Menikmati Bubur Dewa di Siang Hari

Menikmati Bubur Dewa di Siang Hari

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:07
Gambar dari internet

Berita Terkait

Menikmati bubur nasi sebagai menu sarapan pagi sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Meski sederhana, bubur memiliki ragam jenis yang berbeda. Masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam pembuatan bubur. Kondimen yang ditambahkan juga beragam. Tetapi tetap saja semuanya enak untuk dinikmati.Oleh : Marsita Riandini

Bubur memang identik dengan menu makanan  pagi hari sebelum seseorang memulai aktifitasnya. Tapi bagaimana jika bubur disantap untuk teman makan siang ataupun malam? Walaupun tidak biasa tetapi ini sah-sah aja, sebab bergantung selera penikmatnya.Memanjakan lidah pengunjung dengan sajian bubur di waktu makan siang dan malam inilah yang bisa Anda temui di Hotel Aston Pontianak selama bulan November 2015 mendatang. Mulai dari pukul 12.00 wib hingga pukul 22.00 wib malam. Sebenarnya bubur yang dinamakan sebagai Bubur Dewa Aston ini tampak sama dengan bubur pada umumnya. Perbedaannya terletak pada kondimen yang disajikan. Kenapa dinamakan bubur Dewa Aston? “Filosofinya itu untuk keharmonisan. Jadi disebut dewa karena kami buat dengan empat arah mata angin, artinya dengan kondimen 34 item. Tamu bisa menikmati bubur dengan kondimen-kondimen yang beragam, sesuai selera mereka,” kata Executive Chef Hotel Aston Pontianak, chef Abang Zikwan.
Bila bubur biasa hanya menggunakan ikan teri, suwiran ayam atau daging dengan tambahan kacang tanah atau kacang kedelai, maka di Hotel Aston, Anda bisa menikmati 34 item pendukungnya. Mulai dari seafood, telur dan sayur.  Meskipun bubur dikenal makanan yang murah meriah, namun kata dia, bubur menjadi makanan yang dapat ditemui dimana saja, bahkan di hotel berbintang sekalipun. “Bubur ini khan makanan yang mudah diterima baik oleh orang sakit maupun orang sehat. Kenapa pilihan penyajiannya siang hingga malam hari? Karena bagi tamu yang ingin menikmati makan siang yang tidak terlalu berat, bisa menyicipi bubur,” jelasnya.

Kondimen yang disajikan ini ada yang diolah dengan aneka rempah, ada pula yang digoreng. “Untuk kondimennya itu beragam proses pengolahannya. Kami ada membuat olahan sambal hati ayam, ada pula olahan daging dan kepiting,” jelasnya.   Tim For Her  pun mendapatkan kesempatan untuk menyicipi bubur tersebut. Sajian yang menggoda membuat lidah tak sabar untuk menyicipinya. Chef Abang Zikwan sengaja memisahkan kaldu dan bubur serta kondimennya. Alasannya, selera pengunjung tentu berbeda-beda. “Kaldu dan bubur serta kondimennya jelas dipisah. Sebab ada pengunjung yang suka pakai kaldu, ada yang tidak. Demikian pula dengan kondimen-kondimennya,”tuturnya.

Bubur yang disajikan rasanya masih tawar. Demikian pula ketika Anda menambahkan kaldu didalamnya. Tetapi jika sudah menambahkan kondimen-kondimennya, jelas terasa berbeda. Cara menikmatinya bergantung selera Anda. Bisa mencampurkan semua kondimen yang sudah dipilih ke dalam mangkuk yang berisi bubur dan kaldu. Bisa pula menikmati sensasi satu persatu kondimen tersebut.Tak lengkap bila menikmati bubur tanpa menambah kecap, saus dan sambalnya. Bila Anda penyuka pedas, bisa menambahkan saus ataupun sambalnya. Menambahkan rasa manisnya bisa menuangkan kecap secukupnya. Jadi Andalah yang meracik citarasa bubur Dewa Aston ini. **

 

Berita Terkait