Mengidap Sindaktili, Perlu Biaya untuk Operasi

Mengidap Sindaktili, Perlu Biaya untuk Operasi

  Jumat, 22 April 2016 09:00
BUTUH BANTUAN: Alam (3), dipangku ibunya di kediamannya Jalan Tanjung Raya II, kemarin. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Seorang bocah di warga Jalan Tanjung Raya II, Gang Pendidikan, Kecamatan Pontianak Timur, Alam Trirahmatan mengidap salah satu kelainan bawaan sejak lahir yakni sindaktili, yaitu kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih, baik tangan dan kaki.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak  

UNTUK melakukan operasi pemisahan pada jari-jari yang saling menyatu itu, anak laki-laki berusia tiga tahun ini harus dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta. Mengingat biaya yang cukup besar, pihak keluarga berharap ada bantuan dari berbagai pihak.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/4) pagi, Alam terlihat cukup sehat. Sambil digendong sang Ibu, Dewi Mashita (39), ia terlihat lincah bermain sambil sesekali disuapi roti. Meski belum bisa berbicara, Alam sudah mampu berjalan dan mengerti pembicaraan orang. Seperti ketika disuruh ibunya berdoa, cepat ia mengangkat kedua tangan yang seluruh jarinya menyatu itu, bibirnya komat-kamit seolah menyebutkan sesuatu. Selain jari tangan, jari kakinya juga menyatu.

Dewi bercerita, keadaan ini sudah dialami sejak anak bungsunya itu lahir. Menurutnya tidak ada keanehan selama dia mengandung. Bahkan saat dilakukan USG dokter menyatakan janin yang dikandungnya normal. Dari pengalaman saat melahirkan dua anak sebelumnya juga diakui baik-baik saja. "Semua normal tiba-tiba saja saat melahirkan sudah seperti ini," katanya.

Selain jari tangan dan kaki yang menyatau, secara umum kesehatan Alam cukup baik. Penyakit lain yang diderita hanya sebatas flu dan batuk. Akan tetapi, sejak berusia satu tahun lebih anak ini sering mengalami kekurangan darah atau hemoglobin rendah. Dari sana tiap bulan dia terpaksa harus ke rumah sakit mendapatkan transfusi darah. "Tiap sebulan sekali tambah darah, jumlahnya antara satu sampai tiga kantong," jelasnya.

Dwi mengaku sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatan selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sebagai ibu rumah tangga dan suaminya yang hanya bekerja sebagai karyawan swasta, dia merasa cukup berat jika harus membiayai pengobatan hingga biaya operasi nanti. Karena itu dia berharap kepada semua pihak bisa membantu demi lancarnya proses pengobatan hingga operasi kelak. 

"Kami sekeluarga sangat mendukung jika akan dilakukan operasi demi kebaikan Alam, tapi jika harus membayar tentu tidak mampu, karena tidak murah," pungkasnya.

Diketahui kelainan ini dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak karena jari yang dempet menghambat pertumbuhan jari dari gerakan jari-jari lain di sampingnya. Bila tidak diatasi, juga dapat mengganggu perkembangan mental anak. Seringkali harus dilakukan cangkok kulit untuk menutup sebagian luka, sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit yang lebih lama.(bar)

Berita Terkait