membuktikan rasa cinta sejati kepada Tuhan. Selama ini kita dengan mudahnya melakukan apapun kepada kekasih di dunia atas nama cinta, mengapa kita tidak melakukannya juga untuk sang Maha Cinta. Marilah kita berlomba-lomba dalam hal kebajikan, sehingga kita masuk dalam golongan umat yang diangkat derajat oleh Allah.

Andaikan kita ketahui bahwa sesungguhnya puasa di hari Asyura itu, manfaatnya adalah menebus dosa selama satu tahun. Seandainya kita lebih peka memaknai kalimat-kalimat hikmah Rasul Shallallahu ‘alaihi wassallam dalam hadistnya, maka tentu hidup kita akan jauh dengan yang namanya celaka dan dosa. Untuk itu marilah kita bersama-sama menjadi manusia yang baru di tahun baru Islam ini, menjadi manusia yang mendapat gelar Insan Kamil dari Allah.

Marilah kita kobarkan api cinta yang tulus kepada Allah, dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.

*) Mahasiswa Fakultas, FUAD IAIN Pontianak