Merah Putih Berkibar, Tapi Puskesmasnya Hancur

Merah Putih Berkibar, Tapi Puskesmasnya Hancur

  Senin, 18 April 2016 10:05
BERKIBAR: Puskesmas Puring Kencana kontras sebagai bangunan di perbatasan Negara. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Merah putih setiap hari berkibar di depan Puskesmas Puring Kencana dan Puskesmas Empanang. Dua dari lima kecamatan di Kapuas Hulu yang berbatas langsung dengan Serawak, Malaysia. Ini menunjukan NKRI merupakan sebuah negara besar dengan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk melindungi negara. 

Mustaan, Puring Kencana

BERBANDING terbalik dengan kondisi bangunan Puskesmasnya. Gedung tempat pelayanan rawat jalan bagi masyarakat di Kecamatan Puring Kencana sangat memprihatinkan. Pada gedung itu, disana sini terdapat banyak kerusakan. Beberapa dek terlihat sudah hancur karena atapnya bocor, demikian juga dengan pintu-pintunya.

Tidak hanya itu, sebagian jendela juga sudah jebol. Belum lagi WC dan kamar mandi yang sudah rusak dan tidak berfungsi. Kondisi serupa juga terjadi pada fisik bangunan rawat inap Puskesmas Kecamatan Empanang yang juga merupakan kecamatan perbatasan di Kapuas Hulu. Puskesmas Empanang dibangun ditepi sungai, membuat puskesmas itu setiap tahun selalu terendam banjir. 

Selain selalu menjadi langganan terendam banjir, fisik bangunan puskesmas rawat inap tersebut juga sangat memperihatinkan. Dengan kondisi tersebut wajar saja banyak warga Puring Kencana dan Empanang memlih berobat dan melahirkan ke Sriaman, Serawak dan Kucing, karena fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan terbatas mestikipun daerah sudah berbuat maksimal.

Dikorfirmasi terkait kondisi dua puskesmas di berada terdepan NKRI ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dr. H. Harisson, M.Kes menyampaikan, Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2011 lalu telah membangun gedung rawat inap Puskesmas Puring Kencana. Namun hanya sebatas gedung rawat inap saja. Sementara untuk gedung rawat jalan memang belum dibangun. 

“Pemerintah Daerah mempunyai keterbatasan dana. Untuk itu pelayanan rawat jalan disatukan dengan pelayanan rawat inap di gedung yang sama. Seharusnya memang antara pelayanan rawat jalan dan rawat inap harus di gedung yang terpisah,” terangnya. 

Dia mengatakan, pelayanan yang menyatu antara ruang rawat jalan dan rawat inap dalam satu gedung memang akan menyulitkan. Terutama bagi petugas dalam melayani pasien dan terganggunya pelayanan kepada warga di daerah perbatasan RI-Malaysia tersebut. Untuk Puskesmas Empanang Pemda melalui dana DAK tahun 2015 telah merehab fisik gedung rawat jalan dan sekarang telah berfungsi. Namun karena keterbatasan dana, gedung rawat inapnya memang belum dilakukan perehaban hingga sekarang. 

Mantan Direktur RSUD dr Ahmad Diponegoro Putussibau ini mengatakan, rencananya memang gedung rawat inap Puskesmas Empanang akan direlokasi dari bantaran sungai. Agar tidak terus menerus terendam air saat banjir, yang membuat fisik bangunan cepat rusak dan terganggunya pelayanan. 

“Kalau musim banjir seperti sekarang ini Puskesmas itu mememang rawan,” tuturnya.

“Fisik bangunannya yang perlu direhab bukan hanya gedung rawat jalan dan rawat inap saja, namun masih banyak rumah dokter, dokter gigi dan paramedis juga perlu direhab,” jelasnya. Bagaimana mereka dapat bekerja dengan baik kalau rumah mereka tidak memadai. Selain itu, diperlukan peralatan kesehatan, karena peralatan kesehatan yang ada banyak yang sudah rusak. 

Seperti kursi gigi beserta peralatannya dan lain lain. Untuk tahun 2016 ini sesuai dengan amanat Permenkes No. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional puskesmas di Kabupatan Kapuas Hulu termasuk puskesmas yang ada di daerah perbatasan akan dilakukan akreditasi secara nasional.“Kami akan melakukan akreditasi secara bertahap,” jelasnya. 

Pelaksanaan akreditasi puskesmas tentu akan terhambat jika fisik gedung beserta peralatannya  tidak memadai atau tidak sesuai dengan pedoman fisik puskesmas sesuai dengan peraturan menteri kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Harisson berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan Provinsi untuk bisa mengalokasikan perbaikan.

Atau rehab bangunan fisik puskesmas-puskesmas tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu telah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Propinsi melalui e-renggar untuk perbaikan gedung puskesmas itu. Mudah-mudahan disetujui. “Kami sudah mengajukan perbaikan atau rehab gadung puskesmas dua kecamatan itu ke Provinsi,” terang Ketua IDI Kapuas Hulu ini.(*)

Berita Terkait