Menpora Ajak Hadiri Pesta Rakyat Gema Salawat

Menpora Ajak Hadiri Pesta Rakyat Gema Salawat

  Sabtu, 27 Agustus 2016 12:43
CINTA RASUL: Pengasuh Majelis Cinta Rasul Ar Ridho, Habib Abdullah Ridho Yahya dan anggota DPRD Kota Pontianak, Alfian Aminardi.

Berita Terkait

MEMPERINGATI HUT ke-71 Republik Indonesia, Majelis Cinta Rasul Ar-Ridho mengadakan acara “Pesta Rakyat Gema Salawat” bertempat di Jalan Petani, Gang Ridho, Sabtu (hari ini) yang dimulai pukul 18.30 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi. Untuk kegiatan tahun ke empat ini, Majelis Cinta Rasul Ar-Ridho mengambil tema “Laskar Santri Bela NKRI Harga Mati”.

Pengasuh Majelis Cinta Rasul Ar-Ridho, Habib Abdullah Rido Yahya mengatakan, kegiatan gema salawat merupakan kegiatan rutin tahunan. “Ini tahun ke empat penyelenggarannya. Untuk tahun ini kita ambil tema laskar santri bela negara NKRI harga mati. Dalam kegiatan ini juga dihadiri Menpora RI, Imam Nahrawi,” terangnya kepada Pontianak Post, Jumat kemarin.

Kehadiran Menpora, Imam Nahrawi dijelaskan dia merupakan momem bagus untuk kemudian membawa generasi pemuda bicara mengenai kebangsaan berbasis moral ahlakul karimah yang baik.

Menurut dia,begitu banyak kejadian pemuda atau pelajar menghakimi guru merupakan masalah moral yang harus dicari solusinya. Menurut dia, kurangnya pemahaman moral mengenai akhlak jadi pemicu terjadinya rentetan kejadian-kejadian itu.

“Untuk pembelajarn moral memang diajar, tetapi hanya sebatas belajar tetapi dalam penerapan disiplin mereka kurang,” tuturnya.

Di lingkup santri kata dia, tak pernah terdengar kasus-kasus seperti itu. Hal tersebut karena budaya santri telah diajar dan dididik agar santri berkarakter dan lebih tawadu, punya jiwa tawakal sehingga efeknya lanjut dia apabila jadi pemimpin kelak insyaallah jadi pemimpin baik.

Lebih dalam kata dia, pendidikan moral dan ahlak penting bagi tiap orang. Dulu pendidikan budi pekerti ada dalam mata pelajaran, tetapi sekarang sudah tidak ada. Harusnya itu dihidupkan kembali, sama seperti di budaya pondok bagaimana ahlak dan moral santri menghormati guru. “Anak muda sekarang kalau mau baik ahlaknya saran saya harus dekat dengan orang baik,” katanya.

Contohnya, dengan ikut pengajian dan kegiatan positif yang dapat membangun karakter manusia lebih baik. Dalam kegiatan memperingati HUT RI dia mengajak salawat bersama.

“Kita pesta dengan bersalawat bersama. Semoga datangnya Menpora bisa buat semangat anak muda, santri dan masyarakat semuanya lebih baik.Yang jelas kita ingin kembalinya mereka dari pengajian bisa bawa bekal ilmu wawasan kebangsaan bertambah cinta tanah air dan rasa membela tanah air tinggi itu yang diharapkan dan mereka punya jiwa religus yang baik,”tutupnya.(iza/ser)

Berita Terkait