Meraih Medali adalah Kebangaan yang Utama

Meraih Medali adalah Kebangaan yang Utama

  Jumat, 6 January 2017 09:00
PRESTASI: Sunardi bersama Verdiana Rihandini, Listiya Anggarini dan Merry Ananda. BUDIANTO/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kilas Balik Prestasi Anggar Kalbar 2016 

 

Banyak kejadian dialami Sunardi, pelatih anggar Kalbar asal Mempawah yang sukses membina atlet-atlet sehingga mampu mempersembahkan dua medali emas bagi Kalbar di PON XIX Jawa Barat, September 2016 lalu. Sunardi mencurahkan perasaan dan pengalamannya melalui laman Facebook-nya. Suka duka yang mereka alami sepanjang 365 hari di tahun 2016. 

_________

Pada 16 Januari, dia mulai melaksanakan TC bagi sembilan atlet anggar Mempawah yang akan ikut ke PON XIX/2016 Jawa Barat September 2016 di Bandung. "TC ini kami mulai tanpa dukungan dana, kecuali dana pribadi. Karena bermental jelek, satu atlet mundur, jadi tinggal delapan atlet," ceritanya.

Pada 16 Agustus 2016, dia membawa delapan atletnya dan disertai dua asisten pelatih ke Kuala Lumpur guna mengikuti Kejohanan Lawan Pedang Malaysia di Sport Hall Olimpic Council. Perjalanan ini menyita waktu 14 hari,  "Alhamdulillah, atletku memperoleh medali emas floret putri, setelah menang 12-11 dari atlet Filipina di babak final," katanya.

Menurut Sunardi, dia sengaja membebani para atletnya dengan training camp bersama atlet-atlet terbaik Malaysia di kawasan Gymnasium Hall Bukit Jalil. Dengan cara ini diharapkan kemampuan para atlet menjadi semakin terasah. 

Kemudian pada 20 September 2016, mereka berangkat ke Bandung Jawa Barat, untuk mengikuti PON XIX. Cabor Anggar dipertandingkan pada 23 hingga 28 September 2016. Terhadap delapan atlet dan asisten pelatih, dia menugaskan untuk meraih tiga emas, satu perak dan dua perunggu. "Sebuah pekerjaan yang tak mudah dan tentu sangat berat. Namun tanggung jawab berada di pundak kami," katanya.

Kabar gembira datang di hari pertama dimana Verdiana dkk berhasil mempersembahkan satu medali emas dan satu perunggu di nomor floret putri. Di babak final, Dian sapaan Verdiana berhasil menang telak 15-5 atas Chintya Pua dari Kaltim. Sementara Mery Ananda menang 13-12 dari Nuraini/Riau di 8 besar dan kalah 10-15 dari Chintya Pua di Semifinal. 

"Kesan mendalam, bangga tapi aku tidak lupa bersyukur kepada-Mu ya Allah,” ujarnya. Rasa syukur itu diungkapkan antara lain karena tiga hal. Pertama karena Dian memberi medali emas pertama bagi Kalbar seperti yang terjadi di PON XVII/2008 Kaltim dan juga di PON XVIII/2012 Riau. Kedua, medali emas PON XIX/2016 Jabar yang diraih Dian, mencatatkan dirinya sebagai atlet wanita pertama secara nasional di Indonesia yang mampu meraih medali emas perorangan di tiga kali PON secara berturut-turut. 

"Ketiga, telah kucetak adanya atlet kedua di Mempawah yang meraih medali perorangan di PON Jabar pada usia 18 tahun, dialah Mery Ananda. Sebelumnya, di PON XVI/2004 Sumsel pada senjata degen putri, Dian Novianti Pratiwi memperoleh perunggu perorangan, di usia 19 tahun,” katanya. 

Selanjutnya, cerita Sunardi di hari ke-2 tanggal 24 September, satu atlet degen putri gagal merebut medali. Di hari ketiga, 25 September dan keempat 26 September atlet binaan Sunardi meraih medali perunggu degen perorangan putra dan floret beregu putri. 

Hari kelima 27 September, Degen Beregu putri gagal meraih medali. Dan pada hari keenam 28 September yang merupakan hari terakhir cabor anggar, di nomor degen beregu putra sukses merebut medali emas setelah mengalahkan regu Maluku, DKI Jakarta dan akhirnya melibas regu tuan rumah Jawa Barat, 45-41 di babak final. 

Selain Ketum KONI Syarif Machmud Alkadrie, ada dua profesor yang menyaksikan final itu. Yakni, Slamet Rahardjo dan Victor Simajuntak. Juga Pengurus teras KONI Kalbar. Euforia melambung tinggi di kubu Kalbar. Semua begitu gembira dan senang. Kalbar menutup perolehan medali dengan lebih baik dari PON empat tahun lalu di Pekanbaru. 

"Alhamdulillah puji dan syukurku kepada-Mu ya Rabbi. Rahmat dan karunia-Mu kepada kami begitu besar. Terima kasih kepada Deni F Rakhman dan Eko Darmawan, Asisten Pelatih yang berperan besar atas keberhasilan ini. Kepada atlet-atletku semua, terima kasih atas kedisiplinan kalian, kepatuhan kalian, keikhlasan kalian dan kerjasama kalian yang akhirnya mengantar kalian meraih medali di PON XIX/2016," ungkap Sunardi dengan penuh haru. 

Menurut Sunardi, meraih medali adalah kebangaannya yang utama. Adalah janji bonus juara dari Pemerintah Provinsi Kalbar. "Sudah kutunaikan perolehan medali emas di empat PON berturut-turut dan sekarang aku undur diri sebagai pelatih di tingkat Kalbar untuk event-event kejuaraan tingkat nasional. Goresanku ini merupakan ungkapan nuraniku sebagai pelatih anggar yang kujalani sejak tahun 1991," ungkap Sunardi. (bdi)

Berita Terkait