Mengenal Virga dan Bahayanya Bagi Penerbang

Mengenal Virga dan Bahayanya Bagi Penerbang

  Jumat, 5 Agustus 2016 09:14   915

Oleh: Alif Kurniawan

Presipitasi atau hujan merupakan fenomena alam yang sering terjadi, dimana tetes-tetes air yang terkandung dalam awan jatuh ke permukaan bumi. Tetes-tetes air ini tidak selamanya jatuh ke permukaan bumi, akan tetapi tetes-tetes air ini terkadang juga bisa menguap di atmosfer, fenomena inilah yang disebut dengan virga. Dalam ilmu meteorologi, virga adalah presipitasi atau hujan yang tidak sampai kepermukaan bumi karena menguap di atmosfir.

Penguapan yang terjadi disebabkan karena adanya pemanasan suhu di atmosfer. Panas ini menyebabkan molekul-molekul saling bertumbukan dan pada saat tumbukan molekul ini saling bertukar energi. Ketika salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup untuk menembus titik didih cairan maka molekul tersebut berubah menjadi uap dan terjadilah penguapan.

Virga sendiri memiliki ciri khas yang bentuknya seperti tirai yang menjuntai dari awan. Virga muncul seperti ekor atau jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur. Walaupun ada fenomena virga yang terjadi dan begitu indah jika di amati akan tetapi siapa sangka fenomena tersebut justru bisa menjadi berbahaya bagi dunia penerbangan.

Salah satu dampak bahaya yang bisa ditimbulkan dari virga yaitu microburst. Microburst adalah sebuah downdraft (angin yang menghempas kebawah) dalam skala kecil dan sangat intens yang turun ke tanah yang menyebabkan perbedaan atau penyimpangan angin yang kuat. Microburst dibagi menjadi dua yaitu microburst kering dan basah, microburst yang dihasilkan dari virga merupakan microburst kering. Area yang diliputinya biasanya kurang dari 4 kilometer. Microburst mampu menghasilkan angin lebih dari 100 mph yang bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan bagi pesawat yang melintasinya atau apapun yang ada di bawahnya. Rentang waktu terjadinya sebuah microburst adalah sekitar 5-15 menit.

Bagaimana microburst kering ini bisa terjadi saat virga ? fenomena virga sebetulnya serupa dengan hujan pada umumnya akan tetapi karena hujan ini tidak sampai ke permukaan bumi maka disebutlah virga. Pada saat hujan turun inilah microburst bisa terjadi, hujan yang turun bercampur dengan udara kering dan ditambah dengan lingkungan bersuhu panas menyebabkan tetes-tetes air mulai menguap dan proses penguapan ini mendinginkan udara. Udara sejuk tersebut turun dan mengalami percepatan saat mendekati tanah. Ketika udara sejuk tadi mendekati tanah, ia akan menyebar ke segala penjuru dan penyimpangan arah angin inilah yang disebut microburst.

Adapun dampak yang ditimbulkan oleh microburst sendiri bagi pesawat yaitu pesawat yang terkena microburst bisa menyebabkan pesawat hilang kendali bahkan pesawat bisa turun beberapa ribu feet menuju permukaan tanah. Apabila pesawat sudah hilang kendali maka tidak menutup kemungkinan kecelakaan bisa terjadi dan tidak sedikit juga kasus pesawat jatuh yang terjadi karena microburst ini.

Terkait dengan kecelakaan tersebut, pakar cuaca penerbangan menyebutkan bahwa microburst yang terjadi di ujung landasan adalah yang paling berbahaya terutama ketika pesawat hendak takeoff dan landing di ujung landasan pacu bandara. Microburst sendiri tidak hanya menyebabkan downdraft, akan tetapi 1) headwind (angin yang berlawanan arah dengan pesawat) Dengan arah angin yang berlawanan ini akan menghambat pesawat saat landing dan memberikan tekanan saat take off. 2) tailwind (angin yang datang searah dengan pesawat). Saat pesawat akan landing apabila terjadi perubahan arah angin secara tiba-tiba dan menyebabkan posisi pesawat dan arah angin searah, hal ini dapat menyebabkan pesawat akan overshoot atau melewati ujung runway yang diakibatkan oleh dorongan dari Tail Wind, dan 3) Cross Wind (angin yang bergerak dengan arah memotong lintasan runway) hal ini dapat mengakibatkan pesawat keluar dari jalur runway.

Apabila di suatu bandara terjadi fenomena seperti disebutkan di atas, pihak meteorologi penerbangan atau BMKG yang terdapat di bandara tersebut pasti akan menginformasikan kepada maskapai sebelum pesawat melakukan takeoff dan landing sehingga pilot bisa melakukan antisipasi dan memperkirakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi hal demikian sehingga kecelakaan pesawat bisa diminimalisir.

Fenomena virga tidak selalu disertai dengan kejadian microburst. Ada tidaknya microburst tergantung dari seberapa besar perbedaan temperatur, tekanan, dan banyaknya awan hujan yang terbentuk di atmosfer. Namun demikian, walaupun tidak terjadi microburst di area terjadinya virga, alangkah baiknya jika melihat fenomena tersebut pilot segera menghindari dengan cara meminta izin menaikkan ketinggian kepada ATC (Air Traffic Control) untuk terbang di atasnya.

*) Pengamat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika