Menjelaskan Makna Kado Natal ke Anak

Menjelaskan Makna Kado Natal ke Anak

  Rabu, 23 December 2015 07:20

Berita Terkait

Desember merupakan bulan akhir tahun yang didalamnya terdapat momen-momen penting. Salah satunya bagi umat Kristiani yang merayakan hari Natal. Perayaan natal ini pun diperingati dengan berbagai hal. Mulai dari membuat pohon natal, ucapan kartu selamat natal, doa bersama hingga bertukar kado. Oleh : Marsita Riandini

Perayaan Natal menjadi momen yang paling menyenangkan bagi anak-anak yang merayakannya. Mereka bisa berkumpul dan berbagi suka cita bersama orang terkasih. Salah satu yang paling ditunggu oleh anak adalah hadiah natal yang diberikan kepadanya. Lantas bagaimana memberikan pengertian kepada si kecil tentang makna hadiah natal yang sesungguhnya?
Menjawab For Her, Maria Woo Mun Wai, Penginjil di GKKB Jemaat Pontianak mengatakan bahwa tradisi pemberian kado dalam perayaan natal memang menjadi momentum yang sangat menarik,  terutama bagi anak-anak. Momen tersebut menjadi momen yang dinanti-nantikan dan memberikan kesan yang mendalam bagi mereka.
Perempuan yang ditemui For Her saat latihan persiapan natal ini mengatakan bahwa tidak sulit sebenarnya menjelaskan makna kado natal sesungguhnya kepada anak-anak. Sebab umumnya anak-anak sudah mengenal yang namanya kado. “Umumnya anak-anak memahami bahwa kado itu diberikan sebagai bentuk kasih dan cinta dari seorang kepadanya. Sama halnya ketika ada orang yang memberikan anak itu balon. Meskipun dia tidak kenal, dia akan menganggap orang yang memberikan itu sayang kepadanya. Dia pun akan senang menerimanya,” ujarnya.
Menjelaskan makna kado memang harus disesuaikan pada usia anak. Harus ada titik temu antara penjelasan orang tua kepada anak. “Kemudian baru masuk ke ranah utamanya, yakni sebagaimana halnya Allah Bapa memberikan kado terindah bagi umatnya, yakni kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Kedatangan anak tunggal Allah Bapa ini ke dunia menjadi juru selamat. Sebab manusia tidak akan bisa mengenal siapa Tuhannya. Maka itulah sebabnya Allah Bapa mengutus anak tunggalnya ke dunia. Yesus datang membawa kasih karunia, membawa kebenaran,” ungkap dia.
Disisi lain, lanjutnya tradisi pemberian kado ini akan memberikan kedekatan satu sama lain. Anak akan memahami bahwa Natal mempunyai makna kasih sayang dengan saling berbagi mengasihi dan menghargai. “Jelaskan kepada anak bahwa ketika seseorang memberikan kado, harus dihargai. Dijaga baik-baik, sebab itu perhatian kepada anak-anak. Kalau sekarang orang saling memberi kado, itu contoh mereka ingin membagi kasih Tuhan kepada orang lain,” ulas dia.
Tidak ada aturan kado harus seperti apa. Semua disesuaikan dengan keinginan seseorang. Memang esensi khusus Natal, bukanlah terletak pada sebuah kado atau hadiah. Namun anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka hanya akan memperhatikan hal yang membuat senang dirinya. Termasuk sebuah kado yang diharapkannya.
Tidak perlu untuk khawatir menghadapi situasi tersebut. Anak tidak akan kehilangan makna Natal yang sebenarnya. “Silahkan memberikan kado apa saja yang ingin diberikan kepada anak. Sebab setiap keluarga itu khan memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan natal. Salah satu contohnya ada yang memberi kado di malam natal, ada juga yang memberikan kado tersebut di hari natalnya,”pungkas dia. **

 

Berita Terkait