Mental Mahasiwa Menuju Tugas Akhir

Mental Mahasiwa Menuju Tugas Akhir

  Senin, 16 May 2016 09:46

Berita Terkait

Agus Handini Psikolog

“Mereka dituntut untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya. Sementara keluarga tidak tahu bagaimana situasi yang dihadapinya. Tekanan-tekanan ini dapat memicu stress pada mahasiswa.”

/////////////////////////

Tugas akhir menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa. Banyak yang lancar-lancar saja menjalani proses perkuliahan di semester awal, tetapi tersendat pada penyusunan tugas akhir.  Ada yang memilih terus berjuang, tetapi tak sedikit pula yang memutar haluan. Ada yang sukses dengan gelar tapi banyak  pula yang bertahun-tahun tak kunjung kelar. 

Oleh : Marsita Riandini

Mahasiswa dianggap sebagai agen perubahan. Ide-ide kreatif mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik. Tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Tetapi tak bisa di pungkiri, ada belbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa selama menjalankan proses pendidikannya di bangku kuliah. 

Seperti yang terjadi pada salah satu mahasiswa di Medan, yang berujung pada pembunuhan salah satu dosennya. Motif pelaku karena sakit hati sering memarahi dan mengusir  dari kelas karena mengenakan kaus dan jarang membawa buku saat mengikuti perkuliahan korban.Tentu saja harapannya, kasus ini tak akan berulang. Mahasiswa bisa menyikapi persoalan yang dihadapi dengan sehat tanpa ada niat jahat. 

Demikian pula dalam menghadapi tugas akhir. Beragam tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa.  Sebab untuk meraih kesuksesan, dibutuhkan perjuangan. Memasuki masa-masa penyelesaian tugas akhir,  terjadi pergolakan emosi pada individu, terutama aktivitas di lingkungan kampus yang memerlukan banyak waktu dan perhatian. Belum lagi tekanan-tekanan yang diberikan akan menyebabkan timbulnya reaksi dan stress pada seseorang. Pada akhirnya akan membawa perubahan secara fisiologis dan psikologis pada diri seseorang. Demikian yang disampaikan oleh Agus Handini, M. Psi, Psikolog kepada For Her. 

Kesiapan mental sangat dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi masa-masa penyelesaian di bangku kuliah ini. Proses yang dijalani setiap mahasiswa tentu berbeda. Beragam faktor pula penyebabnya. “Pertama itu kepribadian mahasiswa itu sendiri, ini juga berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan kepadanya. Jika dia sudah terlatih untuk menyelesaikan masalah dengan baik, maka motivasi untuk menyelesaikan tugas akhir juga baik. Sebaliknya kalau dia mudah menyerah, maka siap-siap tugas akhirnya terbengkalai,” tutur dosen di IAIN Pontianak ini. 

Support dari keluarga juga berpengaruh pada mahasiswa. Namun, lanjut Iin-sapaannya, banyak yang malah tidak mendapatkan semangat, melainkan tekanan-tekanan. “Mereka dituntut untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya. Sementara keluarga tidak tahu bagaimana situasi yang dihadapinya. Tekanan-tekanan ini dapat memicu stress pada mahasiswa,” papar dia. 

Iin menjelaskan ada banyak mahasiswa yang nilai akademiknya baik, tetapi pada giliran menyusun skripsi berantakan. Motivasinya rendah, sementara teman-temannya terus melaju untuk mencapai finish. “Ini balik lagi dengan karakter mahasiswa juga,” timpalnya. 

Selama ini tugas-tugas kuliah dikerjakan dengan baik, hasilnya juga memuaskan itu karena dia melakukannya bersama teman-teman. Sementara pada tugas akhir, mahasiswa tidak bisa lagi bergantung dengan teman-temannya. Sebab tema yang dibahas beda, dosen pembahasnya juga berbeda. “Pada akhirnya, dia yang tidak bisa menyesuaikan keadaan akan tertinggal,” jelasnya. 

Belum lagi jika banyak teman-teman yang sudah wisuda lebih dulu. Sementara tekanan terus didapatkan, tetapi dia tak beranjak untuk menyelesaikan. “Merasa teman-teman sudah selesai, timbul rasa malu, rasa malas untuk melanjutkan,” ucap  dosen tamu di Fakultas Kedokteran, Untan ini.

Sikap saling menghargai antara mahasiswa dan dosen juga penting. Walau bagaimana pun mahasiswa membutuhkan bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhirnya. “Mahasiswa harus melatih komunikasi yang baik dengan dosen pembimbingnya. Agar informasi yang disampaikan sejalan. Latih itu bukan ketika sudah semester akhir, tetapi sejak awal kuliah,” sarannya. 

Begitu pula dengan dosen juga harus menghargai usaha mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Harus ada keterbukaan dalam komunikasi antara dosen dan mahasiswa. “Sebagai dosen juga tak ada salahnya menerima masukkan dan saran dari mahasiswa. Menghargai apa yang disampaikan mahasiswa, sehingga tujuan tercapai,” pungkasnya. **

------------------------

Hal-hal yang Perlu disiapkan 

Kemampuan sosialisasi
Kemampuan sosialisasi sangat dibutuhkan bagi mahasiswa semester akhir guna menyelesaikan tugas akhirnya. “Mahasiswa tugas akhir tak hanya dituntut untuk bersosialisasi dengan temannya, tetapi juga dengan dosennya termasuk pula pada proses pengambilan data. Kemampuan ini sebenarnya harus dilatih sejak awal masuk kuliah. Dosen itu bukan ditakuti. Seringkali mahasiswa menghadapi masalah dengan skripsinya, tetapi tidak bisa membangun komunikasi baik dengan dosen pembimbingnya,” ucap Psikolog Agus Handini. 

Sabar menunggu
Tak hanya mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tekanan, baik dari lingkungan kampus maupun keluarga tetapi juga mental untuk sabar menunggu. “Mahasiswa harus bisa bersabar menunggu, baik menunggu dosennya, menunggu penyelesaian administrasi, mencari data, mengumpulkan referensi. Semua itu memang membutuhkan kesiapan mental agar lancar dalam menyelesaikan tugas akhir,” terangnya. 

Memahami apa yang diteliti
Seringkali mahasiswa tidak sejalan dengan dosennya dikarenakan mahasiswa tersebut tidak bisa mempertahankan apa yang ditelitinya. Pada akhirnya ada yang harus mengganti judul skripsi, banyak pula yang harus mengganti tema. “Memahami apa yang diteliti itu penting. Itu sebabnya, mahasiswa harus mengerti pula sedetail-detailnya tentang penelitian. Jika dia memahami apa yang diteliti, didukung dengan data yang lengkap, memiliki referensi yang kuat untuk menentukan masalah yang dibahas, maka dia pasti bisa meyakinkan dosen pembimbingnya. Sebaliknya, jika dia sendiri tidak mengerti, maka ini yang akhirnya menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir,” ucapnya. (mrd)

 

Berita Terkait