Menilik Kesiapan SMKN 1 Sanggau Selenggarakan UNBK, Berharap Listrik dan Internet Tak Bermasalah

Menilik Kesiapan SMKN 1 Sanggau Selenggarakan UNBK, Berharap Listrik dan Internet Tak Bermasalah

  Selasa, 16 February 2016 11:49
SUGENG/PONTIANAK POST UNBK: Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh SMKN 1 Sanggau untuk menyelenggarakan uji coba UNBK tingkat SMK Kabupaten Sanggau.

Berita Terkait

SMK Negeri 1 Sanggau akan menjadi sekolah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di Kabupaten Sanggau tahun 2016. Bagaimana kesiapannya? Kami pun berkesempatan melihat langsung persiapan mereka.

SUGENG, Sanggau

LENGANG terlihat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sanggau. Maklum siswa dan siswi sedang belajar. Dua pria menunggu di ruang laboratorium. Mereka adalah Pak Alimin, sang kepala sekolah dan Pak Pilun, teknisi yang mengerjakan rangkaian komputer serta server untuk pelaksanaan UNBK.

Sekolah ini yang memiliki 600an siswa. Sedangkan di sekeliling saya, didalam ruang laboratorium, sudah tersusun rapi meja dan kursi yang akan digunakan untuk ujian nasional. Diatas meja-meja itu terdapat laptop yang dipersiapkan untuk ujian berbasis komputer.

Ternyata ada dua ruangan. Di ruangan yang kedua, deretan CPU dan monitor nampak rapi. Jika diruangan lab pertama berderet laptop, ruangan kedua menggunakan CPU komputer. Total 75 unit komputer dari dua ruangan lab itu.

“Kami masih ada cadangan 10 unit untuk menunjang yang 75 unit tadi. Itu kami beli menggunakan dana BOS. Jadi secara fasilitas, kami sudah siap melaksanakan uji coba UNBK yang rencananya dilaksanakan 4-7 April 2016 mendatang,” ujar dia.

Di wilayah Sanggau, selain sekolahnya, SMK Tri Dharma juga akan melaksanakan UNBK.

“Jadi ada dua SMK yang ikut.”

Untuk sekolahnya, kata Alimin, sebanyak 198 siswa akan mengikuti ujian nasional ini. Teknisnya, dengan jumlah unit komputer yang ada kemungkinan dilakukan dengan tahapan atau sesi.

“Secara teknis siap menggelar UNBK. Fasilitas memadai, kami juga punya tenaga teknis. Hanya saja kendala kita ini soal listrik. Kalau listrik padam atau internet terganggu bisa jadi masalah. Semoga ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk menghindari permasalahan ini,” harapnya.

Pembicaraan semakin asyik. Saya semakin ingin tahu, bagaimana sistem pelaksanaannya nanti. Untuk detailnya, Alimin memanggil tenaga teknisi yang terus sibuk menuntaskan pemasangan alat-alat server diruangan operator. Tak lama, saya sudah kembali bercakap-cakap dengan kedua orang ini.

Saya lantas bertanya dengan Pak Pilun, “Apakah dengan sistem komputer ini siswa masih bisa mencontek?” Dia menyampaikan kalau soal setiap siswa nanti akan berbeda. Jadi, siswa satu dan lainnya meskipun dalam satu deretan meja tidak akan bisa mencontek karena soal yang dikerjakan tidak akan sama. Inilah kemajuan yang dapat dirasakan dengan sistem ujian seperti ini.

Saya penasaran dengan ruangan yang akan mengoperasikan semua komputer diruangan itu. Pak Alimin sepertinya tahu kegelisahan saya, dia pun tak sungkan mengajak saya untuk masuk ke ruangan operator yang sedang dikerjakan oleh Pak Pilun. Kesempatan yang jarang sekali, saya pun meng-iya-kan ajakan Pak Alimin dan segera membuntutinya menuju ruang operator.

Tiba diruangan itu, saya hanya lihat ada tiga komputer. Dua unit berukuran besar berwarna putih. Satu unit berukuran sedang berwarna hitam. “Ya, inilah server pengendali kita,” kata Alimin. Satu server ini bisa untuk kendalikan 40 komputer. Itu maksimalnya. Disini ada dua unit yang utama dan satu cadangan. Jadi kalau untuk 75 unit komputer sangat bisa ditangani. “Kami gunakan tiga sesi untuk tahapan ujian kali ini. Per sesinya diikuti oleh 67 siswa,” kata dia. Saat semuanya sudah siap, sekolah akan melakukan simulasi terlebih dahulu kepada siswa agar saat pelaksanaan siswa sudah punya pengalaman melaksanakannya. Simulasi itu dijadwalkan pada Selasa 16 Februari 2016.

Saya lantas bertanya kepada Pak Pilun bagaimana mereka mendapatkan soal dan cara membagikannya kepada siswa melalui jaringan komputer ini. Dia kemudian menunjuk server operator. Menurut dia, server operator itu untuk mengambil data secara online yang langsung dari pusat. Setelah dapat soalnya, kemudian melalui server itu akan diteruskan kepada siswa yang mengikuti ujian nasional. (*)

 

Berita Terkait