Menderita Tumor Maxilla, Adi Butuh Bantuan Dana

Menderita Tumor Maxilla, Adi Butuh Bantuan Dana

  Jumat, 15 December 2017 10:00
TUMOR : Adi menunjukkan pipinya yang bengkak akibat tumor yang diderita. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sudah sembilan tahun lamanya, Adi Suma Saputra menderita lumpuh. Belum sembuh dari kelumpuhan, ujian hidup kembali datang. Adi menderita penyakit tumor Maksila Sinistra. Seperti apa kondisinya?

Setiap harinya, Adi lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Sejak menderita kelumpuhan, aktivitasnya pun terbatas. Ia bersyukur, ada saudaranya yang mau menampungnya. 

Kebutuhan makan ia dibantu oleh kerabat, tetangga, bahkan sedekah dari orang yang mengenalnya.  “Saya sudah bercerai dengan istri. Saya tinggal dengan saudara yang juga janda. Jadi bingunglah mau cari kemana biaya untuk keperluan berobat. Sedangkan selama ini dibantu oleh mereka,” ungkapnya. 

Selain di kamar, Adi biasanya keluar kamar dengan bantuan kursi. Bukan kursi roda yang ia punya, melainkan kursi beroda yang biasa digunakan untuk kantor. Menurutnya, untuk membeli kursi roda ia tidak mampu. “Kursi ini sudah beberapa kali ganti, karena rusak,” jelasnya. 

Kini kesabarannya kembali di uji. Dua bulan lalu, bagian pipi sebelah kiri Adi mengalami pembengkakan. Awalnya, pria 47 tahun itu mengira dia mengalami pembengkakan gusi. Ia pun memeriksakan diri ke dokter dan diberi obat penghilang bengkak. “Periksa ke dokter, dikasih obat penghilang bengkak, tetapi tidak juga hilang,” katanya. 

Dia pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso, ke poli bedah mulut. Bolak-balik menjalani pemeriksaan, Adi pun terkejut mengetahui hasilnya. “Hasilnya ternyata tumor,” katanya sedih.  

Kian hari, Adi merasakan adanya benjolan yang makin lama makin besar, namun kulit pipi tetap baik dan tidak ada borok dan tidak berdarah, serta jarang disertai rasa sakit. Bahkan saat ini hampir menutupi mata sebelah kirinya. Hidungnya sebelah kiri ikut tertarik, membuat pernafasannya tidak maksimal. “Gatal, hidung sakit, nyeri yang saya rasakan,” kata ayah dua anak ini. 

Meskipun memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), Adi harus dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Dikatakanya, meskipun biaya ditanggung pemerintah, namun dia masih membutuhkan uluran tangan donatur untuk biaya domestik selama berobat. Berdasarkan informasi kerabatnya yang pernah menderita penyakit yang sama, paling tidak butuh waktu sekira dua bulan untuk berobat. Diperkirakan biaya yang dibutuhkan sekira 20-an juta rupiah. 

Sementara, kondisi tumor yang dideritanya kian hari kian parah. Pihak keluarga pun sudah berusaha untuk mencarikan bantuan, namun tetap saja belum mendapatkan bantuan yang memadai. Adi pun berharap bantuan dari para donatur. Jika ingin mengulurkan bantuan, bisa langsung datang ke Jalan K H Wahid Hasyim, Gang Family Nomor 5. (mrd)

Berita Terkait