Menjaga Reputasi di Tempat Kerja

Menjaga Reputasi di Tempat Kerja

  Senin, 21 December 2015 10:38

Tak hanya di lingkungan masyarakat saja, di lingkungan kerja pun efek sosial cukup berpengaruh bagi seseorang. Baik itu dalam penilaian atasan, maupun sesama rekan kerja. Itulah sebabnya, penting bagi setiap orang menjaga reputasinya di tempat kerja. Terutama pada pekerjaan yang memiliki jenjang karir.Oleh : Marsita Riandini

Reputasi di tempat kerja juga bergantung bagaimana seseorang bersikap. Baik itu sikapnya dalam bersosialisasi dengan rekan kerja, maupun dengan klien. Jika perilaku yang dikeluarkan itu buruk, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi penilaian reputasi Anda. Bahkan bukan tidak mungkin, kesempatan promosi yang harusnya didapat kini gagal karena terhalang karena sikap kita.

Membangun reputasi kerja, hendaknya dilakukan sejak awal masuk dalam dunia kerja. Tunjukkan track record yang baik, sehingga adaptasi di lingkungan kerja menjadi nyaman. Demikian yang disampaikan oleh Dr. Fitri Sukmawati, M. Psi, Psikolog kepada For Her. “Akan lebih nyaman membangun reputasi yang baik itu bila kita bekerja itu karena memang posisi kita dibutuhkan di tempat tersebut. Bukan karena titipan keluarga dan sebagainya. Akan lebih baik lagi jika itu didukung dengan kesesuaian antara disiplin ilmu yang dimiliki,” ujar dosen IAIN Pontianak ini.

Namun, ini tak berarti mereka yang mendapatkan pekerjaan tidak sesuai dengan disiplin ilmunya tidak bisa membangun reputasi yang baik. “Banyak juga orang yang seperti itu bisa kok bahkan diterima dengan baik di lingkungan kerjanya. Itu artinya pengaruh terbesar bagaimana orang tersebut menunjukkan perilakunya. Bekerja dengan maksimal, sehingga orang lain respect kepadanya,” ulas dia.

Baik buruknya sikap seseorang, termasuk dalam dunia kerja itu dipengaruhi oleh kematangan pribadinya. Semakin matang kepribadian seseorang, maka dia akan mudah untuk menjaga reputasinya. “Tetapi kalau tidak, maka muncul sikap kekanak-kanakan, meremehkan orang lain, dan sebagainya. Bahkan cenderung merasa dirinya benar,” paparnya.

Sering kali sikap tersebut, lanjut Fitri memunculkan konflik dalam dunia kerja. Bahkan tak jarang pula membuat seseorang menjadi suka berbohong, bahkan menjadi curang. “Tentu hal ini tidak diharapkan. Atasan pun akan mempertimbangkan banyak hal untuk mempromosikan orang-orang seperti ini, sebab pertimbangannya masa depan perusahaan,”ungkapnya.

Sebaiknya, kata dia bekerjalah dengan ikhlas. Tunjukkan sikap positif dalam bekerja. Waktu bekerja bisa menjadi sangat menyenangkan atau bisa jadi menyeramkan untuk beberapa orang. Isu – isu sosial lingkungan kantor, pastinya berpengaruh pada kenyamanan bekerja, apalagi jika itu berkenaan dengan diri kita. “Apapapun itu, bijaklah dalam mengendalikan diri saat di kantor. Jangan mudah terpancing emosi, sehingga membuat sikap menjadi tidak terkontrol,” pungkasnya.