Menjadi Bintang di Kantor

Menjadi Bintang di Kantor

  Senin, 3 Oktober 2016 11:33

Menjadi bintang di kantor menjadi impian banyak orang. Tetapi untuk mencapainya tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses panjang untuk menghasilkan prestasi-prestasi dalam dunia kerja. Tantangan yang dihadapi pun cukup besar. Selain tanggung jawab pada pekerjaan, juga harus menjaga hubungan baik dengan rekan sekantor.

 

Oleh : Marsita Riandini

 

Berprestasi dalam pekerjaan tentu hal yang menyenangkan. Penghargaan demi penghargaan pun diraih atas kinerja yang optimal. Apalagi bila dijuluki sang bintang kantor, tentu ada kebanggaan tersendiri.

Lantas apakah semua orang bisa menjadi bintang di lingkungan kerjanya? Armijn Chandra Santosa Besman, S. IP, S. Psi, Psikolog mengatakan siapa pun bisa menjadi bintang di tempat kerjanya. Tentu saja harus didukung dengan kemampuan kinerja yang baik dan berkualitas.

Label bintang yang diberikan kepada seseorang karyawan ada yang bersifat formal ada pula yang tidak. Ada yang disebut bintang karena mendapatkan penghargaan langsung dari kantor. Ada pula yang memang menjadi pusat perhatian dengan prestasi-prestasinya tanpa ada penghargaan khusus  yang diberikan.

“Ini tergantung masing-masing tempat kerja dan berkaitan dengan situasi maupun kondisi di tempat tersebut,” ungkap Ketua Lembaga Kesejahteraan Permata Khatulistiwa di Jalan Apel Pontianak Nomor 10 ini.

Seseorang harus bisa mencapai prestasi-prestasi yang membanggakan untuk menjadi bintang kantor. Apalagi perusahaan biasanya memberikan penghargaan bagi karyawannya yang berprestasi sebagai pemacu karyawan yang lain.

“Tentunya perusahaan berharap karyawan lain bisa terpacu semangatnya. Perusahaan tentu tak hanya membutuhkan satu orang karyawan berprestasi saja. Semakin banyak karyawan yang memiliki kinerja yang berkualitas, maka semakin menguntungkan bagi perusahaan,” jelas Armijn.

Armijn mengatakan tak mudah bagi seseorang untuk menjalani aktivitas dengan label sebagai bintang di kantor. Sebab dia harus bisa mempertahankan kualitas pekerjaannya dengan maksimal. Menjadi bintang di kantor tak menjamin seseorang nyaman menjalaninya, terlebih jika hal itu malah menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Bahkan, bisa saja pekerjaan malah dianggap sebagai beban bukan tanggung jawab.

“Merasa menjadi bintang di kantor, maka dia ingin lebih menonjol. Alhasil harus memikirkan bagaimana cara mempertahankan gelar tersebut,” katanya.

Armijn menyarankan ketika menjadi bintang di kantor tetaplah harus berhati-hati. Sebab ini bisa menimbulkan rasa bangga dalam diri, yang kemudian memicu kesombongan dalam bersikap kepada orang lain.

“Ini bisa menjadi salah satu penyebab renggangnya hubungan seseorang dengan rekan kerja yang lain. Mulai membatasi diri, dan merasa diri lebih baik dari yang lain,” tuturnya.

Hindari pula melakukan cara-cara yang tidak benar atau bahkan bersifat menjatuhkan rekan kerja yang lain demi penghargaan yang diinginkan. “Tetaplah bekerja secara profesional dan bertanggung jawab untuk mencapai hasil yang maksimal,” ujar Armijn. **