Menpora Hadiri Pesta Rakyat, Gema Sholawat

Menpora Hadiri Pesta Rakyat, Gema Sholawat

  Jumat, 26 Agustus 2016 09:34
JUMPA PERS: Habib Abdullah Ridho bin Yahya ketua Majelis Cinta Rasul bersama Ketua Panitia Mulyadi Tawik menggelar jumpa pers.

Berita Terkait

PONTIANAK—Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dipastikan bertandang ke Kalbar menghadiri Pesta Rakyat, Gema Sholawat Laskar Santri Bela Negara NKRI Harga Mati. Gawean tersebut akan digelar pada Sabtu (27/8) ba,da magrib di Kediaman Habib Abdullah Ridho bin Yahya di Jalan Danau Sentarum, Jalan Petani,  Gang Ridho, Kecamatan Pontianak Kota.

 
Habib Abdullah Ridho Bin Yahya pimpinan Majelis Cinta Rasul Ar-Ridho menjelaskan bahwa peringatan HUT Ri ke-71 sudah rutin dilakukan setiap tahun oleh majelisnya. Ini boleh dibilang sudah yang keempat kalinya. Hanya nama temanya yakni Kegiatan Pesta Rakyat Gema Sholawat Laskar Santri Bela Negara NKRI Harga Mati. “Nantinya akan melibatkan banyak santri. Kebetulan pak Menpora akan hadir,” ujarnya di saat menggelar jumpa pers, Kamis (25/8) di Pontianak

Tujuan digulirkannya kegiatan ini sebagai simbol keislaman dan kecintaan kepada tanah air. Sebab membela tanah air merupakan prirutas utama guna memperlihatkan kepada bangsa Indonesia dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan baik sesuai jalurnya.

Menurutnya mengisi kemerdekaan adalah bagaimana menemukan formula dan solusi masyarakat lebih cinta kepada tanah air dan kemerdekaanya. Caranya terus bangun moral anak bangsa dengan baik, berahlakul karimah dan tak bersinggungan dengan hukum. ”Semuanya harus bisa dirangkul dalam wadah NKRI,” ujarnya.

Sementara, Mulyadi Tawik Ketua Panitia sekaligus Ketua DPW PKB Kalbar mengatakan bahwa NKRI harga mati. Makanya pelaksanaan gawean ini sudah hampir rampung semua. Undangan khusus kepada para jemaah bahkan sudah disebar ke berbagai daerah. “Pak Menpora, Imam Nahrawi juga positif hadir,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa peringatan Pesta Rakyat Gema Sholawat dalam rangka memperingati HUT RI ke 71. Ini juga menjadi peringatan para pejuang terdahulu dalam merangkul semua komponen memerdekaan negeri ini. Makanya, semua harus dirangkul bersama-sama demi membangun Kalbar. ”Tak ada minoritas dan tidak ada mayoritas. Semua sama,” ujarnya.(den)

 

 

Berita Terkait