Mengajari Anak Mengalah Pada Adik

Mengajari Anak Mengalah Pada Adik

  Rabu, 24 February 2016 09:21

Berita Terkait

Mengajarkan anak untuk belajar mengalah kepada adik bukan merupakan hal yang mudah. Seringkali jika terjadi pertengkaran pada anak, orang tua umumnya akan memihak dan melindungi anak yang lebih muda. Ini bisa menjadi problema bahkan akan menimbulkan persaingan antar anak bila tidak disikapi dengan bijaksana. Oleh :Marsita RiandiniMelihat anak bertengkar, orang tua seringkali menghampiri mereka. Untuk menghentikan keributan tersebut, biasanya orang tua meminta salah satunya untuk mengalah. Lantas apakah anak perlu diajarkan untuk mengalah? Dan bagaimana manfaatnya?

Menjawab ini, Endah Fitriani, M. Psi, Psikolog mengatakan bahwa meminta salah satu anaknya mengalah memang menjadi salah satu cara orang tua melerai perkelahian yang terjadi antara kedua anaknya. Hal ini perlu diajarkan kepada anak agar mereka bisa memahami perasaan orang lain, serta mengembangkan kemampuan sosial emosionalnya.

Seringkali, lanjutnya yang diminta mengalah adalah anak yang usianya lebih tua. Ini karena sang kakak dianggap sebagai role model bagi anaknya. “Kenapa biasanya sang kakak yang diminta untuk mengalah? Ini diharapkan kakak nantinya bisa menjadi role model bagi adik-adiknya. Kadang orang tua menjelaskan kalau kakak sudah besar, jadi harus mengalah sama adiknya,” jelas  Konselor di BKKBN Perwakilan Kalbar ini.

Endah menjelaskan ketika meminta anak untuk mengalah juga disesuaikan dengan konteks yang terjadi. Tidak selalu atau setiap saat anak harus mengalah. “Jika anak terus menerus mengalah, maka anak tidak memiliki power, tidak punya pendirian. Akhirnya memendam dan lebih banyak takutnya. Ini juga akan berpengaruh ketika anak diluar, memasuki dunia sekolah dan bermain,” papar dia.

Orang tua memiliki peranan besar secara tepat untuk mengajarkan anak disaat kapan harus mengalah dan kapan dia harus bisa mempertahankan haknya. “Tentu saja anak mencontoh orang tuanya. Bagaimana peran orang tua mengajarkan anaknya dengan benar. Bagaimana pun anak akan meniru orang tuanya,” ulasnya. Orang tua sudah bisa menjelaskan kepada anaknya, ketika nantinya dia akan memiliki adik. “Orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa dia nanti akan memiliki adik. Bagaimana dia harus bersikap. Diajak dialog, walaupun dua tahun sudah bisa ditanamkan, sebab dia sudah bisa merasakan bahwa dia ada saudara baru,” ucapnya.

Saat menjelaskan kepada anak harus menyesuaikan dengan tingkat usia anak. “Jelaskan dengan bahasa anak. Misalnya nanti kakak punya adek, nanti kalau adek minta apa dikasih. Kalau bisa ditolong, ya ditolong. Kalau bisa dibantu ya dibantu. Kakak khan anak tertua bunda,” ucapnya mencontohkan.Mengalah bukan berarti anak menjadi lemah. Berikan pemahaman ini kepada anak. Sebaliknya mengalah bisa menumbuhkan kepercayaan pada diri anak dalam menghadapi persoalan. “Itulah sebabnya orang tua perlu menyesuaikan konteks kapan anak harus mengalah dan kapan tidak,” ucap dia.

Ketika salah satu anak mengalah, maka akan menghentikan keributan antar mereka. “Ini juga menghindari persaingan anak, asalkan sang kakak tidak merasa bahwa dia tidak diperhatikan, sebab orang tuanya selalu mengomeli dirinya saat terjadi pertengkaran,” pungkasnya. **

Berita Terkait