Mengenal Sianida, Si Racun yang Bisa Ditaklukkan

Mengenal Sianida, Si Racun yang Bisa Ditaklukkan

  Minggu, 28 February 2016 08:58

Berita Terkait

Masih ingat dengan Jessica Kumala Wongso? Perempuan yang ditetapkan polisi sebagai tersangka pembunuhan Mirna itu, dalam sekejap menjadi terkenal. Dia diduga memasukkan sianida ke dalam kopi yang menyebabkan korban tewas seketika. Keracunan sianida dalam kopi itu hingga kini masih menjadi perbincangan. Namun, tak perlu jauh-jauh. Sejatinya, sianida lekat dengan kehidupan sehari-hari. Diperlukan pengolahan yang pas untuk menghilangkan senyawa mematikan itu.

Oleh : Marsita Riandini

Efek dari pemberitaan tersebut, masyarakat pun ribut tentang senyawa kimia yang bernama sianida. Muncul beragam meme-meme lucu bagi yang melihatnya. Seperti ajakan minum kopi bercampur sianida. Lantas sejauh mana masyarakat mengetahui apa itu sianida? Maria Ulfa (26 th) mengaku awalnya tidak mengetahui apa itu sianida. Bahkan sempat heran kenapa bisa membunuh seseorang. “Tahunya sianida itu mematikan karena ada kasus Mirna itu,” cetusnya. Awalnya dia mengaku tidak begitu mengikuti kasus tersebut. Namun, semakin tertarik untuk tahu ketika muncul meme-meme di  media sosial. “Awalnya tidak tahu persis sih bahaya penyalahgunaannya. Penasaran kok bisa membunuh, saya googling saja. Ternyata dampaknya bagi tubuh bisa mematikan,” ucap warga Imam Bonjol ini.

Hal yang sama diakui oleh Tri Wahyuningsih (28 th). Dia tidak paham soal sianida, hanya saja pernah menggunakan meme-meme tentang kopi bersianida. “Ngikutin beritanya sih tidak, cuma tahu kalau penyebab kematian Mirna itu karena kopi yang diberi sianida. Lihat meme-memenya itu lucu. Kadang jadikan DP, buat lucu-lucuan aja sih,” katanya.

Sementara itu, Rahayu (30 th) menganggap adanya kasus sianida ini memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. “Positifnya bahwa masyarakat memahami dampak bahaya penyalahgunaan sianida. Masyarakat menjadi mengerti tentang senyawa kimia tersebut,” ulasnya. Dampak negatifnya, lanjut dia bisa pula masyarakat menjadi meniru untuk disalahgunakan. Apalagi khan tidak semua kasus dikupas tuntas dan dicari sedalam-dalamnya  kebenarannya. “Kalau ini juga dipakai untuk membunuh, khan bahaya. Tetapi biar bagaimana pun informasi cepat menyebar luas. Paling tidak ada peran pihak terkaitlah untuk mengawasi penyalahgunaan ini. Jangan sampai zat-zat berbahaya sejenis sianida ini bisa dibeli dengan bebas,” pungkas Rahayu mengingatkan. **

Berita Terkait