Mengedukasi IBU, Mendidik Anak

Mengedukasi IBU, Mendidik Anak

  Selasa, 3 November 2015 09:22
Fitri D Abbasuni

Berita Terkait

Fitri D Abbasuni merupakan salah satu penggiat pendidikan, khususnya anak balita. Sejak tahun 2013 dia sudah membangun Zona Kata di Pontianak, yang fokusnya membangun karakter anak menuju masa transisi untuk masuk ke dunia pendidikan. Dia  juga merangkul sejumlah orang tua lainnya dan membentuk Parenting Support Group of Gifted (PSGG) Pontianak. Sebuah komunitas peduli anak gifted. Oleh : Marsita Riandini

Ketertarikan Fitri untuk terjun ke dunia pendidikan berawal dari keinginannya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas bergantung bagaimana pola asuh yang diterapkan ketika seseorang masih kecil. “Awalnya itu saya guru bahasa Inggris di LIA Bogor. Setelah menikah, saya ikut suami ke Jogja dan mengajar disana. Setelah punya anak, suami menyarankan saya untuk lebih fokus pada anak, dan mengajari saya berbisnis. Kebetulan suami usahnya di agri bisnis. Jadi saya membuatkan sistem, dan disitulah ilmu IPB saya terpakai,” jelasnya yang lebih dari tujuh tahun ia menggeluti bidang agribisnis.

 

Sembari melihat perkembangan buah hati pertamanya, dia melihat bahwa untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, harus dididik sedari kecil. Akhirnya dia memutuskan untuk menekuni bidang pendidikan, fokusnya pada cara pendidikan yang baik buat balita. “Disitulah modalnya. Tetapi tidak hanya balita dong, juga harus ada ibunya. Sebab ibunya yang nantinya meneruskan di rumah,” ujarnya yang kala itu masih tinggal di Jogja.

 

Sejak tahun 2004 dia mulai menyusun program yang menurutnya tepat membangun karakter anak sejak dini. Dia semakin fokus ketika dia kembali lagi ke Bogor, dan mengembangkan pusat pendidikan balita dan pusat edukasi ibu dan anak. “Saya launchingnya itu tahun 2010 dengan mengadakan even-even untuk anak,” timpalnya.

 

Sejak itu dia pun fokus membuka training center. Mengunjungi sekolah-sekolah dan mengadakan pelatihan bagaimana guru menangani balita. “Hal pertama yang saya lakukan itu mengenalkan early literacy itu apa. Kalau di Eropa dan Amerika itu khan sudah sangat paham. Sementara di kita, baca tulis hitung saja masih pro dan kontra. Jadi tujuan saya sebenarnya itu mengajarkan anak literasi dalam suasana yang homey, antara ibu dan anak,” ulasnya yang hingga saat ini masih kerap diundang di berbagai kesempatan, terutama di kawasan Jabodetabek.
 

Dirikan Zona Kata

Melihat respon yang baik, Fitri pun menyadari akan lebih baik jika ada sekolah percontohan. “Saya rembuk dengan keluarga. Kalau saya buka lagi sekolah percontohannya di Jogja dan Bogor, sudah terlalu banyak. Yang belum ada justru di daerah. Saya bicara dengan keluarga, dan akhirnya saya putuskan membentuknya di Pontianak. Selain saya memang berasal dari Pontianak, sekolah seperti ini juga belum ada,” jelasnya yang membentuk Zona Kata sejak tahun 2013, dan baru aktif pembelajaran  Februari 2014.  

 

Dua tahun berjalan, dia melihat ada banyak  perubahan pada anak-anak didiknya. Terutama perubahan karakter. Bahkan ada yang awalnya sulit mengontrol tantrumnya, jadi bisa mengemong temannya.  Membangun Zona Kata di Pontianak bukan berarti dilalui dengan mudah. Dia harus memberikan sosialisasi terlebih dahulu tentang early literacy. “ Mengenalkan dulu apa itu early literacy. Apalagi di Pontianak ini masih banyak orang tua yang berpikir bahwa pendidikan itu hanya sekolah, raport dan ranking. Justru inilah yang ingin diubah,” ucapnya.

 

Syukurnya, sekarang ini lanjut dia masyarakat sudah mulai terbuka. Mereka sudah lebih maju dan lebih mengerti pentingnya pendidikan. Tetapi mereka membutuhkan contoh nyata. “Bersyukurnya itu anak-anak yang dititipkan ke kita mengalami progress yang nyata, anak-anak jadi senang belajar. Tadinya bermasalah tidak mau belajar, disini mereka mau belajar, mereka pun senang dihargai menjadi dirinya sendiri,” bebernya.

 

Tak hanya kepada anak-anaknya saja, Fitri juga berbagi ilmu dengan para ibu dari anak-anak yang belajar di Zona Kata. “Namanya Forum Ibu Bijak. Disini kita berbagai ilmu apa saja, apakah itu tentang mendidik anak, problem rumah tangga dan banyak lagi lainnya. Kadang ada suami-istri yang hidupnya berjauhan, ternyata ini berpengaruh pada emosionalnya dalam mendidik anak,” jelasnya yang mengatakan bahwa Forum Ibu Bijak ini juga terbuka untuk siapapun dan gratis.

 

Di Pontianak, Fitri D Abassuni, yang juga merangkul sejumlah orang tua lainnya dan membentuk Parenting Support Group of Gifted (PSGG) Pontianak. Sekretariatnya berada di jalan Pulau We No. 178, Pontianak yakni rumahnya sendiri. Bagi Anda yang merasa anaknya menunjukkan kriteria kekhususan, ada baiknya berkonsultasi dengan PSGG Pontianak ini.

Anak gifted sedikit berbeda dari anak umumnya. Anak gifted memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Dia juga kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah. “IQ-nya diatas rata-rata. Jika tidak dilatih kemampuan sosialisasinya, maka nantinya ketika dewasa dia akan kesulitan bekerja dengan tim,” ujarnya. Maka sejak kecil anak gifted juga harus diberikan stimulasi bisa berupa gambar, angka dan warna. “Intinya semua yang membuka otak bawah sadar anak. Mengajarinya jangan terlalu cepat, kosa katanya pun jangan terlalu banyak,” pungkasnya. **  

Berita Terkait