Menghasilkan Uang dari Guratan Tato

Menghasilkan Uang dari Guratan Tato

  Selasa, 22 December 2015 09:02
SENIMAN TATO : Dalam sebulan, Reza dkk bisa meraup uang hingga belasan juta rupiah dari keahliannya menggambari bagian tubuh orang ini.

Berita Terkait

Seiring perkembangan zaman, tato (tato) tak lagi dianggap tabu dan simbol premanisme. Tato kini layaknya karya seni lainnya yang punya nilai tersendiri. Studio-studio tato profesional sampai yang hanya menjadikannya sebagai usaha sampingan pun kian banyak bermunculan di Pontianak.  Aristono, Pontianak

Anak muda Indonesia mulai menghargai karya seni tato. Hal ini didukung budaya popular yang berkembang dewasa ini. Banyak selebritis dalam dan luar negeri yang bertato. Belum lagi para pemain sepakbola dunia idola kawula muda yang badannya penuh coretan. Sementara di Kalimantan Barat sendiri budaya tato sudah lama dikenal, lebih tepatnya di suku Dayak yang menato tubuhnya secara tradisional memakai alat-alat sederhana.

Tetapi semakin berkembangnya budaya tato, maka mulai terkenallah tato di kalangan anak muda sekarang ini. Mereka sudah tidak takut lagi untuk menato tubuhnya, karena para seniman-seniman tato sekarang, sudah memakai alat-alat rajah yang modern dan sangat higienis.    Tak heranlah bila sekarang lagi booming anak muda yang bertato, karena mereka menganggap kalau itu akan menjadikan dirinya merasa keren. Sekarang tato lebih mengarah kepada ekspresi seni yang mereka tuangkan kepada media tato. Di Pontianak sekarang sudah banyak studio-studio tato yang menjamur di Pontianak. Mengingat bisnis ini cukup menguntungkan.

Reza Prabudiana adalah salah seorang seniman tato profesional. Ramrood, studio tatonya di Jalan Nur Ali No 8-10, Pontianak ramai dikunjung mereka yang ingin punya lukisan di tubuhnya. Dalam sebulan, dia dan dua orang temannya, Travis dan Arif mampu meraup uang hingga belasan juta rupiah dari jasa menggambari tubuh orang ini. “Fluktuatif sih, tergantung ramai dan sepinya. Tetapi rata-rata segitu,” ujarnya kepada Pontianak Post. Selain melayani kunjungan pelanggan, dia juga menerima panggilan. Dia bisa dihubungi via seluler di nomor 085750420702.

Tak melulu melayani rajah permanen, Reza juga menyediakan tato temporer. “Banyak orang yang belum berani untuk tato permanen, walaupun sekarang sudah ada teknologi yang bisa menghilangkannya. Mereka biasanya pilih yang temporary. Kualitas tato temporary kami bagus, bisa tahan 2 mingguan. Harganya di atas Rp 100 ribu. Selain itu, Ramrood Studio juga menjadi suplier peralatan studio-studio tato di Pontianak. “Kami menjual jarum, tinta, mesin, dan peralatan lainnya. Alat-alat ini didatangkan dari Jepang, Amerika Serikat dan Rusia,” sambungnya.

Ikhsan (35 th) adalah seniman tato lainnya. Berbeda dengan Reza, dia hanya menjadikan pekerjaan menato sebagai usaha sampingan. “Saya tidak punya studio. Pernah punya tetapi tidak bertahan lama, karena waktu itu belum terlalu ramai. Sekarang kalau ada yang pesan saja, baru saya menato. Lumayan untuk penghasilan tambahan. Sekali menato saya bisa dapat Rp 250-500 ribu. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya,” sebut alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini.

Hal yang sama dilakoni oleh Muhammad Nasyid Raihan. Mahasiswa berumur 19 tahun ini tak sering menanto. Dia hanya menyuplai gambar-gambar untuk bahan tato saja selama ini. “Saya yang bikin gambarnya, lalu saya setor ke studio. Lumayan untuk tambah-tambah uang jajan,” tukasnya. Dia mengatakan, untuk menato itu perlu keahlian khusus. Selain itu yang menjadi media lukis adalah tubuh manusia. Tidak hanya skil, perlu ketelitian, ketekunan dan kesabaran di sini untuk menghindari risiko kegagalan.  **  

 

Berita Terkait