Mengajar Sambil Bermain

Mengajar Sambil Bermain

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:36

Berita Terkait

YOGA sangat mencintai dunia anak-anak, bukan tanpa alasan sih mengapa ia amat tertarik dengan dunia anak. Permasalahan akan pergaulan anak yang cenderung lebih banyak mengarah pada hal negatif inilah yang membuatnya merasa tersentuh. “Aku juga memiliki seorang adik yang masih berusia anak-anak. Ketika melihat ada anak-anak yang terlantar bahkan pergaulannya udah mengarah pada hal negatif, aku jadi merasa miris. Inginnya anak-anak masih tetap berada di dunianya, seperti masa-masa menjalani hari penuh keceriaan dan menyenangkan,” tutur mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak ini. Hingga akhirnya ia menemukan salah satu wadah yang bernama komunitas Sahabat. Bisa dibilang terjun di komunitas Sahabat membuatnya bisa meluapkan kerinduan untuk berinteraksi dengan anak-anak. Yoga juga kerap merasakan nostalgia untuk kembali ke masa anak-anak.

Serunya, proses mengajar komunitas Sahabat juga terbilang berbeda dari komunitas lain kebanyakan, yakni lebih mengajarkan pendidikan karakter dan pemenuhan anak. Jangan heran rasanya jika banyak menemukan teman-teman yang sedang mengajar, bermain atau menari bersama. Karena semua pendidik, termasuk Yoga nggak pernah merasa malu saat harus melakukan aktivitas layaknya anak-anak bersama peserta didiknya. “Bagiku anak-anak itu bukanlah pendengar yang baik, melainkan meniru apa yang nggak salah. Jadi berusaha mencoba mengajarkan hal-hal baik serta mengajak untuk melakukan kegiatan positif,” ujar cowok berusia 20 tahun ini.

Hampir setiap bulan teman-teman komunitas ini juga memiliki program yang berbeda, bahkan ada target sendiri misalnya seperti bulan ini. Yoga bersama teman-temannya mengajarkan tentang permainan rakyat. Pokoknya nggak hanya sekedar memberikan informasi mengenai permainan, melainkan juga terjun langsung untuk bermain. Pengajaran pun terkadang disesuaikan dengan profesi kuliah masing-masing anggota komunitas Sahabat.

Tanpa disadari, keaktifannya di dunia anak ini juga berhasil mengantarkan Yoga menjadi salah satu Alpha Zetizen West Kalimantan. Dengan mengusung aksi pembagian buku pada saat hari buku Nasional kepada adik-adik di komunitas Sahabat. “Kebetulan ada salah satu toko buku yang memberi bantuan pendistribusian buku. Dari situlah terpikir untuk membagikan buku-buku ini kepada adik-adik di ruang lingkup belajar komunitas Sahabat,” ungkapnya.

Berhubungan dengan dunia anak memang bukan hal yang baru, tetapi terjun secara langsung mengajarkan pendidikan karakter dan pemenuhan hak anak menjadi pengalaman menarik bagi Yoga. Apalagi saat berhasil mengubah anak-anak dari yang nakal menjadi anak-anak yang jauh lebih baik. “Memang butuh waktu yang lama untuk merubah, apalagi di masa awal ortu di lingkungan sekitar tempat mengajar juga masih was-was. Tapi proses itulah yang membuat perjalanan ini menjadi pengalaman menarik tersendiri. Bangga rasanya,” tambah Yoga. Yang pasti kedepannya Yoga berharap hak anak-anak Kalbar bisa terpenuhi dan nggak ada lagi yang terlantar. Karena anak-anak merupakan investasi suatu bangsa, bagaimana pun sifatnya. (ghe)

Teks foto

BELAJAR & BERMAIN: Mengajarkan adik-adik di tepian sungai Kapuas menjadi hal yang menyenangkan buat Yoga. Ia dan teman-temannya di komunitas Sahabat mengajarkan pendidikan karakter untuk anak-anak di sana, dengan metode pendekatan layaknya seperti sahabat.

Berita Terkait