Mengenal Perduki Keuskupan Agung Pontianak, Tepis Stigma Negatif Pengusaha, Doa Bersama tiap Seminggu

Mengenal Perduki Keuskupan Agung Pontianak, Tepis Stigma Negatif Pengusaha, Doa Bersama tiap Seminggu

  Selasa, 23 February 2016 08:37
PERDUKI: pengusaha yang tergabung dalam Perduki Chapter Keuskupan Agung Pontianak menggelar perayaan Imlek bersama dan penyampaian firman di Restoran Gajah Mada. IST

Dunia bisnis diidentikan sebagian orang sebagai dunia yang kejam dan hanya memikirkan materi. Sejumlah pengusaha Katolik berusaha untuk menepis hal tersebut. Mereka berkumpul dalam wadah Perduki, yang rutin menggelar doa bersama dan aksi sosial. ARISTONO, Pontianak

PARA pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki) Chapter Keuskupan Agung Pontianak menggelar perayaan Imlek bersama dan penyampaian firman di Restoran Gajah Mada, kemarin (21/2) malam.Kegiatan ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-10 Perduki. Ratusan orang hadir dalam acara ini, termasuk rombongan Perduki Pusat, Palembang, Bangka Belitung, dan daerah-daerah lainnya. Tampak pula para imam, biarawan dan biarawati di sana.

Ketua Umum Perduki Pontianak Pius Fransiskus mengatakan, organisasi yang terdiri dari para pengusaha ini didirikan atas kecintaan terhada Tuhan yang Maha Esa dan sesama manusia. Menurutnya, dunia bisnis kerap dianggap sebagai wilayah yang kejam dan acuh terhadap kasih. Namun, lewat Perduki, pihaknya berusaha untuk membantah hal tersebut.“Di Perduki, kami berusaha untuk saling mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan adalah pemberian dari Tuhan. Bahwa kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita dapatkan selama ini. Perhimpunan ini bukan bicara bisnis, tetapi sebuah persekutuan doa dan ajang silaturahmi,” katanya kepada Pontianak Post.

Sementara itu, Ketua I Perduki Pontianak, Soegeng Tjokro menjelaskan, kegiatan rutin yang mereka jalankan adalah persekutuan doa di Hotel Harris Pontianak setiap pekan. Selain itu  pihaknya juga menggelar aksi-aksi sosial untuk gereja, umat dan masyarakat umum.“Setiap tahun pada hari Natal kami memberikan bingkisan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pengusaha harus berkontribusi terhadap kemajuan warga sekitarnya,” ujarnya.

Saat ini anggota Perduki Chapter Keuskupan Agung Pontianak sudah mencapai 200an orang. Pihaknya mengajak para usahawan Katolik dan masyarakat Katolik lainnya untuk bergabung dalam wadah ini. “Mari kita bersama-sama untuk berusaha lebih dekat dengan Tuhan melalui persekutuan doa,” katanya.Menurutnya, selama ini banyak anggota yang bergabung ke Perduki tersebut lantaran stress dan depresi. Kegalauan jiwa tersebut dikarenakan terlalu sibuk dalam urusan bisnis dan duniawi. Tak jarang dari mereka yang terjerumus ke dalam hal-hal negatif demi mencari penghiburan. Entetain tersebut ternyata hanya menimbulkan kesenangan sesaat.

“Lalu mereka masuk ke Perduki. Ternyata dari beberapa pengakuan berdoa bersama dan merencanakan hal-hal baik bisa mengobati stress dan depresi. Ini ternyata bisa membantu. Saya sendiri sudah merasakannya. Bukannya kita melupakan bisnis, tetapi kita juga tidak boleh meninggalkan Tuhan,” ungkapnya.

Acara ini juga diisi oleh AB Susanto, pengusaha dan juga penulis buku motivasi. Dalam sharing yang diberikannya, dia mengatakan para pengusaha sebaiknya menjadikan Yesus sebagai model pemimpin. Keteladanan Yesus pada tataran filosofis dan aplikatifnya dalam berbagai peran dan fungsi manusia, baik sebagai individu, anggota keluarga, keluarga anggota suatu komunitas, karyawan, pemimpin organisasi, warga negara maupun sebagai umat Tuhan.

Salah satu bentuk pengaruh yang harus ikuti dari pendahulu kita, semangat cinta akan negara dan bangsa ini, nasionalisme. Karena sikap nasionalisme itulah, sehingga negara ini masih tetap bertahan pada ideologi bangsa. Dia juga meminta para pengusaha untuk terlibat banyak dalam pelayanan kasih. (*)