Menilik Pendidikan di Dusun Mentuak, Toba kabupaten Sanggau

Menilik Pendidikan di Dusun Mentuak, Toba kabupaten Sanggau

  Selasa, 11 Oktober 2016 08:31

Berita Terkait

Sekolah Tak Berdek, Rumah Guru Rusak Parah

“Selamat datang di kampung kami pak,” ujar Kepala Dusun Mentuak, Apin (56) ramah, menyapa saat perahu speed (long boat) yang kami tumpangi merapat ke dermaga. Pria berbadan gempal itu kemudian membawa kami berjalan menuju tempat istirahat, melewati rumah warga yang kebanyakan berdinding papan.

Cuaca siang itu, Rabu (5/10) panas sekali. Sedangkan dusun yang kami sambangi berada di pinggir sungai. Rumah warga sebagian terbilang bagus meski masih ada beberapa rumah yang kondisi bangunannya memprihatinkan. Beginilah kondisinya dusun yang terletak paling ujung di Kecamatan Toba ini.

Pak Kepala Dusun kemudian mengajak saya untuk melihat-lihat kondisi sekolah. Jarak sekolah dari tempat pertemuan kami sekira 1,7 kilometer lagi.

Menyusuri jalan rapat beton yang hanya cukup untuk dilalui satu motor saja. Di kiri dan kanan terhampar kebun karet milik warga setempat. 

Saat di jalan, ada 5 bangunan yang berada tepat disamping balai dusun. Bangunan sekolah dan rumah dinas bagi guru SD Negeri 12 Kuala Labai.

Untuk sekolah, sekilas dari kejauhan tak ada yang memprihatinkan. Berbeda dengan rumah dinas guru, ada dua bangunan yang sudah tampak rapuh dan lusuh. Seperti rumah tak berpenghuni.

Ditemani pak Kadus, saya bergegas menuju bangunan sekolah. Dari luar ruangan, terlihat triplek langit-langit sudah lepas. Saya terkejut saat masuk ke tiga ruangan kelas.

Nyaris ruangan itu tanpa dek atau langit-langit. Triplek deknya sudah rusak dan terlepas. Akibatnya, saat siang, para siswa kepanasan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan belum ada tindak lanjutnya dari dinas terkait.

Pak Indra Sukma, 33 tahun yang mengajar di sekolah tersebut sejak 5 tahun lalu memperkenalkan diri. Oleh Pak Indra, kami pun melihat kondisi sekolah dan rumah dinas guru tersebut. Penderitaan kian lengkap karena didusun tersebut teraliri listrik.

“Sudah sering diajukan rehab. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” tegas pak Indra. Padahal, dia sangat berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi ini.

Menurut pak Indra, guru disini berjumlah 3 orang, semuanya PNS. Ketiganya mengajar 32 orang siswa. Sementara lokal ada 3 untuk kelas 1-6. Pak Indra, mengajak melihat ke dalam rumah dinas yang ditempatinya. kondisinya tidak jauh berbeda dengan luarnya.

Kesan kusam dan kotor serta rusak memang menjadi kenyataan.

Lebih parah lagi bangunan tepat disebelah rumah pak Indra. Kaca jendelanya sudah tidak ada, lantainya yang terbuat dari papan juga sudah ambruk ke tanah.

Pemandangan serupa juga terlihat pada atap rumah dibagian belakang dan sampingnya. Memang seperti dibiarkan rusak begitu saja.

Sementara itu, dua rumah dinas lainnya terlihat masih sedikit dalam kondisi baik. Tetapi secara keseluruhan keempat rumdin ini sudah cukup tua dan perlu dilakukan perbaikan agar para pendidik ini dapat beristirahat dengan selayaknya. 

Persoalan rumah dinas guru ini bukan hanya terjadi disini. Di Dusun Bagan Asam-saat saya berkunjung kesana sehari sebelumnya-rumah dinas untuk guru SMP Negeri 3 Satap Toba tidak ada.

Salah seorang gurunya justru harus numpang di rumah dinas milik puskesmas pembantu. Keadaannya sama. Lantainya sudah bolong-bolong dan butuh diperhatikan.

Pak Indra tak jarang merasa sedih dengan situasi ini. Kadang tak tega melihat anak didiknya kepanasan saat belajar di siang hari. Tetapi, dengan keterbatasan gajinya dia tidak mampu berbuat apa-apa dengan situasi ini. Fasilitas pendidikan ditempatnya mengajar masih minim, ditambah lagi kondisinya yang rusak.

 “Kalau melihat fasilitas disini, saya prihatin. Yang membuat saya tetap bangga adalah anak-anak didik disini tetap mau belajar. Dan mereka cukup membanggakan karena untuk ukuran kecamatan, mereka selalu masuk lima besar kecamatan,” ungkap dia.

Beginilah kondisi kami disini. Sekolah ini berada di daerah paling ujung Kecamatan Toba. Fasilitasnya minim. Hanya semangat anak-anak didik yang membuat kami seutuhnya mendedikasikan pengabdian ini untuk mereka. [*]

Berita Terkait