Mendung Hantar Raja ke Peristirahatan

Mendung Hantar Raja ke Peristirahatan

  Minggu, 16 Oktober 2016 10:10
PEMAKAMAN: Jenazah Raja Landak Dr Gusti Suryansyah menuju ke Komplek Pemakaman Raja-raja Mempawah, dalam prosesi pemakaman, kemarin (15/10). (kanan) Dengan dihantar sejumlah kerabat Kerajaan serta sejumlah raja-raja di Kalbar, jenazah Raja Landak akan dikebumikan. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sakralnya Prosesi Pemakaman Gusti Suryansyah

MEMPAWAH – Awan gelap dan hujan menyelimuti langit Kota Mempawah, seakan menjadi isyarat alam yang turut berduka atas kepergian Dr Gusti Suryansyah. Raja Iswaramahayana Dipati Karang Tanjung Kerajaan Landak ini dimakamkan di Komplek Makam Raja-raja Mempawah di Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Sabtu (15/10), sekitar pukul 09.00 WIB.

Ratusan kerabat, laskar, pejabat daerah, hingga masyarakat tampak memenuhi rumah duka yang beralamat di Jalan Gusti Abdul Hamid nomor 31C, Mempawah. Dengan mengenakan busana kebesaran kerajaan, para kerabat Keraton Landak bersiap mengantarkan dosen Fisipol Untan Pontianak itu ke tempat peristirahatan terakhirnya yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari rumah duka.

Bertolak dari rumah duka, jenazah pria kelahiran 12 Januari 1965 itu dibawa menuju ke Masjid Raya Jamiatul Khair Pulau Pedalaman, menggunakan mobil jenazah. Di sana, jenazah disalatkan oleh para pelayat, sebelum akhirnya menuju ke Komplek Pemakaman Raja-raja Mempawah yang hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari Masjid Kerajaan Mempawah itu.

Meski tersirat kesedihan dan duka mendalam, para kerabat kerajaan tampak menguatkan diri mengantarkan jenazah Almarhum ke liang lahat. Termasuk putra dan putri serta sang ibunda, Pangeran Putri Hj Taufikiyah SH yang harus menggunakan kursi roda. Setelah kurang lebih 2,5 jam, prosesi pemakaman pria lulusan S3 Universitar Padjajaran Bandung itu pun selesai dilaksanakan. 

Kepergian Almarhum dalam usia yang cukup muda mengejutkan keluarga, sahabat, dan rekan kerja. Mereka mengaku sangat kehilangan sosok Almarhum yang selama ini dikenal sebagai seorang pemimpin, pendidik, dan politikus terkemuka di Kalbar.

“Kepergian Almarhum meninggalkan duka yang mendalam. Kami merasa sangat kehilangan seorang sahabat sekaligus saudara, yang selama ini menjadi teladan bagi kami semua,” lirih perwakilan Majelis Kerajaan Kalimantan Barat, Gusti Kamboja di rumah duka.

Kamboja menilai bagaimana semasa hidupnya, Almarhum merupakan salah seorang tokoh yang sangat gigih memperjuangkan persatuan dan kesatuan kerajaan dan seluruh elemen masyarakat di Kalbar. Dia mengungkapkan bagaimana Almarhum bercita-cita mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahteran, rukun, dan harmonis. 

“Cita-cita almarhum ini akan tetap dilanjutkan oleh putra mahkota Pangeran Ratu Setia Ismayana yang akan meneruskan kepemimpinan Kerajaan Landak. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan, selalu diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian kehidupan ini. Serta ikhlas melepas kepergian almarhum,” harap mantan Ketua DPRD Kabupaten Ketapang tersebut. Ketua Majelis Kerajaan Matan Tanjungpura tersebut juga mendoakan agar Almarhum diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Senada dengan Kamboja, perwakilan keluarga besar Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Aswandi, mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu pengajar di Fisipol universitas negeri terbesar di Kalbar itu. “Kami kehilangan sosok pendidik yang selama ini telah tulus ikhlas mengabdikan diri untuk dunia pendidikan di Kalimantan Barat. Apalagi selama mengajar di Untan, Beliau ini sangat dekat dengan para mahasiswa maupun sesama dosen. Maka, kami merasa sangat kehilangan sosok almarhum,” ucap pengamat pendidikan dari Untan tersebut.

Aswandi menilai bagaimana telah begitu banyak jasa dan prestasi yang diukir Almarhum untuk dunia pendidikan, khususnya di Untan. Makanya, tak berlebihan jika dirinya menilai Almarhum telah memberikan kebanggaan bagi almamaternya.

“Seorang dosen yang sangat membanggakan almamaternya. Dan hari ini kita harus mengikhlaskan kepergian Beliau untuk selama-selamanya. Semua ini merupakan peringatan dari Allah SWT, bahwa kita pun akan menyusul Almarhum. Hanya saja waktu dan tempatnya yang berbeda-beda,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Kerabat Keraton Amantubillah Mempawah, Daeng Syarifuddin. Dia menyebut Almarhum sebagai tokoh masyarakat yang senantiasa memperjuangkan pembangunan kehidupan masyarakat melalui bidang pendidikan. 

“Masyarakat Kalimantan Barat tentu merasa kehilangan salah seorang putra terbaik daerah. Almarhum juga sebagai tokoh pemuda yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah dan masyarakat. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” singkat pria yang juga Ketua IKKS Kabupaten Mempawah ini.

Ratusan pelayat menghadiri pemakaman sakral tersebut di antaranya Sekda Mempawah, Sekda Singkawang, Ketua DPRD Mempawah, Ketua Kwarda Pramuka Kalbar, kerabat Kerajaan Landak, dan lainnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Siti Hasanah yang bergelar Ratu Mas Setia Ismahayana, dua orang putera yakni Gusti Fiqri Azizurrahmansyah yang bergelar Pangeran Ratu Setia Ismahayana dan Gusti Fakhri Aliansyah yang bergelar Pangeran Laksamana Setia Ismahayana, serta seorang puteri bernama Utin Fitrah Aliasyara yang bergelar Pangeran Puteri Cahaya Setia Ismahayana. (wah)  

Berita Terkait