Menjaga Gula Darah dalam Tubuh

Menjaga Gula Darah dalam Tubuh

  Jumat, 13 November 2015 13:34

Semakin banyaknya informasi yang beredar dan diterima oleh masyarakat  terkait pola hidup yang berisiko, makin tinggi pula kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, terutama menjaga kadar gula darah agar tidak menjadi penyakit. Seperti yang dilakukan oleh beberapa responden yang diwawancarai For Her.Oleh : Marsita Riandini

Dalam tubuh manusia membutuhkan gula darah atau zat glukosa, terutama untuk membantu kinerja tubuh dan kesehatan tubuh. Jika gula darah terlalu berlebihan, bisa menimbulkan berbagai penyakit,  baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang diakibatkan oleh gula darah yang tinggi. Bahkan saat ini jumlah penderitanya cukup banyak. Pengidapnya tak hanya orang dewasa saja, tetapi juga bisa diderita oleh anak kecil. Konsumsi gula yang berlebihan juga bisa membuat kegemukan. Itulah sebabnya perlu diimbangi dengan olahraga yang teratur.Inilah yang membuat banyak orang sadar pentingnya menjaga kesehatan. Berbagai carapun dilakukan agar terhindari dari penyakit tersebut, terutama menjaga pola makan yang benar. Berikut beberapa cara yang dilakukan oleh sejumlah orang untuk menjaga agar tubuh tetap sehat.

Mengurangi Nasi Putih

Nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling enak dibanding ubi ataupun jagung. Makanya tidak heran jika orang Indonesia sangat tergantung dengan nasi. Setiap harinya minimal orang mengonsumsi nasi dua kali sehari. Jumlah yang dikonsumsi berbeda-beda bagi masing-masing orang.Saat ini, banyak sumber yang menyarankan untuk mengurangi makan nasi agar menjaga kesehatan. Sebab nasi putih menjadi salah satu factor penyebab tingginya kadar gula darah yang dialami seseorang. Apalagi masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan belum dikatakan makan bila belum mengonsumsi nasi.

Hal ini pun mulai disadari sejumlah masyarakat, salah satunya  Werdah Astuti (28 tahun). “Katanya kandungan nasi putih itu mengandung karbohidrat tinggi yang bisa meningkatkan kadar gula. Makanya sekarang ini saya sudah mengurangi konsumsi nasi putih. Biasanya dengan memperbanyak sayur dan lauk pauknya, jadinya khan tetap kenyang meskipun nasinya dikurangi,” jelas dia.Mengurangi nasi putih juga dilakukan oleh Misnawati (26 tahun). Memiliki ibu yang mengidap penyakit diabetes, bahkan sudah ada bagian yang diamputasi, membuat dia dan keluarga mulai mencampur nasi dengan sumber pangan lainnya. “Saya biasanya mencampur beras dengan jagung ataupun pisang saat memasaknya. Kata dokter itu bisa jadi salah satu cara mengurangi konsumsi nasi,” timpal dia.

Batasi Konsumsi Gula

Gula telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Disadari atau tidak setiap hari ada saja gula yang masuk ke dalam tubuh, baik melalui makanan maupun minuman.  Pada kadar tertentu manusia membutuhkan gula sebagai bahan energsi. Pada kadar yang berlebihan, gula menjadi ancaman bagi tubuh manusia.Konsumsi gula secara berlebih berpotensi menimbulkan penyakit bagi manusia. Inilah yang menjadi alasan mengapa gula perlu dikurangi dalam konsumsi sehari-hari.  “Saya sih biasanya lihat di TV itu penyebab orang mengalami diabetes karena banyaknya konsumsi gula. Jadi sekarang itu jadi ngeri juga kalau konsumsi gula berlebihan. Apalagi saya termasuk orang yang doyan manis. Kalau lagi minum teh, biasanya tidak mau terlalu manis, yang penting ada rasa sajalah,” ungkap Tia Nur Anggraini (26 tahun), warga Perum II.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Siska (33 tahun), ibu dua anak ini mengaku menyediakan gula rendah kalori dirumahnya. “Kebetulan khan orang tua saya ada yang mengidap penyakit diabetes. Karena katanya bisa menurunkan ke anak, jadi saya antisipasi dari sekarang. Setidaknya menjadi usaha awal untuk mencegahnya,” ucap wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini.

Periksa Rutin
Kondisi gula darah dalam tubuh bisa saja berubah dari waktu ke waktu, bergantung dari konsumsi makanan yang masuk ke tubuh. Bila kadar gula dalam tubuh terlalu tinggi bisa berpengaruh pada organ tubuh lainnya, seperti ginjal dan jantung. Menyikapi hal itu, ada baiknya diperiksakan secara berkala, agar Anda bisa mengetahui kadar gula darah. Seperti yang dilakukan oleh Reni Wijayanti (35 tahun), ibu rumah tangga ini. “Saya sih tidak ada program khusus untuk menjaga makanan. Terpenting itu tidak berlebihan saja. Sesekali biasanya tetap cek gula darah apalagi pas lagi ke apotek. Kadang juga manfaatkan pemeriksaan gratis di car free day atau pada even  tertentu,” ucap dia.

Minum Jamu & Lalapan Pahit
Bila terlalu sering makan makanan yang manis-manis bisa menyebabkan diabetes dan penyakit lainnya, maka ada pula yang kemudian mengimbanginya dengan menikmati makanan yang pahit. Seperti yang dilakukan oleh Salbiah (52 tahun). Menurut dia, makanan yang pahit ini baik untuk tubuh. “Saya sih dari dulu memang suka mengonsumsi lalapan pahit, kayak daun papaya, daun mengkudu. Ini untuk mengimbangi makanan manis yang dikonsumsi setiap hari. Sekali waktu saya juga mengonsumsi jamu pahit yang memang banyak kasiatnya bagi tubuh,” ulas wanita yang sudah memiliki cucu ini. **