Mengejar Target dengan Waktu Mepet

Mengejar Target dengan Waktu Mepet

  Rabu, 11 January 2017 09:07   274

Oleh: Zakaria Efendi 

SALAH  satu cara yang sudah membudaya di kalangan mahasiswa saat ini adalah kebiasaan untuk mengerjakan tugasnya jika waktu yang diberikan pengajar sudah mendekati habis atau deadline. Padahal waktu pemberian tugas hingga akhir pengumpulannya sering terbilang cukup lama, namun entah apa yang membuat mahasiswa enggan untuk segera menyelesaikan tugasnya dan beralih ke tugas lainnya. Memang sedikit lucu, meskipun waktu yang digunakannya untuk mengerjakan sebuah tugas atau bahkan ujian akan lebih maksimal jika di kerjakan jika waktu sudah mepet.

Biasanya mahasiswa akan terlihat lebih semangat dan mau bekerja keras dari pada sebelumnya dia yang malas dan lebih banyak mengahabiskan waktu dengan sia-sia, dan pada saat akhir semester biasanya perpustakaan di kampus-kampus akan terlihat lebih ramai pengunjung ketimbang dengan hari-hari biasanya. Mahasiswa terpaksa harus kreatif karena waktu sudah memaksanya untuk berkreasi sedemikian rupa supaya tugas dapat terselesaikan dan mendapat nilai yang sempurna.  Berbagai kelucuan akan terjadi ketika semester sudah hampir selesai dan ujian segera akan mereka hadapi. 

Buku-buku perpustakaan yang biasanya rapi dan keadaan perpustakaan sunyi karena sepinya pengunjung, di minggu-minggu terakhir akhir semester biasanya akan berubah 190 derajat. Mendadak perpustakaan berubah menjadi keramaian, dan buku-buku berhamburan tidak sesuai lagi dengan tempatnya. Terkadang sering ditemukan dimana buku tentang agama berada di rak bagian buku fisika, dan buku fisika terletak di rak bagian buku sejarah dan seterusnya. Mungkin deadline waktu juga sudah membuat mahasiswa melupakan untuk mengembalikan buku ke tempat semula, padahal apa yang dilakukan mahasiswa tersebut juga membuat bingung mahasiswa lainnya ketika mencari buku untuk mengerjakan tugasnya.

Hal ini menambah masalah untuk mahasiswa itu sendiri, dimana sebelumnya mereka hanya mempunyai satu masalah bahwa mereka harus segera menyerahkan tugasnya kepada pengajar, dan muncul masalah baru bahwa mahasiswa tidak mendapatkan buku pedoman untuk mengerjakan tugas karena sudah terlebih dulu diambil oleh mahasiswa lain. Namun tak hanya sampai disitu, lebih-lebih ada mahasiswa yang meminjam buku namun tidak ia kembalikan, saking pusingnya untuk menyelesaikan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya sampai-sampai ia lupa, tugas yang harus diselesaikan dengan waktu yang sudah singkat dan karena memang dibuatnya singkat karena sebelumnya ia tidak mengingat sama sekali tentang tugas. Giliran waktu sudah hampir habis, mereka baru mau untuk bersusah payah mengerjakan tugas..

Namun yang positif dari mahasiswa yang mempunyai kebiasaann seperti ini adalah bahwa mereka tidak mau berbuat curang, dan tidak mau menodai tugasnya dengan cara menjiplak tugas temannya atau copy paste dari media. Mahasiswa akan sangat kreatif untuk mengejar waktu dan mengerjakan tugasnya dengan berbagai cara, bahkan salah satu trik yang sedikit unik adalah ada beberapa mahasiswa yang dengan sengaja berbondong-bondong pergi ke rumah pengajar yang memberikan tugas dengan membawa berbagai bingkisan layaknya akan pergi kondangan. Namun niatnya bukan untuk menyuap supaya sang pengajar berkenan memberikan nilai yang bagus nantinya, akan tetapi mahasiswa saling curhat kepada pengajar tentang masalah-masalah yang di hadapi untuk mengerjakan tugas yang beliau berikan.

Sehingga biasanya mahasiswa akan mendapatkan pencerahan dari pengajar dan menemukan cara untuk menyelesaikan tugasnya meski tidak akan pernah ada tambahan waktu bagaikan dalam pertandingan bola. Sebuah deadline tugas akan menjalin sikap social antar mahasiswa menguat, dimana semua mahasiswa akan saling membutuhkan entah untuk meminjam bukunya atau berbagi pengetahuan dari apa yang sudah mahasiswa lainnya pahami. Sehingga cara ini sangat bermanfaat meskipun telat, namun lebih baik telat daripada tidak sama sekali.

Mungkin bagi mahasiswa kebanyakan akan menganggap nilai adalah segalanya, sehingga kebanyakan dari mereka akan mengejar targetnya dengan cara apapun termasuk dengan cara yang curang. Namun untuk sebagian mahasiswa lain nilai adalah sebuah hadiah dari apa yang mereka usahakan, sehingga mereka akan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai dengan cara yang sportif, sehingga pengetahuan yang mereka dapatkan dari satu mata kuliah jauh lebih penting daripada hanya mereka mendapatkan nilai bagus dengan caara yang tidak sportif.

Mahasiswa yang kedua ini jauh lebih bisa memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat, karena dari jiwa yang mereka miliki sudah membuktikan bahwa mereka anti dengan korupsi. Sehingga mereka selalu punya cara dan kreasi untuk menyelesaikaan sebuah skripsi yang rumit,  meskipun terkadang banyak dari mahasiswa yang seperti ini telat lulus, akan tetapi mereka kaya akan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang akan mempermudahkannya melanjutkan masa depan. Bahkan dari mahasiswa yang seperti ini, banyak yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap meskipun belum lulus dan mendapatkan ijazah, atau bahkan sukses dalam usahanya sebelum lulus kuliah.

Itulah arti kuliah dan wujud dari mahasiswa yang sesungguhnya, meskipun mereka bertingkah sedikit berbeda dengan mahasiswa lainnya. Mereka berpenampilan diluar batas pandangan masyarakat sebagai mahasiswa tapi mereka sangat menghormati waktu dengan berbagai cara dan keadaan. Meski terkadang waktu mereka kesampingkan demi pengetahuan dan keahlian sehingga membuat mereka lulus lama, namun keduannya tetap samalah penting, akan tetapi mereka tahu arti dari menuntut ilmu dan bagaimana cara memanfaatkan ilmu. Karena bagi mereka berjiwa intelek saja tidak cukup jika seorang mahasiswa banyak mengikuti organisasi sana-sini namun tidak pernah berkomitmen untuk bermanfaat kepada masyarakat. Lebih baik tidak pernah terikat oleh organisasi asal dia bisa tampil di depan dengan ilmunya, dan beraksi di masyarakat dengan pengetahuannya, dan yang paling penting mereka mendapatkan masa depan yang tidak pernah orang lain sangkakan. **

*) Mahasiswa IAIN Pontianak