MENYIKAPI BENCANA

MENYIKAPI BENCANA

Jumat, 11 March 2016 09:42   566

“ Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka itu disebabkan perbuatan tangan-tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar ( dari kesalahan – kesalahanmu ) “ ( Asy-Syura 30 ).”
          Allah menciptakan segala sesuatu yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, diantaranya dengan terjadinya berbagai bencana dan atau musibah yang beruntun  di seluruh dunia termasuk di tanah air kita saat ini. Allah mentakdirkan terjadinya bencana tersebut dalam rangka menakuti-nakuti hamba-hamba-Nya dalam rangka memperingatkan mereka atas apa-apa yang telah Dia wajibkan kepada mereka dari hak-hak-Nya, yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya .” Dan tidaklah Kami mengirimkan tanda-tanda itu, kecuali dalam rangka untuk menakut-nakuti “ ( Al Isra’ : 60 ) “ Katakanlah Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan dan menjadikan sebagian kalian merasakan keganasan sebagian yang lain “( Al An’am 65 ).
          Jadi semua yang terjadi saat ini yang mengakibatkan kemudharatan bagi hamba-hamba-Nya dan yang menyebabkan berbagai macam kemelaratan , kematian,kesakitan dan penderitaan bagi mereka, disebabkan pebuatan maksiat dan syirik yang mereka lakukan.” Maka masing-masing mereka itu Kami adzab disebabkan dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu kepadanya, di antara mereka ada yang Kami siksa dengan suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang ada Kami benamkan kedalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah tidaklah sekali-kali hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri – diri mereka sendiri ” ( Al Ankabut : 40 ).
          Ibnul Al Qayyim berkata “ Terkadang pada sebagian waktu Allah mengijinkan bagi bumi untuk bernafas. Maka terjadilah di atas muka bumi itu gempa yang dahsyat. Kemudian gempa tersebut menyebabkan terjadinya kekhawatiran dan ketakutan yang besar pada hamba-hamba Allah, sehingga mereka ( karena sebab terjadinya gempa itu ) kembali ke jalan Allah, meninggalkan perbuatan maksiat , tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah, serta menyesal “
          Menyikapi musibah yang telah melanda sebagian besar tanah air kita ini, satu – satunya jalan kita berpedoman kepada firman-Nya “ Kalau sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa, Kami pasti membukakan/melimpahkan kepada mereka barakah-barakah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan ( ayat-ayat Kami ), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang mereka lakukan “ ( Al A’raf 96 ). Di antara jaminan Allah swt kepada hamba-Nya yang bertaqwa “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak di sangaka-sangka “  ( Ath;Thalaq : 2-3 ) Dan di antara ciri orang yang beriman dan bertaqwa ialah : Selalu bertaubat kepada Allah, memperbanyak zikir, memperbanyak istighfar kepada-Nya. Rasul saw bersabda “ Jika kalian melihat/mengalami yang demikian ( gerhana, gempa, dan bencana –bencana lainnya ), takutlah serta merendahkanlah diri kalian kepada Allah dengan berzikir kepada-Nya, berdoa dan beristighfar kepada-Nya “. Kemudian, menyayangi orang – orang faqir dengan bersedekah kepada mereka. Nabi saw bersabda “ Saling mengasihilah di antara kalian, niscaya kalian akan dikasihi. Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman ( Allah ). Saling mengasihilah di antara kalian orang-orang di bumi ini, niscaya kalian akan dikaihi oleh yang ada di atas langit.”
          Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “ Saya berlindung kepada Allah swt untuk kalian dapati lima perkara : Tidaklah muncul kekejian pada sebuah kaum dan mereka menampakkannya kecuali mereka akan diberi cobaan dengan wabah pes dan penyakit – penyakit yang tidak pernah ada pada orang – orang yang hidup mendahului mereka. Tidaklah sebuah kaum mengurangi timbangan dan ukuran-ukuran mereka akan dicoba dengan kemarau panjang, krisis bahan makanan dan kezaliman serta kecurangan penguasa. Tidaklah sebuah kaum menahan dari pembayatan zakat dari harta mereka kecuali mereka akan dihalangi dari setetes air dari langit, kalaulah bukan karena binatang – binatang niscaya tidak akan diberi hujan. Tidaklah sebuah kaum menyelisihi janji kecuali Allah akan kuasakan kepada mereka musuh dari selain mereka sehingga musuh-musuh itu akan mengambil sebagian yang dimilki oleh kaum itu. Dan tidaklah para pemimpin mereka tidak mengamalkan apa yang Allah turunkan dalam kitab-Nya kecuali Allah akan menjadikan pertikaian di antara mereka sendiri “ ( HR.Ibnu Majah )
          Wallahu’alam.
                                                         

Uti Konsen