Mengajak Orang untuk Grooming

Mengajak Orang untuk Grooming

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:35
Yuliana F. Hartanto

Berita Terkait

Banyak orang merasa tidak happy dengan hidupnya. Tingkat percaya dirinya rendah.

Sebagai langkah transformasi, Yuliana F. Hartanto mengajak orang untuk grooming. Grooming bukan sekadar soal tampilan, melainkan juga mindset dan perilaku. Seperti apa? 

Setelah menyelesaikan sekolah di Amerika Serikat, Yuliana memutuskann kembali ke Indonesia pada 2001. Ia pun merasakan “kemarahan”. Sebelumnya, ketika hidup di negara maju, semua orang patuh pada aturan dan sistem. Sebaliknya, di tanah air, dia mendapati kondisi yang bertolak belakang. Seperti soal mengantre, masyarakat di Indonesia masih sering menyerobot.

Setahun Yuliana atau akrab disapa Yulie menyimpan kemarahannya. Hingga sang suami, Irwan Hartanto menyadarkannya. “Suami saya bilang, kamu lahir dan besar di sini. Ini negaramu, harus bisa terima,” tutur Yulie. 

Yulie merupakan lulusan marketing City College of San Francisco dan San Francisco State University. Awalnya ia masih mengurusi bisnis baju dan salon. Yulie pun belum menemukan passion mengajar. Panggilan untuk mengajar baru muncul pada akhir 2012. 

“Daripada marah-marah, I do something dengan mengajar grooming,’’ ucapnya. 

Lewat grooming, Yulie berupaya melakukan transformasi mental. Grooming adalah penampilan diri seseorang yang terjaga, menarik, dan selalu rapi. 

Dengan memperbaiki setiap individu, kualitas diri, hidup, dan bangsa pun meningkat. Poin berikutnya, grooming menggaungkan garis standar. Di dunia ada standar kerja seperti apa, standar penampilan profesional, standar makan, dan banyak lainnya. 

“Ilmu grooming mengajarkan itu,” papar perempuan kelahiran Jakarta, 15 Juni 1973, tersebut. Groom me to grow.

Dalam website gurugrooming.com dan buku berjudul Indonesia, Ayo Grooming! Yulie mengibaratkan personal grooming dengan tujuh warna pelangi. “Kalau belum punya semua ’warna’, tambahkan,” ujarnya.

Tujuh warna tersebut terdiri atas make over your look, body, confidence and personality, knowledge, behavior mindset-attitude, home, serta career. Terkait penampilan, grooming bukan tentang baju mahal dan sederet produk make up, tetapi merawat diri agar terlihat presentable. 

Tetap merasa nyaman merupakan kunci penting. Sebab, grooming bukan mengubah kita menjadi orang lain. “Melainkan menampilkan versi terbaik dari diri kita,” kata Yulie. 

When you look good, you feel good. Hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri, menerima kekurangan, dan tahu bagaimana menonjolkan kelebihan. Selanjutnya, makeover your knowledge. Sebab, penampilan luar saja tidak cukup. Kecerdasan dan etika akan menyempurnakan. Hal itu terkait dengan “warna” berikutnya, behavior-mindset-attitude. Sopan santun, ketepatan waktu, disiplin hidup, dan menghargai orang lain termasuk didalamnya. Kemudian, makeover your home yang sejatinya terkait ilmu parenting. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam membentuk karakter anak hingga anak tumbuh dewasa.

Terakhir, makeover your career. Grooming membantu orang lebih mudah mencapai sukses. 

“Ilmu grooming tidak menjamin orang kaya, tetapi menjamin orang tidak kelaparan,” tutur ibu tiga anak tersebut.

Target ilmu grooming adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Yulie sering diminta memberikan kelas untuk personal, murid, karyawan, hingga lembaga kementerian. (nor/c17/jan)

Berita Terkait