Menunggu Bangkitnya Tunggal Putri

Menunggu Bangkitnya Tunggal Putri

  Selasa, 12 April 2016 09:49
FOTO : Maria Febe Kusumastuti dan Linda Wenifanetri. badmintonindonesia.org

Berita Terkait

JAKARTA – Para pebulutangkis pelatnas PBSI telah melakoni tiga turnamen selevel superseries dan superseries premier sepanjang awal tahun ini. Yakni All England, India Open, dan Malaysia Open. Dari ketiga turnamen tersebut, sektor tunggal putrilah yang paling tumpul. Capaian terbaik mereka adalah finis di babak kedua All England.  

Bikin miris, karena selepas All England, performa mereka semakin parah. Maria Febe Kusumastuti dan Linda Wenifanetri kompak tumbang di babak pertama. Di India Open, Febe kalah straight game. Sedangkan Linda, meski turun di level yang lebih rendah, yakni grand prix gold, ke perempat final saja tidak bisa. Itu terjadi di German Open dan New Zealand Open.  

Jadi apa yang salah? 

PB PBSI mengaku sudah menaruh concern tinggi terhadap prestasi tunggal putri. Tepatnya setelah kepulangan mereka dari Kualifikasi Piala Thomas dan Uber di Hyderabad, India (15/2). 
Wasekjen PBSI Achmad Budiharto menuturkan, ada dua hal yang perlu dievaluasi dari performa tunggal putri. Yakni manajemen kepelatihan dan minimnya stok pemain bagus. 

''Coba saja kita lihat pemain-pemain Thailand dan Jepang. Postur tubuhnya sama seperti pemain Indonesia, tapi stamina mereka bagus,'' kata Budi, sapaan akrabnya. ''Berarti kan fisik atlet kita yang perlu dibenahi. Juga pola latihannya,'' lanjut dia. 

Untuk mengatasi problem tersebut, Budi mengatakan bakal mengadakan pertemuan khusus dengan segenap pengurus PP PBSI. Soal minimnya stok pemain, pelatnas bakal melakukan penambahan jumlah pemain di tunggal putri. Saat ini, pelantas tunggal putri diisi oleh tujuh pemain. Namun satu di antaranya, yakni Bellaetrix Manuputty sedang nonaktif karena cederanya tak kunjung sembuh. 

''Nah, minggu depan itu kami mau mengadakan rapat untuk mematangkan mekanismenya. Yakni dalam hal menambah pemain baru dan mengevaluasi sistem kepelatihan selama ini,'' ujar Budi.
Hal senada diakui pula oleh Susi Susanti, legenda bulu tangkis Indonesia. Menurutnya tunggal putri merupakan sektor yang paing lambat regenerasinya. Tak seperti di tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran yang relatif cepat.

Menurut Susi, seharusnya Indonesia memiliki pemain pelapis yang bisa diorbitkan untuk menggantikan para seniornya. Seperti Praveen Jordan/Debby Susanto yang saat ini bisa diandalkan untuk menggantikan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. 

Karena itu, Susi berharap besar kepada para junior di tunggal putri seperti Hanna Ramadhini, Fitriani, dan Gregoria Mariska Tunjung. Susi menilai, ketiga pemain tersebut memiliki jalan yang masih panjang. 

''Yang perlu dilakukan para pemain muda khususnya di tunggal putri, yaitu meningkatkan tekad sama kefokusan saja, di pelatnas, itu kunci sukses yang utama supaya atlet bisa terus berprestasi,'' kata Susi. (mat/na)

 

Berita Terkait