Menjalankan Usaha Orang Lain

Menjalankan Usaha Orang Lain

  Senin, 4 April 2016 09:38

Menjalankan bisnis atau usaha orang lain tentu bukan perkara mudah. Beragam tantangan sebuah usaha harus siap dihadapi. Belum lagi jika tak memiliki banyak pengalaman, tentu saja harus bisa menyesuaikan diri dengan usaha yang akan digeluti. 

Sebelum memutuskan untuk menerima tawaran dari seseorang untuk menjalankan usahanya, Anda perlu mempertimbangkan banyak hal. Sebab nantinya, tak hanya berpengaruh pada usaha yang akan digeluti, tetapi juga kepada si pemilik usaha. Demikian yang disampaikan oleh Dr. Helma Malini, MM kepada For Her. “Dia harus tahu alasan kenapa si pemilik usaha mempercayakan usahanya. Tahu bagaimana akan menjalankan usaha tersebut, terpenting lagi yakin dengan kemampuan diri sendiri,” ucap Dosen Untan ini. 

Ada banyak alasan, lanjut Helma kenapa sesorang pada akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran dari orang lain. Selain karena dia memang tidak punya modal untuk memulai usaha, tetapi dia punya ide yang bagus untuk dijalankan. “Bukan tidak mungkin, usaha yang digeluti itu ternyata idenya dia, tetapi modalnya saja dari orang lain. Ini banyak terjadi,” papar Helma. 

Alasan lainnya, ada orang yang ingin belajar berbisnis, tetapi takut dengan resikonya. Ketika ada tawaran untuk menjalankan bisnis, dan dia merasa cocok, maka diterimanya. “Dia ingin belajar dulu, apalagi dia masih baru, selain itu juga bisa menambah relasi,dan pengalaman lainnya dalam dunia bisnis,” ungkap dia yang mengatakan resiko pertama dalam sebuah usaha adalah bangkrut.  

Saat sudah memutuskan untuk menerima tawaran tersebut, buatlah perjanjian awal tentang peran Anda dalam bisnis tersebut. Apa saja yang menjadi tanggung jawab Anda, agar nantinya tidak bermasalah dikemudian hari. “Siapkan konsep usaha yang akan dijalankan. Misalnya warung kopi dengan konsep lebih modern. Maka konsepnya harus menjual sebab warung kopi sudah cukup banyak. Ada hal menarik yang ditawarkan,” ungkap dia. 

Kegigihan dalam berusaha sangat diperlukan, sekalipun hanya menjalankan bisnis orang lain. Apalagi jika ternyata tinggal melanjutkan usaha yang ada. “Perlu kegigihan dalam berbisnis. Apalagi sebuah usaha tidak selamanya naik, ada vase naik turunnya. Dia harus siap dengan segala ide agar usaha tetap berjalan lancar. Jadi tidak boleh setengah-setengah,”

Banyaklah belajar dari orang – orang yang sudah berhasil. Dari mereka, Anda akan paham bahwa jalan memulai usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.

Yang sukses pun pernah melewatinya. Mereka berhasil karena bisa bertahan. Coba dulu berhenti ditengah jalan, pasti keberhasilan yang mereka dapatkan sekarang tidak akan pernah terwujud.

Pengalaman orang sukses ini menjadi reminder yang kuat, menjadi pemompa semangat, ketika sedang lelah atau gundah. Kalau para pebisnis sukses saja butuh waktu dan bahkan butuh pengorbanan untuk bisa berhasil, wajar saja kita yang baru memulai usaha menghadapi masalah.