Menjauhi Rezeki yang Haram

Menjauhi Rezeki yang Haram

Jumat, 5 Agustus 2016 09:13   837

Allah tidak akan menerima ibadah seseorang jika dalam perutnya terdapat barang haram “ (Abdullah bin Abbas RA). Daging yang tumbuh pada badan dan membesar ke atas orang yang makan dan minum hasil daripada rezeki yang haram akan layak untuk dibakar oleh api neraka. Rasul SAW bersabda “ Setiap daging yang tumbuh dari bahan makanan yang haram maka api nerakalah yang lebih layak baginya “ ( HR.Turmuzi ). Suatu saat Sufyan Al-Tsauri ditanya mengenai keutamaan saf pertama dalam salat berjemaah. Dia menjawab “ Periksa dulu makananmu !. Sebab jika makananmu  halal, di mana pun saf salatmu,engkau pasti mendapat keutamaan. Sebaliknya jika makananmu haram, engkau akan mendapat siksa dan murka Allah meski salatmu di saf depan “. Abd Al Qadir Al Izzi berkata “ Kualitas keagamaan seseorang bergantung pada kualitas makanan yang ia dapat. Semakin halal makanan seseorang, semakin giat pula ibadahnya. Semakin banyak ia memakan yang haram, semakin terpuruk semangat ibadahnya. Semakin sering ia memikirkan cara mencari harta  halal, semakin sering ia memikrikan cara meningkatkan amalnya. Semakin sering ia mencari harta haram, semakin banyak ia melanggar aturan Allah “ Makanan yang dikonsumsi berpengaruh terhadap kualitas kecerdasannya. Karena itu kecerdasan dan kesalehan anak bergantung pada makanan yang diberikan oleh orang tuanya. Semakin banyak anak mengonsumsi makanan haram, kecerdasannya akan semakin turun.

Rasul SAW bersabda “ Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram “(HR.An – Nasai dari Abu HUrairah ).Dalam hadis lain Beliau SAW bersabda “ Seorang hamba yang mencari harta tanpa cara yang haram akan mendapat keberkahan dalam hartanya. Adapun orang yang mencari harta tanpa cara yang halal, ia akan dijerumuskan ke dalam neraka bersama hartanya tersebut “.

Kejernihan hati banyak tergantung kepada kesucian rezeki. Jika makanan dan minuman yang mengalir dalam tubuh diperoleh dari sumber yang baik, maka bahan tersebut akan menyumbang keperibadian mulia dalam diri seseorang. Sebaliknya jika darah yang mengalir dalam tubuh diperoleh dari sumber rezeki yang haram, maka segala tingkah laku, budi pekerti dan akhlak seseorang akan dicoraki oleh jenis makanan haram tersebut. Syaikh Ali Al-Khawwash berkata “ Makanan haram berpengaruh terhadap karakter dan kesungguhan jiwa. Makanan yang dimakan seseorang berpengaruh terhadap keadaan keturunannya. Semakin sering keturunan kita diberi makanan haram, mereka akan rentan dengan kerusakan akhlak dan penyimpangan. Anak yang dibesarkan dengan harta haram akan tumbuh dengan karekater yang buruk, kasar, dan tidak memiliki rasa solidaritas kepada temannya. Anak yang dibesarkan dengan harta haram akan mudah melakukan penyimpangan seks. Karena itu, hati –hatilah dengan harta yang engkau dapatkan “. Yahya bin Mu’adz mengatakan “ Ketahuilah bahwa harta haram seperti kalajengking. Barangsiapa yang tidak mampu menangkalnya, ia akan terbunuh oleh bisanya “. Ketika ditanyakan kepadanya tentang penangkalnya dia menjawab “ Hendaklah engkau mendapatkan harta dengan cara yang halal dan menggunakannya sesuai dengan ketentuan agama “.Sufyan Al – Tsauri, ulama dan tokoh sufi di zamannya bertutur “ Memegang harta haram lebih berbahaya daripada memegang ular hitam berbisa. Sebab ia selalu mendorong dirimu melakukan penyimpangan dan penyelewengan “.Kemudian Malik bin Dinar, guru dari para ulama zamannya berkata “ Harta haram adalah racun berbahaya yang merusak sendi-sendi tubuh dan akalmu. Ia membawa dirimu untuk terus menerus melawan perintah Allah dan memenuhi perintah setan. Harta haram adalah senjata yang dipakai oleh setan untuk merusak orang Mukmin. Harta haram adalah air kencing setan. Sungguh jijik orang yang memakan  harta haram. Ketahuilah, harta haram dapat mengubah keimanan menjadi kekafiran “.

Para orang – orang saleh zaman dahulu, sangat berhati-hati dalam mencari harta.Mereka selalu berupaya menghindari harta haram. Jangankan terhadap barang haram, barang syubhat pun mereka tinggalkan. Kehati-hatian mereka terhadap  makanan haram selalu mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menyatakan bahwa hati seseorang akan semakin hitam jika perutnya selalu diisi dengan barang haram. Hati seseorang akan semakin keras jika perutnya selalu diisi dengan barang haram yang tidak jelas asal usulnya. Tubuh yang berisikan makanan haram hanya api neraka yang lanyak membakarnya.

Wallahu’alam. 

Uti Konsen