Menjadi Destinasi Andalan Wisata Perairan

Menjadi Destinasi Andalan Wisata Perairan

  Jumat, 29 July 2016 11:08
KIMA: Biota laut yang bakal memiliki taman di Lemukutan. WWW.INDONESIAKAYA.COM

Berita Terkait

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak akan meluncurkan Taman Kima di Pulau Lemukutan, yang akan diselenggarakan pada Minggu (31/7). Diharapkan Taman Kima ini menjadi salah satu destinasi wisata perairan di Kalimantan Barat.

 
****

Kepala BPSPL Pontianak Getreda Melsina Hehanussa mengungkapkan, spesies Kima sudah ditetapkan menjadi biota yang dilindungi secara penuh berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Meskipun semua jenis Kima masuk dalam listing Appendik II CITES, yang berarti bahwa secara internasional pemanfaatan Kima dari habitat alam masih dimungkinkan dengan pengaturan dan pengawasan yang ketat.

Namun demikian, lanjut Getreda, karena secara nasional Kima sudah dilindungi secara penuh maka pemanfaatan Kima dari habitat alam untuk kepentingan perdagangan tidak diperbolehkan.

"Untuk itu agar masyarakat masih bisa memanfaatkan Kima ini, maka pemanfaatannya dengan cara menjaga kelestariannya dan menjadikannya bagian dari destinasi wisata berbasis konservasi," ujar Getreda, kemarin.

Artinya, lanjut Getreda, dengan menjaga Kima tetap di habitatnya dan dengan menikmati pemandangan dibawah laut dan masyarakat Pulau Lemukutan mendapatkan manfaat secara ekonomi dengan menjaga kelestarian lingkungan.

Gatreda menjelaskan, taman Kima merupakan salah satu model yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan destinasi wisata bawah laut yang bisa dinikmati oleh wisatawan baik hanya dengan snorkling maupun dengan diving.

Rencana Peresmian Taman Kima ini, katanya, akan diresmikan Oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP bersama-sama dengan Bupati Kabupaten Bengkayang dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan launching Taman Kima ini di persilakan datang pada hari minggu tanggal 31 Juli 2016 di Pulau Lemukutan," terangnya.

Sementara itu, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, penanggung jawab pelaksanaan kegiatan mengatakan, inisiasi pertama pembuatan taman Kima ini dilihat dari hasil survey pendahuluan yang dilaksanakan oleh BPSPL Pontianak pada tahun 2015, menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis Kima yang berada pada perairan di sekitar Pulau Lemukutan.

Tiga jenis tersebut antara lain Tridacna crocea, Tridacna maxima dan Tridacna squamosa, nilai kelimpahan ketiga spesies tersebut juga tergolong tinggi, hal ini didukung oleh kualitas perairan yang baik serta masih banyak terdapat massive coral di perairan tersebut.

Pembuatan taman Kima ini menurut Iwan, juga  melibatkan masyarakat di Desa Pulau Lemukutan, dimana masyarakat membentuk kelompok pemeliharaan dan pengawasan Kima dan biota laut lainnya. 

"Kelompok masyarakat ini ditetapkan atau dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa Lemukutan," katanya. 

Dengan demikian, ini merupakan wujud pemberdayaan masyarakat yang ada di pulau tersebut untuk mengelola kima sebagai biota yang dilindungi. 

"Selanjutnya Kelompok Masyarakat ini diberi pembekalan dan pengetahuan dasar tentang konservasi dan taman Kima," lanjutnya.

Adapun lokasi taman kima berada pada perairain di sekitar Kampung Teluk Cina, kesepakatan ini diambil berdasarkan kesesuain lokasi tersebut dengan siklus hidup Kima, yakni berada pada 00˚46’22.1” LU dan    108˚42’36.7” BT.

Kata Iwan, kelompok ini akan mengelola taman Kima, menjaga kelestarian serta mengintroduksi Kima ke taman dan mencatat jumlah pengunjung yang hadir ke taman tersebut, pola pemanfaatan taman kima ini adalah pengunjung akan ber-snorkling atau diving di area taman yang disuguhi pemandangan bawah laut yang dihiasi oleh terumbu karang, kima dan biota laut lainnya.

Dengan adanya taman Kima ini diharapkan akan menghidupkan beberapa sektor ekonomi wilayah khususnya di Kabupaten Bengkayang, hal ini disebabkan karena bertambahnya populasi manusia yang ada di lokasi wisata bahari tersebut dalam jangka waktu tertentu, yang akan memicu peningkatan konsumsi barang atau jasa di lokasi tersebut, karena para pengunjung atau wisatawan tersebut harus memenuhi kebutuhan dasarnya.(arf)

Berita Terkait