Meninggal Saat Karaokean

Meninggal Saat Karaokean

  Sabtu, 2 December 2017 10:00
OLAH TKP: Petugas Polres Ketapang melakukan olah TKP di tempat meninggalnya ABK di tempat hiburan malam pada Kamis (30/11) malam. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 

DIDUGA akibat menengak minuman keras, seorang warga tewas di lokalisasi, tepatnya di Kafe Maria Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (30/11) malam. Meninggalnya seorang warga ini sontak menghebohkan pemilik dan pengunjung di tempat hiburan malam tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, jasad pria tersebut diketahui bernama Yudiono (43) tersebut diketahui berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) yang sedang bersandar di Ketapang. Jasad korban kemudian dibawa kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan beberapa saksi.
Salah satu saksi mata, Maria, menjelaskan jika korban datang ke lokasi tersebut pada Kamis sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban, menurut dia, datang bersama empat temannya untuk berkaraoke. "Saat datang dia terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda sakit," kata pemilik kafe tersebut.
Ia menjelaskan, korban bersama empat temannya memesan bir sebanyak tujuh botol. Masih menurut cerita dia, pada pukul 19.30 WIB, korban tiba-tiba terjatuh saat sedang berkaroeke. Korban, kata dia, sempat diberikan pertolongan oleh teman dan pemilik kafe, namun nyawa korban tak terselamatkan. "Mungkin karena kebanyakan minum. Kami juga tidak tahu," ungkapnya.
Kejadian ini pun langsung dilaporkan mereka ke Polres Ketapang. Anggota Polres Ketapang yang tiba di lokasi kejadian langsung memeriksa lokasi kejadian, serta meminta data dari beberapa orang saksi dan mengamankan barang bukti minuman keras dan barang milik korban. "Kemungkinan korban ini sakit atau kelelahan, karena baru tiba di Ketapang dan mengkonsumsi bir," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Ketapang, Kompol Alfan.
Setelah melakukan olah TKP, jasad korban yang diketahui seorang ABK Kapal TB King Borneo yang sedang bersandar di pelabuhan Jober Pertamina Sukaharja Ketapang itu, kemudian dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk diotopsi.
‎"Ketika diperiksa pada bagian tubuh korban, tim identifikasi Polres Ketapang tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan fisik di tubuh korban. Meskipun demikian, kami masih menunggu hasil otopsi penyebab pasti kematian korban," lanjutnya.
Alfan mengakui jika pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi saat kejadian. Mereka juga menyita barang bukti bekas bir yang ada di lokasi. "Kita juga sedang berupaya untuk menghubungi keluarga korban. Apakah akan dimakamkan di sini atau dibawa pulang, masih menunggu konfirmasi dari kelurganya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait