Mencuri Karena Ketergantungan Sabu

Mencuri Karena Ketergantungan Sabu

  Kamis, 19 May 2016 09:30
CURANMOR: Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto membeberkan para tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor di Mapolda Kalbar kemarin. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Polda Kalbar bersama jajaran berhasil mengungkap 34 kasus pencurian kendaraan bermotor sepanjang April hingga Mei 2016. Dari 34 perkara tersebut berhasil diamankan 38 tersangka dengan jumlah barang bukti 43 kendaraan bermotor.

Kalpolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, pengungkapan perkara pencurian kendaraan bermotor ini merupakan hasil operasi yang dilaksanakan sejak bulan April hingga Mei 2016 oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Polresta Pontianak.

Dari pengungkapan perkara itu, lanjut Arief, yang paling mengejutkan, menurut Arief, yakni ada tiga tersangka yang kasusnya paling menonjol, yakni akibat ketergantungan narkoba, maka tiga tersangka itu, yakni IR, MP, dan DK sejak Desember 2015 hingga sekarang telah melakukan 15 kali pencurian kendaraan roda dua. 

"Mereka melakukan tersebut, karena minimal enam kali dalam sehari harus menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, sehingga mereka melakukan berbagai tindak kejahatan untuk mendapatkan uang secara mudah," ungkap Arief.

Malah, menurut Arief, ketiga tersangka tersebut, harus keluar masuk kawasan "Kampung Beting" untuk membeli dan mengkonsumsi barang haram tersebut.

Terungkapnya kasus, pencurian oleh ketiga tersangka tersebut, yakni Rabu (11/5) berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai ketiga tersangka keluar masuk Kampung Beting untuk mengkonsumsi narkoba. "Setelah ditelusuri ternyata benar, ketiganya merupakan spesialis pencuri kendaraan roda dua, yang kemudian uang hasil pencurian itu digunakan untuk membeli narkoba di Kampung Beting," ujaranya.

Dari pengakuan mereka mereka melakukan pencurian itu dengan cara merusak kunci di lima TKP (tempat kejadian perkara), karena kunci tertinggal di kendaraan delapan TKP, dan dengan kunci duplikat dua TKP (sebelumnya tersangka meminjam kendaraan roda dua korbannya).

"Dari hasil pengembangan kasus ini, kami juga mengamankan dua pembeli atau penampung kendaraan hasil curian itu, yakni Ns di Mempawah yang juga diamankan 14 kendaraan roda dua, dan Ms di Pontianak dengan barang bukti satu kendaraan roda dua," ujar Arief.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dan Undang Undang Pencucian Uang bagi pelaku maupun penadah. Dengan diterapkannya pasal berlapis ini, kata Arief, bisa memberikan efek jera pada pelaku dan penadahnya.

Arief mengatakan setidaknya ada tiga modus yang biasa digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. Pertama, pelaku merusak kunci kendaraan. Modus kedua, pelaku meminjam kendaraan sepeda motor milik korban dan membawa kendaraan tersebut ke tukang kunci untuk menduplikatkan kunci, sehingga korban tidak pernah curiga setelah motor tersebut kembalikan kepada korban. "Setelah itu, disaat korban lengah, pelaku mencuri kendaraan dengan kunci duplikat tersebut," kata Arief.

Ketiga, lanjut Arief, pelaku mengambil kesempatan dari kelengahan atau kelalaian korban. Menurutnya, tak sedikit korban lalai, meninggalkan kendaraan dalam keadaan kunci masih tergantung di kendaraan. "Sehingga, orang yang sebelumnya tidak memiliki niat untuk mencuri dan melihat peluang itu maka, orang itupun akan memiliki niat," lanjutnya.

Kapolda Kalbar juga meminjampakaikan kendaraan sepeda motor yang menjadi barang bukti kepada pemiliknya (korban) tanpa imbalan sepeser pun. "Hari ini, barang bukti yang ada kami pinjampakaikan kepada pemiliknya tanpa dipungut biaya sepeserpun. Dengan catatan, motor yang menjadi barang bukti ini harus dijaga, tidak boleh dirubah atau dipindahtangankan. Nanti jika sewaktu-waktu digunakan untuk proses penyidikan harap dikembalikan," katanya.

Sekali lagi, Arief menegaskan bahwa proses pinjam pakai barang bukti tidak dipungut biaya. "Kami sampaikan sekali lagi, pinjam pakai ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Dan jika ternyata ada penyidik atau pihak lain yang meminta imbalan dalam pengungkapan kasus ini, saya minta laporkan. Kalau perlu tangkap dan serahkan kepada kami," tegasnya.

Sumandari, salah satu korban mengaku senang kendaraan sepeda motor miliknya yang hilang pada 1 Maret 2016 lalu bisa ditemukan dan pelakunya tertangkap. Bahkan, ia tidak bisa menyebunyikan rasa bahagia itu, maklum, warga Jalan Parit Haji Husein II Kompleks Paris Asri ini sudah tiga kali kehilangan sepeda motor. "Saya ucap akan banyak terima kasih kepada bapak Kapolda karena bisa menemukan motor dan penangkap pelakunya," kata Sumandiri, kemarin.

Menurut Sumandiri, motor miliknya hilang saat terparkir di halaman rumahnya. Ia sebelumnya tak menduga jika motor yang terparkir di halaman rumah dalam keadaan tkunci itu hilang. "Saya memang tidak menyangka. Karena motor itu saya parkir di halaman rumah dalam kondisi terkunci. Tapi ternyata saya lupa mengunci pintu pagar," terangnya. (arf)‎

KEMBALIKAN: Pemilik motor duduk di atas motor miliknya yang ditemukan polisi di Mapolda Kalbar kemarin. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

 

Berita Terkait