Menristek Bangga dengan Mahasiswa Bidikmisi di Untan

Menristek Bangga dengan Mahasiswa Bidikmisi di Untan

  Senin, 19 September 2016 09:30

Berita Terkait

KEMENTERIAN Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bersama Universitas Tanjungpura menggelar dialog bersama dengan para penerima Beasiswa Bidikmisi, 3T adan Afirmasi Pendidikan Papua yang ada di Kalimantan Barat, Sabtu (17/9). Bertempat dia, Aula Rektorat Untan, Menristek Prof H Mohamad Nasir PhD Ak hadir langsung dan memberikan secara simbolis beasiswa dalam acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Untan dan perguruan tinggi lain.

 
Nasir memuji para penerima beasiswa Bidikmisi di Kalbar, terutama Untan yang telah menunjukan prestasi akademik maupun nonakademik. “Kami bangga dengan kalian, karena apa yang negara berikan, ternyata tidak sia-sia,” ujarnya dalam dialog yang serius tapi santai tersebut.

Dia juga memberikan hadiah kepada para mahasiswa penerima IPK tertinggi dari ketiga produk beasiswa tersebut. Mereka yang mendapatkan IPK paling tinggi mendapatkan masing-masing satu unit laptop. Sementara peringkat dibawahnya, menerima uang tunai bantuan pendidikan. “Dari pengamatannya, saat ini para penerima Bidikmisi di seluruh Indonesia kentara dengan prestasinya yang luar biasa,” sambungnya.

Meristekdikti, didampingi Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA dan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad Phd juga menyempatkan diri untuk mendatangi rumah Fithtriyyah (19), salah seorang mahasiswi peraih beasiswa Bidikmisi di Gang M Arif, Jalan Tanjung Raya II. Kunjungan tanpa perencanaan tersebut membuat kaget Fitri.

“Saya kaget, tidak menyangka. Saya memang diundang untuk bersama para penerima beasiswa lainnya ke kampus untuk berdialog dengan menteri. Tetapi tidak menyangka akan ada kunjungan ini,” kata mahasiswi Fakultas Kedokteran Untan ini.

Sementara itu Ditjen Belmawa, Intan Ahmad mengatakan, pihaknya akan terus mempertahankan program ini kedepannya. Kemenristek telah mengalokasikan untuk biaya Bidik Misi Rp2,3 triliun yang akan diberikan kepada 231.173 mahasiswa. Sebanyak 75.000 diantaranya adalah mahasiswa baru. Sejauh ini, para penerima Bidikmisi dinilai sangat layak untuk mendapat beasiswa. “Bahkan lebih dari 50 persen mahasiswa Bidik Misi mendapat IPK 3,5. Dan 28 persen itu IPK 4,0,” ujarnya.

Rektor Untan, Thamrin Usman sendiri menyebut program ini sangat penting untuk Kalbar. Pasalnya, masih banyak anak-anak Kalbar yang sebenarnya mampu bersaing namun terbentur biaya. “Bidikmisi sangat membantu. Termasuk program 3T dan Adik, dimana anak-anak di daerah yang kurang biaya bisa berkuliah,” ucapnya.

Dipaparkan dia, sejak tahun 2010, ada 3.809 mahasiswa Untan yang menerima Bidikmisi. Sebanyak 882 orang diantaranya adalah mahasiswa baru tahun ini. “Kami berharap kuota Untan bisa ditambah untuk tahun depan. Mungkin bisa 1000 orang. Karena masih banyak anak-anak Kalbar yang harus dibantu melalui Bidikmisi ini,” sebut dia.

Sebagai informasi, Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, namun memiliki kompetensi. Seleksi yang dilakukan cukup ketat. Selain tes, panitia juga menggelar serangkaian survei untuk menentukan sang penerima layak atau tidak mendapatkan beasiswa ini.(ars)

 

Berita Terkait