Menuju PNS Profesional dan Akuntabel

Menuju PNS Profesional dan Akuntabel

  Selasa, 21 June 2016 10:00
SOSIALISASI: Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Drs HM Mansur MSi membuka Sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disipilin PNS di Ruang Rapat Pendopo Bupati Ketapang, kemarin. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ketapang melakukan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sosialisasi tersebut digelar dalam rangka penegakan supremasi hukum kepegawaian, menuju cita-cita PNS yang profesional  dan akuntabel.

 
Sosialisasi yang bertempat di Ruang Rapat Pendopo Bupati Ketapang,  Senin(20/6) tersebut, dibuka secara resmi oleh sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Drs HM Mansur MSi mewakili Bupati Ketapang. Kegiatan tersbeut yang diikuti oleh pejabat struktural dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang.

Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian Setda Ketapang Repalianto SSos MSi menghadirkan nara sumber  Andrayati SH MM, asisten Sekretaris BAPEK; dan Suwanta SH, kepala Sub Bagian Pengolahan A3 Sekretariat BAPEK pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Sekda, diingatkan bahwa mengatakan sosialisasi ini penting untuk dilaksanakan. Dia khawatir masih ada di antara para aparatur pemerintahan tersebut yang belum pernah membaca PP Nomor 53 Tahun 2010, terlebih untuk memahami dan mengimplementasikannya. “Kita ketahui bersama bahwa kunci kesuksesan sebuah pekerjaan harus diawali dari kedisiplinan,” kata Sekda.

Selain harus memahami isi PP Nomor 3 Tahun 2010 tersebut, yang tak kalah penting disampaikan Sekda, adalah penerapannya di lingkungan kerja masing-masing. “Mungkin ada pegawai yang sudah harus diberikan hukuman disiplin, namun karena tidak memahami ini PP Nomor 53 Tahun 2010, sehingga kita lakukan pembiaran,” terang Sekda.

Pembiaran itu sendiri, menurut dia, sudah termasuk pelanggaran disiplin, bahkan kalau terjadi pembiaran yang ditegur adalah pimpinannya. Lebih lanjut Sekda memaparkan, ada beberapa aspek yang sering terjadinya penurunan kedisplinan pegawai negeri sipil, di antaranya adalah terjadinya disharmoni yang baik antara pimpinan dengan bawahan maupun antara pegawai dengan pegawai lain. “Di samping itu pula sering terjadi pembagian tugas yang tidak jelas, bahkan tidak merata. Kadang-kadang ada yang dibebani pekerjaan terlalu banyak, sementara yang lain sedikit,” terang dia membandingkan.

Sekda berharap peranan  pimpinan selaku kepala SKPD, harus mampu menempatkan diri secara adil dan profosional. Selain itu, dia menambahkan, beberapa faktor terjadinya fluktuasi naik serta turunnya disiplin kerja pegawai, dapat terjadi. Hal ini, dikatakan dia, tidak terlepas dari kemampuan pegawai negeri sipil dalam memahaminya secara benar.

Sekda berpesan kepada seluruh aparat Pemkab untuk selalu meningkatkan kedisiplinan. Karena, dia menambahkan, disiplin tersebut erat kaitannya dengan motivasi dan perilaku. Sementara, menurutnya, perilaku akan memberi warna  tipe atau gaya kepemimpinan seseorang yang berpengaruh dan akan meningkatkan kesadaran disiplin PNS dilingkungan organisasinya.

Untuk melaksanakan peraturan disiplin PNS secara sungguh-sungguh, demi tegaknya supremasi hukum kepegawaian menuju cita-cita PNS yang profesional  dan akuntabel, menurut Sekda, perlu diterapkan konsep learning capacity bagi PNS, dalam rangka menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa  clean governance, sehingga PNS khususnya yang menangani bidang sumber daya manusia memiliki kompetensi dalam mengimpelmentasikan peraturan disiplin PNS dengan mengutamakan nilai-nilai keadilan yang seimbang dan obyektif. Sekda menegaskan dispilin PNS bukan semata-mata, ditetapkan dalam upaya prepentif, untuk mencegah terjadinya pelanggaran melainkan upaya disiplin korektif dan upaya disiplin progresif yaitu untuk memperbaiki kearah kemajuan melaui perbaikan yang lebih baik. (afi)

Berita Terkait