Menggembok Cinta di Jembatan Repo Repo Kutai Kertanegara

Menggembok Cinta di Jembatan Repo Repo Kutai Kertanegara

  Selasa, 29 March 2016 15:10

Berita Terkait

TENGGARONG--Rita Widyasari, bupati Kutai Kertanegara (Kukar), punya terobosan keren; membangun jembatan cinta yang diberi nama Jembatan Repo Repo.
Dalam bahasa Melayu Kutai, repo-repo berarti gembok. Di jembatan ini, pasangan bersumpah setia dengan saling mengunci gembok, dan membuang anak kuncinya ke Sungai Mahakam.
Jembatan menghubungkan tepi Sungai Mahakam dengan Delta Kumala. Delta adalah pulau di tengah sungai yang terbentuk akibat pendangkalan. Sering pula disebut tanah timbul.
"Jembatan ini diharapkan mendongkrak wisatawan ke Pulau Kumala, dan menaikan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Widyasari.
Menurut Widyasari, kelak Kukar tidak bisa lagi mengandalkan pemasukan dari migas dan batubara. Khusus batubara, harga bahan tambang itu terus turun. Kukar, menurutnya, harus mulai menggali potensi pariwisata.
Widyasari terinspirasi jembatan Pont des Arts atau Passerelle des Arts di atas Sungai Seine, Paris, Prancis, Ponte Milvio di Roma, Italia, atau Jembatan Luzkhov di Moskwa, Rusia.
"Semula saya ingin menamakan jembatan cinta, tapi apa bedanya dengan di Paris dan kota-kota lainnya," kata Widyasari. "Kita tidak boleh mencontek mentah-mentah."
Widyasari terus berpikir, sampai akhirnya dia bertanya kepada seseorang adakah kata untuk gembok dalam Bahasa Melayu Kutai. Ternyata ada, yaitu repo-repo.
Jembatan diresmikan 22 Maret 2016 lalu, saat Widyasari merayakan ulang tahun pernikahan ke-15.
Usai acara Tempong Sari, pemberkatan dalam tradisi Melayu, Widyasari dan seluruh unsur pimpinan Kukar secara simbolis memasang gembok cinta di jembatan repo-repo.
Pulau Kumala relatif telah terbangun sebagai destinasi pariwisata, dengan fasilitas lintasan go-kart, menyelam, memancing, dan kampung Bahasa Inggris di Lamin Etam.
"Jembatan Repo Repo adalah harapan baru Kukar," kata Widyasari. "Dari sini pariwisata di Pulau Kumala akan berkembang."(r)

 

Berita Terkait