Mental Peternak di Kapuas Hulu Dinilai Masih Lemah

Mental Peternak di Kapuas Hulu Dinilai Masih Lemah

  Senin, 11 January 2016 09:48
MERANA: Sapi bantuan banyak yang ‘’merana’’ karena tidak dirawat dengan baik. Peternak lebih memilih melepasnya di tanah lapang atau sistem gembala. ISTIMEWA

Berita Terkait

Bantuan peternakan berupa babi dan sapi bergulir untuk masyarakat. Sayangnya bantuan yang seharusnya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat belum berkembang dengan baik. Hal itu dikarenakan lemahnya mental para peternak local dalam mengembangkan ternak-ternak tersebut. Musta’an, PUTUSSIBAU

HAL ini diakui oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Kapuas Hulu. Maryatiningsih, Kepala Bidang Peternakan, pada Distanak Kapuas Hulu, Minggu (10/1) lalu mengajak seluruh kelompok peternak atau individu yang sudah menerima bantuan sapi atau babi dari pemerintah agar mengusahakan peternakannya agar berkembang maksimal.

Sehingga bisa jadi penopang ekonomi keluarga dan bantuan yang diberikan pemerintah berhasil guna bagi masyarakat.  “Kami berharap mental para peternak lebih kuat dalam mengembangkan peternakannya,” ungkap Maryati. Hasil evaluasi masih banyak peternak yang belum secara optimal mengusahakan ternaknya. Baik ternak bantuan ataupun ternak sendiri.

Banyak peternak yang membiarkan terlantar di padang gembalaan atau lapangan bola. Dengan demikian tentu tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.Mestinya, sapi misalnya, pagi di keluarkan atau digembalakan kemudian sore di kandangkan dan di berikan pakan ternak dan obat agar lebih sehat.“Ternak babi dan kambing, volume pemberian pakan masih kurang. Sehingga menghambat pertumbuhan ternak tersebut,” jelas Maryati. Khusus unggas, pemeliharaan dan kebersihan kandang tidak diperhatian oleh peternak juga tidak akan berhasil baik.

“Kami selalu menghimbau pada semua kelompok ternak dalam berbagai kesempatan sosialisasi agar hal-hal yang menyangkut perkembangan usaha ternak itu diperhatikan,” katanya. Dikatakan Ningsih, Dispertanak juga mendukung pelayanan kesehatan ternak, seperti pemberian vitamin, obat-obatan, vaksin babi dan ayam dibeberapa desa sesuai permintaan peternak baik kelompok ataupun individu.

Setiap permintaan, kata Maryati, tetap akan di datangkan petugas maupun PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) yang sudah dilatih dengan mengambil obat di dinas. Untuk menjamin kesehatan daging yang diproduksi peternak lokal Kapuas Hulu, petugas teknis dari Distanak rutin lakukan pengawasan tempat pemotongan hewan (RPH) lokasi Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. (*)

Berita Terkait