Mengajar Sambil Beramal dan Memajukan Pendidikan

Mengajar Sambil Beramal dan Memajukan Pendidikan

  Minggu, 31 July 2016 10:50
GURU KITE: (kiri ke kanan) Syarifah Wardatul Fitri (23), Randa Reynaldy(23) dan Muhammad Ridho(23), tiga perancang gurukite.com ditemui di kantornya di Jalan Kom Yos Soedarso Gang Bayam, Pontianak, Jumat (29/7) malam. MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Berawal dari kegundahan orang tua akan sulitnya mencari guru privat, ditambah majunya teknologi saat ini, membuat Randa Reynaldi, Syarifah Wardatul Fitri, dan Muhammad Ridho melahirkan ide untuk menghadirkan jasa penyedia guru privat berbasis online pertama di Pontianak. Resmi diluncurkan April 2016 lalu, ide mereka sudah menuai respons positif dari masyarakat hingga beragam penghargaan.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

IDE dari startup baru di Pontianak ini, diceritakan Randa (23), pertama kali alhir setelah melihat dan mendengar curahan hati orang tua yang merasa sangat kesulitan saat ingin mencari guru privat untuk buah hati mereka. Hal itu ditambah dengan riset yang ia lakukan bersama dengan kedua temannya, Fitri (23) dan Ridho (23), bahwa kota ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat menanggulangi keresahan dari kebanyakan orang tua di Pontianak.

“Kami melihat teknologi sudah maju. Harusnya ada satu sistem yang memudahkan itu,” katanya kepada Pontianak Post di kantor Gurukite di Jalan Kom Yos Soedarso Gang Bayam, Pontianak, Jumat (29/7) lalu.

Setelah itu, lahirlah ide untuk membuat sebuah situs dan aplikasi berbasis android untuk menyediakan segala macam guru. Dari guru akademik dan non-akademik. Semua itu sudah ada dalam rencana untuk menjadi salah satu misi untuk kemudahan akses dan memajukan pendidikan di Kalimantan Barat.

Randa menceritakan, karena mereka semua sama-sama berasal dari lulusan yang sama dan sekarang memiliki profesi yang sama, yakni guru privat. Masalah itu harus diselesaikan dengan cepat. Setelah konsep-konsep dimatangkan lewat beberapa kali rapat, akhirnya mereka mengajak dua orang lagi sebagai pengembang situs dan aplikasi Gurukite, Fikri Imam Fadli (22) dan Erik Wibisono (27). “Karena kami hanya punya konsep, jadi kami butuh teman-teman yang bisa mengembangkannya menjadi situs dan aplikasi,” katanya.

Berjalan hampir empat bulan, mereka kini sedang memasuki tahap pendaftaran guru provat. “Sampai saat ini sudah ada 164 guru yang mendaftar, dari berbagai mata pelajaran. Dari mahasiswa sampai para guru,” kata Randa. Jumlah itu sebenarnya masih belum memenuhi targetnya dalam pemenuhan jumlah guru privat. “Sebelumnya kami targetkan mungkin sampai 500 guru,” katanya lagi.

Para guru yang sudah mendaftar akan dimasukkan ke dalam database website dan mulai awal agustus ini barulah para murid dapat mendaftar. Setelah itu baru mereka dapat mengakses guru pilihan mereka masing-masing.

Keunggulan Gurukite, jika dibandingkan dengan startup serupa ialah lebih fleksibel. Mudah diakses dan guru bebas menentukan tarif mereka masing-masing. Selain itu, Gurukite juga berusaha memiliki kontribusi dalam kegiatan amal, terutama di bidang pendidikan. Mereka menyediakan sedikit dari tarif yang dipatok masing-masing guru untuk disimpan ke dalam misi pendidikan. Selanjutnya dana tersebut akan diarahkan pada program sosial seperti mengajar di skeolah-sekolah tertinggal di Kalbar. Selain itu, Gurukite juga bersedia memfasilitasi bagi para guru yang ingin terjun langsung dalam kegiatan tersebut.

