Menginspirasi dengan Puisi

Menginspirasi dengan Puisi

  Senin, 3 Oktober 2016 11:33

 TERLAHIR sebagai anak kedua dari 5 bersaudara membuat Zhafiera Ivaliant Amanda menjadi seseorang yang mudah beradaptasi. Cewek berkulit putih ini menganalogikan dirinya seperti kincir angin yang dapat bergerak ke seluruh arah. Dirinya cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, cewek yang akrab disapa Fira ini nggak bisa berdiam diri di rumah. Doi selalu mencari hal-hal baru dan pastinya harus bermuatan positif. Nggak heran kalo Zhafiera termasuk member Z yang rajin mengupload berbagai foto aksi positif dalam Zetizen National Challenge: Be A Good Zetizen and Go to New Zealand.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Untan ini mengaku memiliki jadwal kuliah yang nggak padat, sehingga Fira dapat aktif di berbagai kegiatan. Saat ini Fira getol menyuarakan opininya terhadap anak muda yang udah berkurang jiwa nasionalismenya. Therefore, foto aksi Zhafiera yang sedang membawakan puisi “Patriot Is Me” dalam acara Dialog Film Sebagai Penyebar Gagasan Damai Bagi Pemuda dan Perempuan di Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh BNPT terpilih sebagai foto terbaiknya di kompetisi ini.

“Aku emang suka banget baca puisi dan pidato. Makanya aku excited pas disuruh bawain puisi “Patriot Is Me”. Yang pasti aku langsung mengiyakan aja. Puisi tersebut berisi tentang sindiran kepada anak muda yang saat ini terkesan acuh dan nggak memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Alhamdulillah aku bisa bawain puisinya dengan lancar dan acaranya juga sukses,” ujar cewek berbehel ini.

          Selain itu, Fira pun aktif di berbagai organisasi dan komunitas seperti Kampoeng English Purnama, Teraju.id, Bina Antar Budaya dan Ikatan Duta Mahasiswa GenRe Kalimantan Barat. “Berorganisasi itu udah jadi hobiku. Aku suka berkomunikasi dengan banyak orang. That’s why aku kuliah di Ilmu Komunikasi. Apalagi aku jadi konselor sebaya di PIK-R Cermai Kota Pontianak. Jadi konselor ini bukti dedikasiku sebagai Runner up 2 Duta Mahasiswa GenRe Provinsi Kalimantan Barat tahun 2016,” jelasnya.

Kendati memiliki segudang akifitas, ternyata Fira memiliki pekerjaan sambilan sebagai guru les privat. Murid-murid yang diajarnya pun beragam, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Fira nggak hanya  mengajar satu mata pelajaran khusus, semua mata pelajaran diajarkan kepada muridnya. Hingga kini Fira telah mempunyai 5 orang murid. Melestarikan budaya lewat tarian pun kerap Fira lakukan melalui keikutsertaannya pada Sanggar Andari dan Bengkel Seni Fisipol. Cewek berhijab ini memang suka tarian tradisional sejak kecil. Tak dinyana, kegemaran menarinya telah membuat Fira sering ikut ambil bagian dalam pentas tari  di acara kedinasan dan event kampus. “Aku juga pengen ngarang puisi. Masa selama ini cuma bisa baca puisi aja,” ujarnya.

          Sebagai 5 besar Go To New Zealand National Challenge yang akan mengikuti Zetizen Summit pada 14-16 Oktober mendatang, Fira telah merencanakan suatu program untuk member Z Kalbar. “Terpilih menjadi 5 besar otomatis kan aku menggambarkan bagaimana anak muda di Kalbar. Pastinya kita juga harus menjadi influencer bagi yang lain. Oleh karena itu, aku pengen bikin program Smart with Zetizen, dimana program ini memanfaatkaan member Z. Lewat program ini aku bakal mengampanyekan pentingnya rasa nasionalisme yang tinggi, terutama untuk anak muda yang sekarang udah dipengaruhi oleh gadget dan internet,” pungkasnya. (ind)

Teks foto

AKTIF: Sebagai cewek yang supel dan senang berorganisasi membuat Fira mudah beradaptasi dengan siapa saja. Selain aktif di Bina Antar Budaya yang menonjolkan rasa nasionalisme, Fira juga aktif di Ikatan mahasiswa GenRe Kalbar yang mengampanyekan agar tidak kawin muda kepada para remaja.