Menyusun Bagian ‘Hasil’ Artikel Ilmiah

Menyusun Bagian ‘Hasil’ Artikel Ilmiah

Sabtu, 2 December 2017 08:02   51
ilustrai; internet

DALAM minggu ini diterima dua pucuk surat elektronik yang merespons sajian tentang abstrak artikel yang lalu (Pontianak Post 26 Okt 2017). Berikut cuplikan dari salah satu surat itu. “Maaf, Bapak, saya siswa SMP. Kadang-kadang, saya mendengar ‘diskusi’ ayah dan ibu saya di meja makan sewaktu makan malam tentang susahnya menulis abstrak artikel mereka. Ayah dan ibu saya juga dosen. Maaf. Tetapi, ketika saya iseng membaca artikel di Pontianak Post Minggu lalu, kayaknya ada rumusnya.  Rasanya  mudah membuat abstrak....... Bolehkah dibahas bagian yang lain? Terima kasih, Bapak?”

Terima kasih disampaikan kepada Ananda, pengirim surat ini. Baiklah,  sajian ini akan membahas tentang bagian ‘Hasil’ dari sebuah artikel ilmiah. Bagian ini, ‘Hasil’, berisi tentang apa yang di-‘peroleh’ si pemilik artikel. Sayang, penelusuran lewat internet tidak menemukan tulisan yang cukup rinci sehingga dapat diringkas menjadi sebuah ‘rumus’ umum seperti untuk bagian ‘abstrak’.

Departemen Biologi dari Bate College, Lewiston, Maine, AS, 2011, mengeluarkan semacam pedoman menulis ilmiah dengan judul ‘The Structure, Format, Content, and Style of a Journal-Style Scientific Paper’. Disebutkan bahwa fungsi bagian ‘Hasil’ dari sebuah artikel ilmiah adalah berisi sajian yang objektif dari hasil/temuan yang diperoleh penulis (tanpa interpretasi) dalam serangkaian urutan yang masuk akal dalam rupa baik teks maupun tabel/diagram.

Bagian ‘Hasil’ selalu dimulai dengan ‘teks’ yang menyampaikan yang ditemukan dengan cara merujuk kapada tabel atau gambar secara berurutan. Rangkuman analisis statistik biasanya juga disertakan dan diletakkkan dalam ‘tanda kurung’. Jangan lupa, hasil yang negatif juga harus disampaikan,  walaupun, sering orang ‘menyembunyikkan’nya.

Selain fungsi, dingatkan juga tentang ‘style’ bagian ‘Hasil’. Bagian ‘Hasil’ mesti disajikan dengan ringkas dan objektif. Jika menggunakan bahasa Inggris disarankan dalam bentuk ‘kalimat pasif. Sesekali, baik juga jika digunakan kalimat aktif agar tidak membosankan dan monoton. Pengulangan  paragraf sebaiknya juga dihindari. Intinya, bagian ‘hasil’ menyampaikan percobaan/pengamatan yang dilakukan sehingga secara berurutan dan masuk akal mendukung hipotesis atau menjawab pertanyaan yang diajukan pada bagian ‘pendahuluan’ yang ada di awal artikel.

APA Style memberikan lebih rinci seperti berikut ini. Secara umum, temuan utama disajikan di paling awal kemudian diikuti temuan-temuan lainnya. Urutan sajian mesti sama dengan urutan hipotesis atau pertanyaan yang ditampilkan pada bagian pendahuluan.

Paragraf pertama difokuskan pada informasi demografis yang paling relevan dengan penelitiannya. Misalnya: tingkat sosial responden, pekerjaan, jender dsb. Dimulai dengan kelompok kategori yang paling banyak/besar diikuti kelompok yang lebih kecil secara berturut-turut.

Sebagai ilustrasi misalnya dipalorkan seperti berikut. “Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 300 orang siswa SMAN I Entikong. Dua ratus dari responden adalah siswa perempuan. Selain itu, responden yang diambil secara acak ini juga telah mewakili secara proporsional masing tingkat kelas (Kelas=10: 125; Kelas-11: 100; dan Kelas-12: 75 orang).”.

Paragraf  berikutnya mulai dengan temuan utama. Ini terkait dengan hipotesis atau pertanyaan yang disajikan pada bagian ‘Pendahuluan’. Sebaiknya, hipotesis atau pertanyaan itu disajikan ulang, secara tidak langsung, untuk membantu pembaca menangkap intinya. Misalnya, sebagai ilustrasi, “Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa para siswa di perbatasan Indonesia-Malaysia tidak kehilangan keindonsiaannya”.

Paragraf-paragraf berikutnya menyajikan temuan-temuan penting lain yang berkaitan dengan hipotesis. Misalnya, “Uji-t menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tentang kadar keindonesiaan mereka (t=0,75; f=298; p=0.01)”. Hasil analisis varian juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan menurut tingkat kleasnya (F=2.71; df=2,297 ; p=0.01)

Paragraf berikutnya menjajikan temuan yang unik, khas jika ada. Misalnya, “Telaah lebih dalam menemukan semua skor keindonesiaan mereka yang SMPnya di negara tetangga (15 siswa) di atas skor rata-rata (M=75.00; SD=7.05)”.

Berikut beberapa tips yang perlu diingat. Pertama, jangan lupa merujuk pada tabel atau lampiran yang sesuai. Misalnya, “Detail distribusi skor keindonesiaa menurut jender dapat dilihat pada Tabel 2. Rincian perhitungan Uji-t disajikan di Lampiran 2”. Mungkin tidak disnjikan dengan teks tetapi dalam tanda kurung. Misalnya ...(lihat Tabel 2) dan ....(lihat Lampiran 2).

Jika dilaporkan dalam bentuk angka gunakan sampai dengan dua angka di belakang koma. Misalnya: “1.25” atau “88.75%”.

Jika digunakan simbol-simbol statistik, gunakan kesepakatan berikut ini. M untuk Mean/nilai rata-rata; SD untuk deviasi standar atau simpangan baku, Jika melaporkan Mean mesti sertakan juga Deviasi Standar-nya. N untuk besar sampel total.  Dan, sub-sampel dengan simbol n, dst.

Harvard dan Vancouver Style tidak memberikan pentunjuk yang serinci ini untuk penulisan bagian ‘Hasil’. Tetapi, saran umum,  jika ingin mengirimkan artikel untuk diterbitkan di suatu jurnal ilmiah tertentu, silahkan mempelajari pedoman yang digunakan atau yang dirujuk oleh jurnal yang bersangkutan. Pedoman format yang dipergunakan wajib ditaati karena format itu sebagai langkah pertama komunikasi. Para editor/reviewer tidak mau diributkan dengan urusan format. Karena itu, hanya artikel dengan format yang sesuai yang akan diproses berikutnya. Mereka memfokuskan pada substansi tulisan.

Inilah yang dapat disajikan tentang penyusunan bagian ‘hasil’ dari sebuah artikel ilmiah. Semoga bermanfaat, khususnya bagi Ananda pengirim surat elektronik yang meminta membahasnya. Semoga, kelak bisa menjadi penulis artikel yang handal. Semoga!

Leo Sutrisno