Mengembalikan Kejayaan Kopi Gambut

Mengembalikan Kejayaan Kopi Gambut

  Senin, 24 Oktober 2016 09:30
MINUM KOPI: Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Batu Ampar minum kopi bersama sebelum mengikuti gerak jalan sehat. Minum kopi bersama sekaligus memperkenalkan dan memotivasi warga agar kembali menanam kopi di lahan mereka. MIRZA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Gelar Sarasehan dan Kontes Kopi 

Wilayah gambut di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya memiliki potensi untuk dikembangkan tanaman unggulan kopi gambut jenis liberika. Melalui program restorasi gambut, revegetasi dengan melakukan penanaman kembali lahan bekas kebakaran dengan tanaman bernilai ekonomi berpeluang mengembalikan kejayaan kopi gambut. Untuk meningkatkan animo warga, sarasehan dan kontes kopi gambut dilakukan.

Mirza Ahmad Muin, Batu Ampar

SABTU pagi, ratusan warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya telah memadati halaman kantor desa. Tujuan mereka ke sana bukan ingin berdemo. Melainkan menghadiri sarasehan dan kontes kopi gambut, kerjsama LSM Sampan Kalimantan dan pihak Desa Sumber Agung. Selain dua acara itu, juga ada jalan sehat. Jalan sehatnya unik, karena sambil minum kopi gambut.

Selain jalan sehat sambil minum kopi gambut, juga ada peresmian kebun kopi. Tujuan sarasehan dan kontes kopi gambut, agar ke depan warga dapat menjaga wilayah gambut. Diketahui, tanah gambut mudah terbakar. Kejadian kabut asap akibat terbakarnya lahan gambut 2015 lalu menyita perhatian dunia. Belajar dari itu, patutlah wilayah gambut dijaga.

"Masyarakat kami sejak dulu tinggal di lahan gambut, sehingga sangat akrab dengan gambut. Air yang dikonsumsi masyarakat sumbernya dari gambut. Namun karena sebagian gambutnya sudah rusak sehingga mudah terjadi kebakaran, bahkan tahun 2015 kebakaran hutan dan lahan menghabiskan kebun kopi seluas 500 hektare agrofoforesty masyarakat yang mayoritasnya tanaman kopi,” terang Kepala Desa Sumber Agung, Arifin Noer Aziz.  

Dijelaskan dia, masyarakat setempat sejak dulu sudah menanam kopi dan tanaman lain di lahan-lahan masyarakat. Sempat mengalami kejayaan, Desa Sumber Agung dapat menghasilkan berton ton kopi. Jangkauan pemasarannya juga luas, mulai dari Pontianak, Ketapang, Kayong Utara bahkan hingga Jakarta. Namun akibat kebakaran, produksi kopi Sumber Agung menurun. Meski demikian, ia melihat semangat petani kopi untuk bangkit menghasilkan kopi berton ton tak pudar. Petani kopi gambut berkomitmen melakukan penanaman kembali kebun yang terbakar untuk ditanami kopi. Yang ia ketahui, penanaman kopi sudah dilakukan di 300 hektare lahan bekas kebakaran. 

Aktivis Sampan Kalimantan, Wely Singlum melihat kopi gambut potensial untuk ditanam, karena bisa tumbuh di bawah tegakan kayu-kayu hutan. Kopi gambut juga miliki rasa dan aromanya khas.

Dijelaskan dia, program sarasehan dan kontes kopi ini merupakan program Sampan dalam bagian revitalisasi ekonomi masyarakat pada lahan-lahan gambut milik masyarakat. Wel sapaannya melanjutkan, lahan di Sumber Agung mayoritas merupakan lahan masyarakat dari program transmigrasi. “Program ini juga kita lakukan pada beberapa desa di Batu Ampar,” terangnya.

Revegetasi dengan melakukan penanaman kembali lahan bekas kebakaran maupun lahan kritis dengan tanaman yang memiliki nilai ekonomi seperti kopi, karet, jengkol, petai, dan tanaman kayu-kayuan dirasa dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat ke depan. “Salah satu tanaman yang sedang didorong menjadi unggulan adalah kopi gambut jenisnya liberika,” tutupnya.***

Berita Terkait