Menuju Haji Mabrur

Menuju Haji Mabrur

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:16   545

Oleh: Dra. Rusnila Hamid, M. Si 

SUDAH jutaan jemaah haji dari penjuru dunia berkumpul di tanah suci Mekkah Mukarramah, tak terkecuali saudara kita kaum muslimin Indonesia.  Mereka melampaui  kongres  akbar internasional umat Islam. Mereka bersilaturahmi dan napaktilas junjungan kita Muhammad Sallaahu ‘alayhi wassalam dan  para keluarga serta sahabatnya. Doa yang senantiasa di panjatkan adalah Ya Rabb mudah-mudahan kita dapat berkumpul  bersama Rasulullah nanti di yawmil qiayyamah dan masuk ke dalam rombongan bersama beliau ke dalam surganya Allah Subhanahu Wataala. Amin ya rabbal ‘Alamin.

Haji bukan hanya ritual biasa , bukan sekaar berpeluh, berkeringat, mengeluarkan dana yang tidak sedikit  kemudian capek melaksanakan manasik haji  yang begitu berat medannya. Tetapi ritual-ritual dan amalan-amalan  merupakan sebuah pelajaran  yang mengajarkan tentang kehidupan  sesungguhnya ,supaya semakin taat, semakin cinta, semakin dekat dan semakin disayang Allah Subhanahu Wataala.

Ibadah haji   adalah ibadah  istimewa dan diwajibkan bagi mereka yang mampu. Mereka diwajibkan Allah untuk haji ke Baitullah mendatangi rumah Allah SWT, sebagai rukun Islam kelima. Walaupun Allah bisa kita datangi di surau, di masjid setiap waktu salat, tetapi itu panggilan salat untuk berjamaah, sebagai tiang agama dan pelaksanaan rukun Islam ke dua.  Khusus bagi Ibadah haji bermakna mendatangi suatu tempat atau Miqad. Sebagaimana firman Allah ”walillahi ‘ alanas hijjul bayti manistato’a ilayhi sabila” Hajji, yahujju bermakna Qasada,Yaqsidu yaitu bertujuan ke satu tempat. Ibadah haji terkait dengan tempat  dan waktu, juga disebut dengan manasik haji di masyharilharam. Diisi dengan zikir kepada Allah SWT.  Mulai dari tanggal 8 Zulhijjah ketika hari Tarwiyah kemudian hari 9 Zulhijjah utuk wuquf di Ppadang Arafah dan 10 Zzulhijjah bermalam di Muzdalifah untuk mengambil batu kerikil  sejumlah 70 batu kerikil di Muzdalifah.Hal yang paling “afdhal” dan sangat berat adalah di pagi  hari  tanggal 10 Zulhijjahnya  di rangkai  turun ke Mina untuk melaksanakan lontar jumrah Aqabah kemudian menuju Mekkah  melaksanakan Tawaf Ifadah. Sore harinya persiapan malam tanggal 11 Zuhijjah, persiapan kembali menuju Mina  selama tiga hari mabit di Mina dari tanggal 11, 12, 13 yang aktiifitas utamanya adalah melontar Jumroh Ula, Wusta dan Aqabah. Bagi yang nafar awwal tanggal 12 Zulhijjah selesai dan bagi yang nafar tsani tanggal 13 Zulhijah, seusai magrib masuk hari ke 14 melangsungkan  tahallul haji yaitu dengan cara mencukur rambut bagi laki-laki dan memotong rambut bagi perempuan. 

Hajji Mabrur bermakna totalitas nilai-nilai, motivasi dan pembelajaran dalam memperbaiki kualitas hidup sebagai umat Islam. Makna haji adalah berjihad dengan harta menekankan kekhususan dan motivasi tinggi, untuk  melawan hawa nafsu, menjaga diri, lisan, hati, mata, telinga dan mulut dari hal-hal yang dilarang dalam ketentuan Allah SWT. Ibadah haji menunjukan puncak dari rukun Islam,  memerlukan persiapan yang  paripurna. Pelaksanaannya secara totalitas terdiri dari aspek zikir, gerakan plus zikir, financial. Dalam hal  fisik harus prima, karena ibadahnya adalah ibadah fisik  dan berpindah-pindah tempat dari satu titik ke titik yang lain, harus wukuf di Arafah sampai bermalam di Mina, harus melempar Jumrah dan berkali-kali  dan sebagainya.   

Tujuan haji  adalah Wajahidu bi amwalikum  wa anfusikum  yaitu berjihadlah kamu dengan hartamu dan jiwamu atau nyawamu. Sebab orang yang banyak harta belum tentu tepanggil  dan memenuhi panggilan Allah SWT. Untuk itu melakukan ibadah haji memerlukan keihlasan, motivasi tinggi untuk menyempurnakan  tuntunan Islam tentang kehidupan melalui pengendalian hawa nafsu.

Penulis:  Dosen Pembelajaran Fiqih  FTIK IAIN Pontianak dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama