Menuju Sambas Hebat

Menuju Sambas Hebat

  Senin, 19 September 2016 09:30   626

Oleh: Uray Iskandar

KABUPATEN  Sambas merupakan salah satu kabupaten dari 14 Kabupaten/Kota  di Provinsi Kalimantan Barat.  Wilayah administratif Kabupaten Sambas  terdiri dari 19 kecamatan, dua diantaranya yaitu Kecamatan Sajingan Besar  dan Kecamatan Paloh merupakan kawasan perbatasan dengan Sarawak Malaysia. Hebat berarti terlampau, amat sangat atau dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan dan masih banyak lagi pengertian lainnya.

Untuk menuju Sambas hebat kita dituntut untuk memiliki perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlaqul karimah harus diawali dengan memahamkan diri sendiri bahwa apabila kita tidak senang diperlakukan tidak baik, maka orang lain pada hakekatnya juga tidak senang  apabila diperlakukan tidak baik.  Apabila  diri kita merasa senang dihormati, maka orang lain juga senang hal yang serupa dengan diri kita sendiri. Tidaklah mungkin kita memaksakan kehendak kita agar orang lain mengikutinya sebagaimana tidak mungkinnya kehendak orang lain dipaksakan pada diri kita.

Penerapan akhlaqul karimah pada diri sendiri tidaklah mudah, harus dilatih terus menerus karena disitu ada pengendalian hawa nafsu. Akhlakaqul karimah yang dilaksanakan  pada level keluarga akan memberikan dampak proses pembelajaran dan pembiasaan pada seluruh angota keluarga untuk selalu  ber-akhlaqul karimah, sehingga pada tataran yang lebih luas terhadap tetangga, dilingkungan masyarakat menjadi kebiasaan yang dengan sendirinya akan dipraktikkan.

Mewujudkan Sambas Hebat dengan berahlaqul karimah merupakan manivestasi keimanan seseorang yang berperilaku, memiliki perangai, ataupun memiliki adab yang didasarkan pada nilai-nilai keagamaan. Dalam sejarah kehidupan manusia masalah konflik beda pendapat senantiasa akan hadir. Orang berakhlak tidak memerlukan pencitraan apalagi memaksakan kehendak. Kepentingan bersama jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Betapa indahnya jika semua elemen masyarakat di Kabupaten Sambas memiliki karakter akhlakul karimah yakni saling memahami, mengutamakan toleransi dalam berbeda pendapat, saling menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan dan bergerak demi keutuhan bangsa dan negara.

Untuk menuju Sambas Hebat juga perlu di ingat bahwa adanya kecanggihan teknologi, sistem, dan regulasi apapun, tidak akan memberi manfaat maksimal jika pribadi-pribadi masyarakat  tidak memiliki akhlakul karimah. Tujuan akhlak adalah mencapai kebahagiaan hidup umat manusia dalam kehidupannya. Tantangan dan ancaman meraih akhlaqul karimah dalam dunia modern yakni dengan cara menegakkan akhlaqul karimah dalam dunia keilmuan dan dunia profesi. 

Berakhlaqul karimah dengan budaya modern contohnya amanah dan menepati janji berarti berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang telah diucapkan. Orang yang tidak menepati janji disebut ingkar janji. Oleh sebab itu jika berjanji dengan orang lain tentang sesuatu,  maka hendaklah ditepati, karena berjanji dengan orang lain pada hakikatnya adalah juga berjanji kepada Allah SWT.

Saat ini kita berada di tengah pusaran hegemoni media, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya mampu menghadirkan sejumlah kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, melainkan juga mengundang serentetan permasalahan dan kekhawatiran. Teknologi multimedia misalnya, yang berubah begitu cepat sehingga mampu membuat informasi cepat diperoleh, kaya isi, tak terbatas ragamnya, serta lebih mudah dan enak untuk dinikmati. Namun, di balik semua itu, sangat potensial untuk mengubah cara hidup seseorang, bahkan dengan mudah dapat merambah ke lingkungan keluarga yang semula sarat dengan norma susila. Disinilah pentingnya akhlak semakin terasa jika dikaitkan dengan maraknya aksi kejahatan.

Untuk mengatasi semua kenyataan tersebut tidaklah cukup hanya melakukan tindakan represif akan tetapi harus melalui penanaman akhlakul karimah. Tanpa upaya preventif, segala bentuk upaya represif tidak akan mampu menyelesaikan suatu masalah, karena semua pelaku kejahatan selalu patah tumbuh hilang berganti. Dalam menyongsong kemajuan zaman, masyarakat Sambas harus memiliki moral yang berkualitas unggul.

            Disamping itu masyarakat Sambas Hebat juga kedepannya harus dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain atau disebut dengan mandiri. Mandiri dalam hal ini tentunya mampu melakukan hal yang bisa dilakukan sendiri dengan baik tanpa membebani atau tergantung dengan orang lain.

            Menuju Sambas Hebat tentunya juga akan terwujudnya keadaan lingkungan yang aman sentosa dan makmur, selamat  atau terlepas dari segala macam gangguan yang sering orang sebut dengan sejatera. Dalam istilah umum, sejahtera dapat menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Keluarga Sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materi yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. (BKKBN:1994).

            Kesejahteraan keluarga tidak hanya menyangkut kemakmuran saja, melainkan juga harus secara keseluruhan sesuai dengan ketentraman yang berarti dengan kemampuan itulah dapat menuju keselamatan dan ketentraman hidup. Dalam rencana pembangunan nasional memberikan petunjuk bahwa pembangunan  keluarga sejahtera  diarahkan pada terwujudnya keluarga sebagai wahana nilai-nilai luhur budaya bangsa guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membina ketahanan keluarga agar mampu mendukung kegiatan pembangunan.

            Dengan demikian untuk menuju Sambas hebat tentunya kita harus memiliki sumber daya manusia yang memiliki jati diri, sikap dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama, jujur dan bertaqwa. Sehingga akan terwujud pelayanan publik yang prima karena Sambas Hebat tentunya dapat memberdayakan aparatur pemerintah yang baik dan bersih, meningkatnya pembangunan infrastruktur dasar, berkembangnya ekonomi kerakyatan dan investasi yang sinergis, adanya  partisipasi masyarakat  dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan, serta adanya penegakan hukum  yang adil dan  bertanggung jawab, semoga!

*) Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Kabupaten Sambas