Menu Praktis Keluarga Wiwien

Menu Praktis Keluarga Wiwien

  Kamis, 28 July 2016 09:30

Berita Terkait

Ingin berbagi resep kepada masyarakat Kalbar? For Her memberi ruang bagi Anda pada edisi Berbagi Resep. Seperti kali ini, Tim For Her menyambangi rumah Wiwien Edward. Ibu rumah tangga berusia 60 tahun yang hobi memasak membagikan beberapa resep makanan yang menjadi favorit keluarganya. Ada sayuran, olahan ikan, maupun cumi. Semuanya diolah secara praktis tetapi tetap memiliki cita rasa enak.

Oleh : Marsita Riandini

 

Daun Ubi Tumbuk

Daun ubi atau daun singkong menjadi salah satu sayuran favorit banyak orang. Proses pengolahannya pun terbilang mudah dan beragam. Bahkan dilalap saja, sayuran hijau yang satu ini pun dapat menambah selera makan. Apalagi bila dicocol dengan sambal belacan. Begitu pula olahan daun ubi yang masak Wiwien ini. Tak kalah menggoda selera dan bisa melengkapi makan siang Anda. 

Kali ini daun ubi diolah dengan cara ditumbuk. Itu sebabnya dinamakan daun ubi tumbuk. Rasanya semakin lezat dengan teri khas Medan didalamnya. Resep yang satu ini pun kerap disajikan untuk menu makan keluarga. 

Tak heran, anak-anak pun menyukai daun ubi tumbuk buatan sang mama. 

“Sering kami buat. Kebetulan dulu saya lama tinggal di Medan. Jadi menu ini sering saya buat untuk sajian keluarga. Anak dan almarhum suami saya juga suka,” papar Wiwien. 

Proses pembuatannya terbilang mudah. Daun ubi dicuci bersih kemudian dilepaskan dari tangkainya. Tumbuk daun ubi dengan menggunakan lesung. “Kenapa menggunakan lesung? Sebenarnya bisa saja menggunakan blender, tapi rasa yang dihasilkan kurang nyaman dibanding dengan tumbuk menggunakan lesung,” jelas Wiwien.

Daun ubi yang sudah ditumbuk, sebaiknya diperas agar saat dimasak warnanya tidak terlalu kehijauan. Kemudian siapkan santan secukupnya dan bumbu-bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan lengkuas, dan kunyit untuk memberikan warna kuning pada sayuran, serta ikan teri secukupnya. 

“Selain ikan teri enak juga sebenarnya dicampur kecombrang. Sayangnya kalau disini kecombrang susah di dapat. Kadang ada kadang tidak,” ujar Wiwien. 

Selanjutnya didihkan santan dengan bumbu yang dihaluskan. Tambahkan daun ubi yang sudah ditumbuk serta ikan teri yang sudah disiapkan. Biarkan sekitar 20 menit atau hingga matang. 

“Jangan biarkan santan pecah, sebab sayurannya pasti kurang enak. Bagi yang suka pedas, bisa sedikit tambahkan cabe. Tetapi itu bergantung selera,” papar Wiwien.

Bisa juga ditambahkan potongan-potongan cabe besar bewarna merah. Daun ubi tumbuk lebih sedap dinikmati dengan nasi putih hangat. Cocok untuk menu makan siang Anda. Apalagi bila Anda tambahkan ikan asin didalamnya. “Biasanya saya juga tambahkan ikan asin. Ternyata enak dan sedap,” pungkasnya. (mrd)

 

Tongkol Tauco Santan

Siapa bilang sulit mengolah tauco menjadi aneka sajian masakan yang enak? Wiwien bisa membuktikannya. Bahkan sang cucu yang masih duduk dibangku sekolah dasar menyukai hasil olahan tauconya yang dimasak dengan ikan tongkol. 

Tauco merupakan bahan makanan yang terbuat kedelai yang sering dijadikan saus atau bumbu masak. Rasanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri di lidah.

Bagaimana hasil olahan Wiwien? Tauco yang memiliki citarasa yang khas itu bisa menyatu dengan santan yang dicampurkan ke dalamnya. Ikan tongkol yang dipotong beberapa bagian itu pun tidak menimbulkan bau amis. 

Tak sulit untuk dicoba di rumah. Anda tinggal menyiapkan ikan tongkol hitam satu ekor. Potong beberapa bagian lalu digoreng. Kemudian siapkan  tauco, serta bumbu dasar seperti cabe hijau, cabe rawit, jahe, lengkuas, dan serai. Berbeda pada kedua menu lainnya, bumbu-bumbu pada menu ini cukup diiris saja. 

“Lengkuas, serai, jahenya itu sekitar seruas ibu jari saja. Bawang putih dan bawang merahnya sekitar empat siung saja diiris tipis lalu ditumis, baru ditambahkan cabe hijau, dan cabe rawit. Setelah itu masukkan ikan tongkolnya bersamaan dengan tauco,” jelas Wiwien.

Dia mengingatkan tauco umumnya ada yang asin ada yang tidak. Itu sebabnya Anda harus memastikan tauco yang digunakan. “Hati-hati menambahkan penyedap, terutama garam. Sebelum memasukkan bumbu tersebut, dirasa terlebih dahulu masakan Anda agar tidak asal memberikan penyedap,” saran Wiwien. 

Bagi penyuka pedas, bisa menambahkan cabe iris di dalamnya.  Meskipun sudah bermalam, asalkan terjaga kualitas santannya, menu ini semakin enak. “Kalau bermalam itu kan dipanaskan. Nah, itu malah lebih enak, sebab kuahnya lebih kental, dan lebih meresap ke dalam ikan,” ucap dia.  (mrd)

 

Cumi Kering Cabe Hijau

Cumi merupakan salah satu seafood yang banyak digemari orang. Tak heran olahan menu ini dicari. Di pasar, ada beberapa jenis cumi yang dijual. Salah satunya cumi kering. Jenis ini sering dibeli oleh Wiwien untuk disajikan pada keluarganya. “Cumi kering juga terbilang mudah dalam proses pengolahannya. Apalagi mudah didapat di pasaran,” kata Wiwien. 

Tak perlu khawatir mengolah cumi. Jika pengolahannya tepat, cumi tak akan amis apalagi keras. Seperti pada menu cumi cabe hijau olahan Wiwien. Agar cumi tidak keras, dalam proses pengelolaannya, Wiwien memiliki cara tersendiri. 

“Cumi itu direbus dulu sebentar, baru kemudian diolah sesuai dengan keinginan. Jangan terlalu lama merebusnya, sebab semakin lama merebusnya semakin keras,” kata dia. 

Sama dengan pengolahan daun ubi tumbuk, proses pembuatan cumi cabe hijau ini pun terbilang mudah. Cumi ditumis dengan bumbu-bumbu dasar yang dihaluskan. Anda tinggal menumis cumi sampai warnanya berubah kecoklatan. Tambahkan cabe hijau setelah cumi hampir matang. Ini pula yang membuat cumi terasa sedikit pedas. “Tak butuh waktu lama membuat cumi cabe hijau ini. Jadi cocok untuk disajikan pada hidangan keluarga,” tutur Wiwien. (mrd)

 

Berita Terkait