Sistem pembayaran yang diterapkan Gurukite berkebalikan dari sistem umumnya yang diterapkan oleh lembaga penyedia guru privat yang ada. Sistem yang diterapkan mereka yakni para siswa membayar langsung uang kursus ke para guru. Setelah itu, guru yang akan memberi komisinya ke Gurukite. “Sehingga para guru privat itu tidak hanya mengajar tapi juga dapat beramal,” jelas Randa.

Menurut Fitri, apresiasi yang didapatkan dari masyarakat dari teman seprofesi sangat luar biasa. “Sebagaian besar dari teman-teman kuliah dan sesama guru privat, mereka sangat mengapresiasi dan sangat ingin bergabung dengan kami,” katanya. Terutama orang tua yang menjadi target utama, sebagian besar mereka merasa sangat terbantu karena selama ini sangat kesulitan mencarikan guru privat untuk anaknya. 

Cara mengaksesnya sangatlah mudah. Para orang tua diperlisakan menuju situs mereka gurukite.com. Dari sana para orangtua akan mengarah ke pilihan cari guru. “Selanjutnya akan muncul daftar gurunya,” kata Ridho. Ia mencontohkan, jika orangtua ingin mencari guru untuk mengajar matematika SMP. Mereka tinggal memilih mata pelajaran dan tingkatan sekolahnya. Setelah itu, mereka akan diarahkan menuju pilihan daerah tempat mereka tinggal, misalkan saja Pontianak Barat. “Setelah itu, daftar guru akan muncul beserta tarif yang para guru itu tetapkan,” kata Ridho menjelaskan.

Selain menyediakan les bagi anak sekolah, randa menceritakan, mereka juga menyediakan pilihan bagi anak yang baru lulus SMA dan ingin mengikuti SMBPTN. Bahkan, kata Randa, setelah ini mereka akan berusaha menyediakan guru non-akademik. Misalnya saja, guru renang atau guru gitar bagi mereka yang membutuhkan. “Ide itu muncul setelah, beberapa waktu lalu ada orang tua yang menanyakan padanya, apakah guru-guru lain seperti itu juga disediakan,” kata Randa lagi.

Rencananya, mereka akan mengembangkan situs yang mereka bangun dengan menambahkan beberapa program untuk kemudahan akses pendidikan. Randa merencakan nantinya dalam situs gurukite.com akan akan Bank Soal online. Agar memudahkan orang tua dan siswa untuk mencari soal yang disediakan Dinas Pendidikan Pontianak. “Jadi mereka tinggal buka web kita, semuanya ada,” katanya.

Selain itu, akan ditambahkan beberapa media pembelajaran untuk mendukung pengajaran oleh para guru privat, seperti mata pelajaran matematika yang membutuhkan media seperti bentuk bentuk ruang atau biologi yang membutuhkan bentuk bentuk organ tubuh manusia.

Mereka juga sedang menunggu persetujuan dari beberapa dosen untuk memasukkan beberapa hasil penelitian mereka ke dalam situsnya. Tidak ketinggalan, mereka ingin memasukkan beberapa berita-berita perihal pendidikan sehingga situs pun akan menjadi lebih lengkap. “Sampai sekarang kira-kira sudah 90 persen” jelas Randa.

Ia menceritakan, karya ia bersama teman-temannya itu mendapatkan apresiasi yang luar biasa bahkan dari pemerintah. Sebuah sistem yang sedang disempurnakan itu sudah menyabet satu gelar penghargaan ‘Inovasi Teknologi’ dari Dispora Pontianak. Kelima anak muda ini pun akan diboyong ke provinsi untuk dipertandingkan. “Jika menang, kami akan ke nasional. Dan tentunya kami ingin menjadi lebih baik lagi. Dan yang paling utama untuk memajukan pendidikan di Kalbar,” pungkas Randa. (*)

Berita Terkait