Menghitung Pengeluaran Selama Setahun

Menghitung Pengeluaran Selama Setahun

  Senin, 14 December 2015 07:49

Berita Terkait

Tahun 2016 hampir tiba. Selain mempersiapkan pesta akhir tahun, tiba waktunya pula untuk mengatur kembali perencanaan keuangan dalam setahun ke depan. Tanpa rencana, uang masuk bisa keluar dan habis dengan mudahnya.Belajarlah dari pengalaman tahun ini, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus diperbaiki. Oleh : Marsita Riandini

Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan peninjauan ulang keuangan. Tujuannya agar Anda memiliki perencanaan keuangan yang baik di tahun depan. Bila nantinya keuangan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, maka keinginan-keinginan Anda akan tercapai. Ingin liburan, uangnya ada. Ingin belanja, tak harus membebani anggaran rumah tangga. Kerja lelah tak masalah, sebab aset semakin bertambah.

Bila tahun ini Anda sudah merencanakan keuangan, maka hal utama yang perlu dilakukan kata Dr. Helma Malini, SE, MM mengevaluasi pengeluaran. Apakah sesuai atau tidak dengan perencanaan yang sudah dibuat. “Sebenarnya evaluasi keuangan ini tidak harus dilakukan akhir tahun. Sebaiknya malah setiap hari. Tapi khan tidak semua orang betah melakukannya. Maka kalau tidak mau setiap hari bisa tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau paling tidak setiap akhir tahun,” beber dosen Ekonomi di Universitas Tanjung Pura ini.

Helma juga memberi tahu rahasia menghitung keuangan yang digunakan. Dengan begitu, Anda akan tahu apakah sudah baik, atau malah sebaliknya itu harus menjadi PR bagi Anda untuk memperbaikinya di tahun depan. Caranya mudah, yakni dengan mengidentifikasi apa saja pengeluaran Anda dan terutama mengetahui darimana saja sumber pemasukan keuangan Anda dan berapa besarnya. “Cara menghitungnya, cek berapa jumlah tabungan dan aset yang dimiliki. Aset itu bisa berupa fisik, juga bisa tidak. Dalam bentuk fisik itu seperti beli rumah, tanah, atau investasi reksadana, obligasi dan lainnya, termasuk memperbaiki rumah. Sementara non fisik itu bisa biaya melanjutkan pendidikan,” paparnya.

Jika sudah menghitung aset yang dimiliki, hitunglah hutang yang ada. Hutang terbagi lagi, ada yang hutang dalam jangka panjang yakni diatas lima tahun, ada pula yang jangka pendek yakni dibawah lima tahun. “Kalau dia hutangnya jangka panjang tapi untuk beli aset, misalnya rumah, tanah, itu baik.Tetapi kalau sifatnya komersil seperti beli handphone, gadget. Berarti hutangnya tidak baik,” katanya.

Selanjutnya kata dia, hitunglah jumlah uang yang dikeluarkan dari tabungan dan hutang. Jika lebih besar aset, maka perencanaan keuangan Anda tahun ini sehat. Tetapi jika lebih banyak utang, maka perencanaan Anda tidak sehat. “Memasuki awal tahun, sebaiknya hutang itu nol, atau paling tidak berkurang dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Jika mengawali awal tahun, hutang-hutangnya banyak sementara aset yang dimiliki sedikit atau malah berkurang, maka ini akan mengganggu psikologi keuangan seseorang. “Kalau psikologi keuangannya terganggu, tentu dia tidak semangat menjalani perencanaan keuangannya. Sebaliknya kalau hutangnya nol, atau minimal berkurang, bahkan asetnya bertambah tentu akan semangat lagi dalan merencanakan dengan baik keuangannya,” papar dia. **

Berita Terkait