Menyiapkan Dana Pendidikan Buah Hati

Menyiapkan Dana Pendidikan Buah Hati

  Senin, 29 Agustus 2016 09:30

Orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Termasuk pendidikan, pasti menjadi prioritas mereka. Banyak orangtua yang memikirkan masa depan pendidikan buah hatinya sejak jauh hari. Ada yang memilih menabung, tetapi banyak pula yang ikut tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan.

Oleh : Marsita Riandini

Setiap anak pasti ingin bersekolah setinggi-tingginya. Namun tak bisa dipungkiri pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Orangtua pun memiliki peran penting dalam menyediakan biaya pendidikan bagi buah hatinya.

Menyiapkan dana bagi anak sebaiknya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Jika tidak, dikhawatirkan para orang tua akan kewalahan. Apalagi jika tidak didukung dengan kemampuan finansial yang mumpuni. 

“Mempersiapkan dana pendidikan itu memang lebih baik jauh-jauh hari. Sebab orang tua tidak tahu apakah saat waktunya tiba, uang yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan anak terpenuhi,” jelas tenaga pengajar di STIE Pontianak, Ari Widiati, MM.

Biaya pendidikan ini kerap menjadi momok bagi para orang tua, sedangkan kebutuhan lain pun harus terpenuhi. Tak ada salahnya mulai menyisihkan pendapatan untuk dana pendidikan anak. “Menyisihkan dana pendidikan juga harus menyesuaikan dengan pendapatan keluarga, dan kebutuhan lain yang harus dipenuhi,” ungkapnya.

Usahakan dana pendidikan tidak diambil sampai batas waktu yang dibutuhkan nanti. Orang tua harus bisa memilah dan memilih cara yang tepat bentuk menyimpan dana tabungan. 

Bentuk simpanan dana bisa bermacam-macam. Selain dalam bentuk dana tabungan konvensional, tabungan pendidikan, bisa pula lewat asuransi maupun investasi. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. 

“Silahkan saja memilih menabung secara konvensional, tetapi kita tidak tahu kebutuhan apa yang datang bersamaan dengan kebutuhan dana pendidikan anak. Biasanya bila dana ditabung secara konvensional, mudah diambil terutama ketika ada kebutuhan tak terduga,” tuturnya.

Uang yang disimpan dalam bentuk tabungan pun semakin lama semakin berkurang nilainya. Apalagi jika kondisi ekonomi Indonesia kian menurun, nilai uang tabungan akan berpengaruh. 

Anda bisa pula memilih menggunakan tabungan pendidikan. Tabungan pendidikan tidaklah sama dengan tabungan konvensional ataupun asuransi. Tabungan pendidikan anak memiliki beberapa ciri khas yang berbeda dengan tabungan biasa. Dalam tabungan pendidikan, Anda diharuskan rutin menabung dengan target hasil pada waktu yang telah ditentukan. 

“Tabungan juga bisa dengan asuransi pendidikan. Tentu saja harus mempelajari keuntungan dan kelebihan asuransi pendidikan tersebut. Sesuaikan pula preminya dengan pendapatan,” jelasnya. 

Cara lain juga bisa lewat investasi emas. Selain mudah dijual, emas juga mengikuti kondisi ekonomi. “Berbeda dengan investasi provesi ataupun investasi tanah yang susah untuk menjualnya. Sementara biasanya dana pendidikan itu dibutuhkan dalam waktu dekat,” pungkasnya. **

--------------------

Pertimbangan dalam Perencanaan

Ada berbagai pertimbangan yang harus dilakukan orang tua dalam merencanakan dana pendidikan buah hatinya. Ari Widiati memberikan beberapa saran, diantaranya: 

*Jumlah anak,  rentang usia anak, waktu dana dibutuhkan
Sebelum memutuskan untuk memilih tabungan, investasi, ataupun asuransi pendidikan bagi anak, orangtua harus cermat dalam memperhitungkannya. Perhitungan ini tak hanya berapa persen yang harus disisihkan dari pendapatan, melainkan juga jumlah anak yang membutuhkan dana pendidikan. Pertimbangkan pula kapan dana itu diambil. Sebab ada orang tua yang kewalahan karena anak pertama membutuhkan uang untuk biaya kuliah, sementara anak kedua juga membutuhkan dana untuk melanjutkan ke sekolah menengah atas. Pastikan pula setiap anak mendapatkan hak yang sama. 

*Rencana Tempat Pendidikan
Pertimbangkan rencana tujuan anak dalam melanjutkan pendidikan. Misalnya dana yang disiapkan untuk memasuki Fakultas Kedokteran, tentu tidak sama dengan Fakultas Pertanian. Orangtua harus menyesuaikan biaya yang dibutuhkan anak di setiap jenjang pendidikannya. Ini agar ketika waktunya tiba, biaya yang dibutuhkan terpenuhi. 

*Mempertimbangkan bentuk simpanan 
Orangtua hendaknya memilih yang terbaik dan cocok dengan rencana pendidikan anak mereka. Begitu banyak pilihan, antara lain tabungan konvensional, asuransi, tabungan pendidikan, dan lainnya. Pelajari semuanya sesuai dengan kondisi keuangan dan keluarga Anda, sehingga tahu berapa persen pendapatan yang harus disisihkan agar tidak mengambil dana kebutuhan harian. (mrd)