Mengharap Berkah Naga, Warga Berebut Jenggot

Mengharap Berkah Naga, Warga Berebut Jenggot

  Minggu, 21 February 2016 10:53
BUKA MATA : Sebanyak delapan replika naga menjalani ritual buka mata di Kelenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro, Sabtu (20/2). Terlihat suhu yang kerasukan arwah memberikan tanda merah di replika naga yang berarti naga mempunyai kekuatan atau keajaiban dalam mengusir roh jahat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Tujuh dari tiga belas replika naga perayaan Cap Go Meh 2016 mengikuti ritual naga buka mata di Kelenteng Kwan Tie Bio Jalan Diponegoro, Ponianak kemarin. 

Pagi itu, di sepanjang Jalan Diponegoro Pontianak tampak seperti lautan manusia. Warga Masyarakat berjubal, berdesakan demi bisa melihat dari jarak dekat ritual tahunan tiga hari menjelang Cap Go Meh itu.

Satu per satu replika naga raksasa yang mengikuti ritual buka mata di kelenteng itu masuk ke kelenteng untuk dirapalkan mantra sebelum mengikuti perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2016 mendatang. 

Ritual buka mata ini bertujuan memasukkan kekuatan gaib kepada replika naga tersebut, sehingga naga tersebut bisa memberikan tolak bala, dilimpahkan rahmat berupa kesehatan dan keamanan bagi masyarakat.

Pagi itu pula, tujuh replika naga mendatangi Kelenteng Kwan Tie Bio untuk melaksanakan ritual sakral tersebut.

Ketua Panitia Cap Go Meh dari Yayasan Bhakti Suci (YBS) Pontianak Sugioto (Rico) mengatakan seluruh naga yang datang ke Kelenteng Kwan Tie Bio ada sebanyak 13 ekor. Tujuh naga mengikuti ritual buka mata sementara sisanya hanya akan datang memberikan penghormatan ke Kelenteng. “Hanya tujuh yang buka mata di sini, sisanya sudah buka mata di kelenteng tempat asalnya masing-masing yaitu Siantan dan Pinyuh,” terangnya.

Meski sudah melakukan ritual buka mata di kelenteng masing-masing, enam naga tersebut juga turut bergabung dengan tujuh naga lainnya untuk dilakukan penghormatan.

Prosesi buka mata naga diawali dengan rapalan mantra yang dilakukan oleh seorang Tatung (lauya). Bagian kepala dan ekor kemudian dilukis dengan rapalan mantra menggunakan kuas dan tinta. Kemudian, sang Tatung membuka mata naga dengan penanda sebatang dupa yang dilanjutkan dengan memercikkan air yang sudah dibacakan mantra.

Usai ritual, para naga kemudian beratraksi di sepanjang Jalan Diponegoro dan menuju panggung kehormatan. Sembari melakukan aksi penghormatan, satu persatu Naga tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan mulai berkeliling kota.

Sementara di sisi lain, antusias warga juga terlihat saat berebut jenggot naga. Jenggot berbahan benang wol berwarna merah tersebut diperebutkan karena dipercaya bisa mendatangkan rezeki dan kesehatan yang berlimpah.

Yuniar misalnya, setiap tahun dirinya selalu menyempatkan diri untuk hadir menyaksikan ritual tersebut. Ia rela berdesak-desakkan demi mendapatkan seutas jenggot naga yang biasanya berwarna merah itu. "Kalau kita percaya bisa membawa berkah, mendatangkan rezeki dan diberi keselamatan," kata Yuniar.

Jenggot naga yang diperebutkan warga tersebut berasal dari naga yang sudah melakukan ritual buka mata. Sebagian bulu naga itu sengaja digunting untuk dibagikan kepada warga.

Selain 15 Naga, sejumlah barongsai juga turut memeriahkan ritual tersebut. Rata-rata, naga tersebut memiliki panjang berkisar 50 hingga 80 meter. Parade busana kreasi yang terbuat dari barang bekas juga terlihat membelah kerumunan masyarakat.  (arf)

Berita Terkait